<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473</id><updated>2012-01-30T17:44:38.761+07:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Resensi'/><category term='Celoteh Usil'/><category term='Mutiara Kata'/><category term='Makalah'/><category term='Berita'/><category term='Rentetan Kilasan Fikiran Kingdon181'/><title type='text'>Sketsa Kata Rang Danau</title><subtitle type='html'>Makna dari sebuah persahabatan sejati telah terlukis dalam sketsa kehidupan. Seperti dongeng ikan dan kuda laut nan bersahabat dengan gelombang, seperti cerita pohon-pohon nan meneduhkan tangis bayi-bayi binatang, dan seperti kisah batu cadas nan memberikan sepenggal kenangan luka pada telapak kaki sang petualang. 
(DM. Thanthar)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-726930621350923873</id><published>2011-11-08T09:00:00.004+07:00</published><updated>2011-11-08T10:13:33.860+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Qurban Tak Sekedar Bagi-bagi Daging</title><content type='html'>.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DM. Sutan Zainuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Raya Idul Adha sering disebut sebagai Hari Raya Qurban. Selain itu, ada pula yang menyebutnya dengan Hari Raya Haji. Ragam sebutan untuk Hari Raya Idul Adha itu lebih didasai oleh rangkaian kegiatan yang ada menjelang dan sesudah pelaksanaan Shalat Idul Adha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan sebagai Hari Raya Qurban oleh masyarakat didasari adanya kegiatan penyembelihan hewan qurban usai dilaksanakannya Shalat Idul Adha secara berjamaah. Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban sesungguhnya merujuk pada apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS bersama dengan anaknya Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim AS yang pada awalnya sangat mendambakan seorang anak sebagai penerus perjuangannya menegakkan agama tauhid memohon kepada Allah SWT agar dikaruniai anak. Dan, Allah SWT mwngabulkan doa Nabi Ibrahim AS dengan lahirnya Nabi Ismail AS. Namun, ketika Nabi Ismail AS telah beranjak remaja, Allah SWT mwnguji keimanan dan kesabaran Nabi Ibrahim AS dengan perintah menmyembelih Nabi Ismail AS sebagai qurban. Awalnya Nabi Ibrahim AS merasa ragu dengan perintah nan datang lewat mimpi itu karena ia berfikir mungkin saja itu godaan Iblis laknatullah. Namun setelah mimpi itu datang berulang, baru Nabi Ibrahim AS yakin dan segera mempersiapkan diri untuk menyampaikannya kepada Nabi Ismail AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang termaktub dalam QS. As-Saaffat ayat 102.&lt;br /&gt;Ibrahim berkata: "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu!"&lt;br /&gt;Ismail menjawab: "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahsyat memang keimanan dua makhluk Allah SWT tersebut. Begitu taatnya mereka terhadap perintah Allah SWT sehingga tanpa keraguan mereka siap melakukan apa saja termasuk mengorbankan nyawa demi mewujudkan perintah Allah SWT. Nabi Ibrahim AS mencontohkan sosok seorang ayah nan tegar dan demokratis. Setelah bertahun-tahun menunggu kehadiran seorang anak, begitu dikaruniai anak ia pun diperintahkan mengorbankan anaknya. Dan, ia membuktikan bahwa cintanya pada anak tidak akan pernah melebihi cintanya pada Tuhannya. Nabi Ibrahim AS sepenuhnya sadar bahwa anak yang dikaruniakan kepadanya adalah milik Allah SWT nan dititipkan padanya sehingga ketika Sang Pemilik meminta milikNya tak ada alasan untuk menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ismail AS menjadi contoh sosok seorang anak nan sangat taat dan berbakti pada orang tua. Demi memenuhi perintah Allah SWT ia merelakan dirinya untuk disembelih sebagai qurban oleh ayahnya. Jawabannya begitu mantap kepada ayahnya. Jawaban nan mencerminkan sosok remaja idaman setiap keluarga. Remaja tangguh dengan keimanan, ketaatan, dan kesabaran yang tak terbanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT hanya menguji ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Kedua Nabi Allah tersebut lulus dalam ujian. Nabi Ismail AS yang telah berbaring dengan ikhlas untuk disembelih diganti Allah SWT dengan seekor kibas yang besar. Dan hal inilah yang dilaksanakan kaum Muslimin di dunia setiap merayakan Hari Raya Idul Adha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan lain Hari Raya Idul Adha adalah Hari Raya Haji. Ini tentu terkait dengan adanya kegiatan Naik Haji ke Makkah sebagai perwujudan rukun Islam. Kegiatan Naik Haji ini juga merupakan bagian dari rangkaian kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun sebutan terhadap Hari Raya Idul Adha, nan jelas bagi masyarakat miskin Hari Raya Idul Adha adalah masa-masa memakan daging kambing atau sapi gratis. Namun demikian, penyembelihan hewan qurban hendaknya tidak hanya menjadi rutinitas serimonial spritual dan bagi-bagi daging qurban semata tetapi hendaknya memberi perubahan dan dampak positif bagi yang melakukan dan menerima qurban. Jika tidak akan seperti Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS paling tidak mendekati kepribadian dan ketaatan dua sosok teladan tersebut sehingga memberikan dampak terhadap keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat bermukim.  Idul Adha, sesungguhnya memiliki dua makna yakni Habluminallah dan Hablumninanas. Kedua makna ini nan harus kita wujudkan dalam kehidupan bermasyarakat. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-726930621350923873?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/726930621350923873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=726930621350923873' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/726930621350923873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/726930621350923873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2011/11/qurban-tak-sekedar-bagi-bagi-daging.html' title='Qurban Tak Sekedar Bagi-bagi Daging'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-1214204982908568331</id><published>2011-10-09T06:33:00.008+07:00</published><updated>2011-11-08T08:59:16.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh Usil'/><title type='text'>Makna Dalam Sebuah Cerita Usang</title><content type='html'>.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DM. Sutan Zainuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu yang lalu, ketika saya menuju Kota Padang, penumpang travel yang duduk di sebelah saya mengobrol disepanjang perjalanan dengan anaknya. Mereka mengobrol tentang keseharian dan sesekali berkelakar tentang persoalan hidup yang harus dihadapi. Begitu akrab, dan obrolan mereka mengalir begitu saja seolah-olah tidak ada rahasia antara mereka. Bagi saya keakraban antara orang tua dan anak seperti itu tidaklah begitu istimewa, biasa saja, namun ketika saya melihat kondisi masyarakat dikekinian apa yang dilakukan si Bapak terhadap anaknya itu ternyata bisa dikatakan sebagai sesuatu nan langka. Sehingga, meski pada awalnya saya mengabaikan saja obrolan mereka, namun akhirnya fikiran saya tergelitik juga karena sesuatu yang sederhana yang dilakukan si Bapak pada anaknya itu menjadi luar biasa karena mengandung makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, jika dilihat perkembangan prilaku masyarakat pada masa kekinian, baik masyarakat tua maupun generasi muda, menunjukkan gejala-gejala yang menjauh dari tata nilai masyarakat ketimuran nan memiliki nilai-nilai moral dan etika dalam keseharian. Hubungan antara para tetua dengan generasi mudanya seakan terpisah sehingga transfer nilai-nilai nan bersumber dari pengalaman hidup makin lama makin hilang. Nilai-nilai saling hormat-menghormati bisa dikatakan punah, dan sosok teladan yang berwibawa dan mampu menenangkan masyarakat pun entah dimana kini. Padahal untuk membangun generasi nan berkarakter tentu generasi itu harus mengetahui karakter lokal mereka itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, memang sudah sangat jarang kita lihat orang tua yang begitu akrab bercerita dengan anaknya. Bercerita tentang pengalaman dengan tutur yang tidak menggurui namun dalam cerita itu terkandung berbagai nilai-nilai yang sangat berguna bagi si anak. Misal, ketika orang tua bercerita tentang bagaimana ia ketika kecil, pagi sekolah dan siangnya membantu orang tua di sawah, ladang, atau berdagang. Bagaimana ia bermain dan menciptakan sendiri mainan dari bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungannya. Dalam cerita-cerita itu tentu terkandung sebuah nilai perjuangan dan pengorbanan dalam menjalani kehidupan. Dan, juga terselip nilai kreatifitas, tanggungjawab, serta hormat terhadap orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dirunut persoalan perubahan tersebut tentu kita harus merunut pula peristiwa dari masa ke masa lengkap dengan semua perubahan yang terjadi pada tiap zaman. Dengan demikian, akan terlihat bagaimana proses perubahan karakter itu terjadi dan apa-apa saja yang menjadi faktor pemicunya. Benarkah perkembangan teknologi informasi yang telah sukses mentransfer nilai-nilai baru yang menggerogoti sistem nilai tradisional? Atau Sang Penjaga sistem nilai tradisional itu sendiri nan tak kuat menjaga karena gagap akan teknologi informasi sehingga tak tau bagaimana cara membendung derasnya gelombang modernisasi nan menghantam sistem nilai tradisional? Atau mungkin juga Sang Penjaga ikut larut dan terbuai oleh perubahan yang terjadi itu sehingga luntur wibawanya sebagai panutan dan hilang rasa segan anak kemenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membahas masalah sistem nilai tradisional, saya jadi teringat cerita nenek saya dahulu. Dulu, kata beliau, ada seorang kakek yang oleh masyarakat dikatakan sinting alias kurang waras. Kakek itu selalu mengatakan hal-hal yang tidak bisa diterima akal sehat pada waktu itu. Konon si Kakek selalu berjalan menginjit seakan takut akan menginjak duri atau pecahan kaca yang akan melukai telapak kakinya. Ketika ditanya mengapa ia berjalan seperti itu, ternyata si Kakek bukan takut telapak kakinya terluka namun takut terinjak anak iblis. Dan, tentu saja orang tak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, kata nenek lagi, ternyata ada dua hal yang dikatakan si Kakek sinting menjadi kenyataan pada masa kini. Pertama,celoteh si Kakek yang mengatakan bahwa bumi akan memiliki ikat pinggang yang meliliti tubuhnya. Jika dilihat pada masa kini mungkin bisa dikatakan maksud si Kakek sinting adalah rel kereta api yang ada di berbagai negara di belahan bumi ini. Kedua, si Kakek sinting mengatakan bahwa nanti orang di kampung akan bisa melihat langsung kejadian yang terjadi diseluruh muka bumi tanpa berpergian bahkan bisa berbicara langsung dengan orang yang berada di tempat yang jauh. Hal yang kedua ini agaknya maksud si Kakek sinting adalah televisi dan telepon atau handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjut nenek lagi, si Kakek sinting juga sering mengatakan bahwa jagalah anak-anak gadis kalian karena nanti malu jo sopan akan hilang sehingga banyak perempuan yang hobi telanjang. Hal yang terakhir ini pun tammpaknya juga telah terjadi pada masa kini. Jika dahulu perempuan banyak nan risih ketika memakai pakaian ketat yang membuat lekuk tubuh mereka terlihat dengan jelas, sekarang malah mereka bangga dengan pakaian seperti itu. Jangankan lekuk tubuh, mempertontontan betis dan paha pun mereka seakan bangga. Naudzubillahimindzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya, jika si Kakek sinting hidup pada zaman sekarang belum tentu ia akan dikatakan sinting karena semua ucapannya bisa diterima akal sehat dan sesuai dengan kenyataan yang ada sekarang. Lantas, apa itu bermakna bahwa fikiran orang-orang yang hidup pada masa sekarang sesuai dengan kesintingan si Kakek pada masa dahulu. Atau, jagan-jangan sekarang semua orang telah sinting seperti si Kakek. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari gurauan di atas, agaknya semua perubahan itu perlu disikapi. Saat ini, nan bisa dilakukan hanyalah memperkokoh pondasi keluarga masing-masing dengan sistem nilai karena generasi sekarang adalah cerminan dari generasi sebelumnya dan generasi nan akan datang adalah cerminan dari generasi sekarang. Rapuh generasi sekarang maka akan lebih rapuh lagi generasi nan akan datang karena generasi sekarang adalah calon pemimpin keluarga di masa datang. Jika sekarang kita kuatkan sistem nilai (nilai etika, moral, dan spritual) pada tiap-tiap keluarga maka akan menguatkan generasi nan akan datang. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-1214204982908568331?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/1214204982908568331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=1214204982908568331' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/1214204982908568331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/1214204982908568331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2011/10/makna-dalam-sebuah-cerita-usang.html' title='Makna Dalam Sebuah Cerita Usang'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-3705609030587241801</id><published>2010-12-16T01:12:00.003+07:00</published><updated>2011-10-09T08:15:02.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh Usil'/><title type='text'>Jakarta oh Jakarta</title><content type='html'>.&lt;br /&gt;Oleh: DM. Sutan Zainuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta itu ibukota negara. Larut malam begini masih saja deru kendaraan mengaung. Memang mobilitas penghuni ibukota sangat tinggi. Dan, kemacetan adalah pokok persoalan nan entah kapan bisa tuntas oleh pemimpin Jakarta. Kota Padang, jika dibanding dengan Jakarta tentu tak sebanding. Lahan di Jakarta nan sesak oleh gedung bertingkat, jalanan nan sesak oleh kendaraan, serta pembangunan yang begitu meluas sampai pinggiran jelas belum ditemui di Padang. Meski Padang pada zaman VOC sempat menjadi metropolitannya pulau Sumatera. Namun dalam hal angkutan umum rasanya Padang tidak kalah. Angkutan umum di Padang jauh lebih bagus tampilannya dibanding dengan yang ada di Jakarta. Angkutan kota dan bus kota (metromini) di Jakarta akan kalah bersaing dengan angkot dan bus kota yang ada di Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkot dan bus kota di Kota Padang nan dihias begitu rupa plus musiknya bagaikan diskotik berjalan. Tampilan angkot dan bus kota di Jakarta jelas belum pantas bersanding dengan angkot ceper Kota Padang. Andai angkot dan bus kota yang ada di Jakarta beroperasi di Kota Padang mungkin para sopirnya akan sulit mendapat setoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, plus minus tentu ada dari kondisi itu. Jika angkot dan bus kota di Jakarta seperti angkot dan bus kota di Padang sangat mungkin kejahatan di angkutan umum akan meningkat. Pasalnya, dentuman musik keras dan balutan kaca film yang menyelubungi kendaraan umum seperti di Padang akan memberikan keleluasaan bagi para pencopet dan perampok untuk beraksi. Dentuman musik akan menyamarkan teriakan mereka yang menjadi korban sementara kaca mobil nan ditempeli kaca film akan menutupi pandangan orang dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, apa pun kondisinya Jakarta tetaplah ibukota negara tercinta ini. Berbagai dinamika telah terjadi dan berbagai perubahan terus berlangsung. Andai saja sesekali waktu para pemimpin negeri ini menggunakan angkutan umum seperti angkot dan bus kota untuk berangkat kerja tentu mereka akan paham bagaimana penderitaan rakyat. Para pemimpin itu tentu akan melihat langsung ragam aktivitas rakyatnya. Tak dapat kita pungkiri, segala kesulitan hidup itu seolah2 telah menjadi jatah rakyat sementara segala kemudahan dan kemewahan adalah milik pemimpin. Jika para pejabat tingkat tinggi di negeri ini jarang terlambat masuk kantor itu mah wajar karena perjalanan mereka selalu mulus dengan pengawalan. Perjuangan mereka menuju tempat kerja tidak seberat perjuangan bawahannya dan warga kota menuju tempat beraktifitas demi mencari nafkah untuk menghidupi keluarga mereka. (dmt)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-3705609030587241801?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/3705609030587241801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=3705609030587241801' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3705609030587241801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3705609030587241801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2010/12/jakarta-oh-jakarta.html' title='Jakarta oh Jakarta'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-6841035765741718578</id><published>2010-12-14T23:47:00.006+07:00</published><updated>2011-10-09T08:16:20.596+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh Usil'/><title type='text'>Simpul-simpul Nan Longgar</title><content type='html'>.&lt;br /&gt;Guwo News, (14/12) - Undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan menyatakan bahwa: Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (pasal 1 ayat 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pengertian arsip menurut UU nomor 43 tahun 2009 yang keberadaannya merupakan penyempurnaan dari UU nomor 7 tahun 1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan. Begitu pentingnya arsip sehingga perlu dilakukan penyempurnaan payung hukum yang akan menjadi acuan dalam pemilahan, pengelolaan, pelayanan, serta penyimpanan arsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada berbagai acara yang berkaitan dengan arsip akan sangat gampang kita mendengar pidato atau pun kata sambutan dari para pejabat eksekutif dan legislatif yang menyatakan bahwa keberadaan arsip harus benar-benar dijaga. Pentingnya menjaga arsip terkait dengan fungsinya sebagai memori kolektif suatu lembaga baik pemerintahan maupun swasta. Namun demikian, pidato indah dan manis tersebut biasanya hanya menjadi penawar pendengaran saja, malapeh hao sajo, atau sekedar lip service.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, hingga saat ini rata-rata keberadaan arsip tidak seindah status sebagai rekam jejak masa lalu yang dianugerahkan kepadanya. Arsip, khususnya yang inaktif lebih menjadi sampah pada berbagai lembaga dan tidak ditata dengan baik. Bahkan, Kantor Arsip sekali pun masih juga keteteran mengelola arsip yang ada di unit kerjanya. Alasan klasik selalu menjadi pemicu terbata-batanya pembangunan depo arsip nan representatif. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena jika arsip rusak maka itu juga bermakna kerusakan sejarah dan budaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antisipasi terhadap hal itu hanya bisa dilakukan dengan memberikan pemahaman serta mendesak para pengambil keputusan dan penetapan anggaran untuk memfasilitasi tersedianya sarana dan pra sarana pengelolaan arsip. Jika ingin melakukan pengelolaan, perawatan, dan penyimpanan arsip yang baik maka keberadaan depo arsip merupakan harga mati. Betapa pun SDM nya bagus akan tetap saja tidak menjamin pengelolaan dan pelayanan arsip menjadi prima karena depo sebagai rumah arsip itu sendiri tidak jelas stanndar keamanan dan kelayakannya sehingga pelayanan yang cepat tepat dan akurat dalam pencarian arsip tidak akan tercapai. Jika tidak, maka tak perlu ribut ketika banyak dokumen yang tak bisa diketemukan dalam waktu singkat saat dibutuhkan atau bahkan hilang dan rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, keberadaan arsip merupakan cerminan dari suatu pemerintahan. Carut marut pengelolaan arsip maka dapat dipastikan pemerintahan tersebut sedang sakit dan sistem koordinasinya pun carut marut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-6841035765741718578?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/6841035765741718578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=6841035765741718578' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/6841035765741718578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/6841035765741718578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2010/12/simpul-simpul-nan-longgar.html' title='Simpul-simpul Nan Longgar'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-555338146871419714</id><published>2010-04-24T23:42:00.000+07:00</published><updated>2010-04-24T23:45:26.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Buat Apa Shalat..?!</title><content type='html'>Judul Buku : Buat Apa Shalat..?!&lt;br /&gt;Penulis : Dr. Haidar Bagir&lt;br /&gt;Penerbit : PT. Mizan Pustaka &amp; Pustaka IIMaN &lt;br /&gt;Tebal : 261 hlm&lt;br /&gt;ISBN : 978-979-8394-93-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat seharusnya adalah wahana privat yang di dalamnya terjadi percakapan yang begitu mendalam antara seorang hamba dengan Tuhan nya. Secara harfiah shalat berarti do’a yang diyakini memiliki implikasi terhadap kehidupan manusia di atas bumi. Dalam buku ini kegiatan shalat itulah yang dipertanyakan oleh si penulis, dengan mengangkat judul Buat Apa Shalat?! Namun sesudah judul yang menarik itu dilanjutkan dengan kalimat kecuali Jika Anda Hendak Mendapatkan Kebahagiaan dan Ketenangan Hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 45:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Shalat itu amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,” (Al-Baqarah: 45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana dapat dimaknai bahwa shalat hanya akan memiliki nilai jika dilakukan dengan khusyuk. Sementara sikap khusyuk hanya muncul sebagai konsekuensi kecintaan sekaligus ketakutan kepada Sang Khalik. Implikasinya, orang yang memiliki sikap khusyuk akan berupaya memusatkan seluruh keberadaan dirinya kepada kehadiran-Nya dan melepaskan/membersihkan dari apa saja selain Allah. Pendalaman akan korelasi shalat dengan kekhusyukan itulah yang bisa didapatkan pembaca dalam buku yang terdiri dari 261 halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Haidar Bagir, yang merupakan penyusun buku ini, merupakan seorang yang memiliki concern terhadap tasawuf dan filsafat Islam. Pendekatan tasawuf dan filsafat Islam yang dilakukan penulis merupakan upaya untuk menampilkan shalat sebagai jawaban atas kebutuhan eksistensial dan intelektual manusia modern akan kebahagiaan dan pencerahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini terdiri dari dua bagian (bab). Bagian pertama penulis lebih memfokuskan penjelasannya tentang hakikat dan makna shalat yang benar. Makna shalat yang benar dimaksudkannya sebagai sebuah rutinitas religius yang bisa melahirkan kebahagiaan dan pencerahan hidup, berikut konsekuensi komitmen sosialnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian kedua, penulis menjelaskan tentang bagaimana shalat yang sebenarnya menurut para tokoh sufi dan filsuf. Selain itu buku ini juga memuat cuplikan dan tulisan beberapa tokoh, yakni: Al-Hujwiri, Ibn ‘Arabi, Abu Thalib Al-Makki, Jalaluddin Rumi, Imam Ghazali, Ibn Al-Qayim Al-Jawziyah, Syah Walilullah Al-Dihlawi, Ibn Sina, Ayatullah Khomeini, Muhammad Iqbal, dan Murtadha Munthahhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa yang digunakan oleh penulis cukup sederhana dan lugas sehingga menjadi mudah dipahami. Untuk memperkuat argumen yang dilontarkannya penulis menyertakan kutipan ayat Al-Qur’an dan Al-Hadist. Hanya saja penulis tak mencantumkan siapa yang meriwayatkan hadist-hadist yang dikutipnya sehingga pembaca tak mengetahui kualitas hadist tersebut. Meski demikian, secara keseluruhan, buku ini tetap menyuguhkan perluasan wawasan dengan tutur dan alur penyampaiannya yang menarik dibaca. (dmt)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-555338146871419714?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/555338146871419714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=555338146871419714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/555338146871419714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/555338146871419714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2010/04/buat-apa-shalat.html' title='Buat Apa Shalat..?!'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-5144004613679696785</id><published>2010-03-12T20:14:00.001+07:00</published><updated>2010-03-12T20:20:34.985+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>TAN MALAKA &amp; GERAKAN KIRI DI MINANGKABAU</title><content type='html'>Judul Buku : Tan Malaka &amp; Gerakan Kiri di Minangkabau&lt;br /&gt;Penulis : Zulhasril Nasir&lt;br /&gt;Penerbit : Ombak &lt;br /&gt;Tebal : xxii + 223 hlm&lt;br /&gt;Ukuran : 14x21 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Malaka nan sering disebut sebagai ’Pejuang Revolusioner Yang Kesepian’ memang cenderung terabaikan dalam catatan lembaran sejarah di republik ini. Padahal sumbangsih tokoh asal Minangkabau yang memiliki nama asli Ibrahim dan bergelar Datuk Tan Malaka itu cukup banyak memberikan andil dalam dunia pergerakan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Malaka merupakan sosok nan memiliki banyak sisi untuk dikaji secara mendalam. Salah satu alasannya tentu karena tokoh ini – sampai sekarang pun – masih termasuk tokoh yang memiliki rekam jejak nan kontroversial. Dalam buku ini, penulis berusaha mengupas kisah perjalanan hidup Tan Malaka yang namanya cenderung terlupakan di tanah airnya sendiri meski sepak terjang pergerakannya mencakup wilayah Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus pemaparan yang tersaji dalam buku ini lebih kepada upaya menguak kaitan antara unsur-unsur egaliter Minangkabau dengan gerakan kiri yang dilahirkan oleh tokoh-tokoh pergerakan asal Minangkabau. Sebagai penguat nuansa keminangkabauan Tan Malaka maka penulis sengaja menguraikan kondisi geografis, sosial, dan budaya Minangkabau nan kental dengan unsur matrilineal dan berguru pada alam sekitarnya. Alam takambang jadi guru, demikian filosofinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui buku ini penulis sepertinya hendak mengembalikan ingatan semua kalangan di tanah air ini, khususnya etnis Minangkabau bahwa Tan Malaka sangat layak untuk dihargai karena kiprah dan jasanya terhadap republik ini juga sangat besar. Bahkan Soekarno selaku presiden Republik Indonesia pada waktu itu juga mengakui kehebatan seorang Tan Malaka dan tak ragu memberikan testamennya kepada Tan Malaka bila ia selaku presiden tidak dapat menjalankan tugasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal nan menarik dalam buku ini adalah adanya keterkaitan pemikiran ala barat dengan sistem Islam. Meskipun Tan Malaka dan kaum pergerakan kiri Minangkabau telah menggunakan dasar pemikiran barat namun sistem nilai Islam yang merupakan bagian dari kandungan alam Minangkabau tetap menjadi salah satu landasan pemikiran para tokoh nan diidentikan dengan gerakan kiri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak ada tiga hal nan menjadi pokok ulasan utama penulis dalam buku ini. Pertama, hubungan kerevolusioneran Tan Malaka  dengan demokrasi alam Minangkabau; kedua, menjelaskan tentang adanya perbedaan ideologi antara Tan Malaka dengan tokoh pergerakan kiri lainnya; ketiga, mengkaji faktor kepeloporan orang Minangkabau sebagai pendorong pergerakan di tanah air dan di Semenanjung Malaya (Malaysia Barat dan Singapura). (dmt)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-5144004613679696785?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/5144004613679696785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=5144004613679696785' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5144004613679696785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5144004613679696785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2010/03/tan-malaka-gerakan-kiri-di-minangkabau.html' title='TAN MALAKA &amp; GERAKAN KIRI DI MINANGKABAU'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-5025684167227246971</id><published>2009-11-14T21:11:00.001+07:00</published><updated>2009-11-14T21:11:58.823+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rentetan Kilasan Fikiran Kingdon181'/><title type='text'>Rentetan Kilasan Fikiran Kingdon181 (Nov '09 dan Mei '09)</title><content type='html'>NOVEMBER, 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna kegigihan dan keuletan berusaha ku temui dari seorang kenalan baru. Ia tak memiliki pekerjaan tetap tetapi selalu tetap bekerja demi menafkahi keluarganya.(fb-dmt, 12/11/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yg kaya bukanlah semata2 orang yg begelimang harta benda, tetapi orang yg kaya adalah mereka yg mensyukuri dan merasa cukup dg apa yg telah ia miliki.(fb-dmt, 11/11/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik mereka nan menghalang2i tegaknya kebenaran yg jadi korban daripada mengorbankan kebenaran demi para pengkhianat kebenaran.(fb-dmt, 10/11/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hening, ku nanti Bunda pulang. Pengorbanan kecil ku tak kan mampu menebus kasih sayangnya padaku.(fb-dmt, 09/11/'09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu pergi ngunjungin cucunya. Aq jadi seperti waktu di kost2an lagi. Tp tak apalah, anggap saja sbg pendalaman materi. :-) (fb-dmt, 08/11/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ereng jo gendeng, malu jo sopan, dan alua jo patuik dimana kini?(fb-dmt, 07/11/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya mengangkat sauh dan segera berlayar.(fb-dmt, 06/11/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihening malam ku bersujud pada Mu.(fb-dmt, 05/11/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ... tak pernah berhenti berjuang. Pecahkan teka-teki malam ...(fb-dmt, 05/11/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Listrik padam, ya padamlah. Tanpa listrik pun kami tetap bisa hidup.(fb-dmt, 03/11/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEI, 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku gubah senandung senja seadanya. Sekedar mengenangkan makna yang ku tuai dari puteri penikmat pantai.(fb-dmt, 17/05/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya ketahui, Gamawan Fauzi adalah pemimpin rakyat yang non partai. Semalam, ia menghadiri deklarasi capres§-cawapres Partai Demokrat dan memberikan pidato dukungan kepada SBY-Boediono. Sbg apakah Gamawan mendukung SBY-Berbudi? Jika deklarasi JK-Win juga menghadirkan salah seorang gubernur yang menyatakan dukungan padanya apakah tak akan memunculkan protes?(fb-dmt, 15/05/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunyi bunyi jeruji hati. Larut maktub di riuh laut. Kau membisu, Aku membatu.(fb-dmt, 14/05/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi nan cerah, cerahkan lah jiwa &amp; fikiranku.(fb-dmt, 13/05/'09).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-5025684167227246971?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/5025684167227246971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=5025684167227246971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5025684167227246971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5025684167227246971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/11/rentetan-kilasan-fikiran-kingdon181-nov.html' title='Rentetan Kilasan Fikiran Kingdon181 (Nov &apos;09 dan Mei &apos;09)'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-5759042044990107744</id><published>2009-11-14T20:57:00.001+07:00</published><updated>2009-11-14T21:00:28.079+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rentetan Kilasan Fikiran Kingdon181'/><title type='text'>Rentetan Kilasan Fikiran Kingdon181 (Agust '09)</title><content type='html'>AGUSTUS, 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan, siramilah. Sirami dan hanyutkan sifat kemunafikan dan kelicikan dari otak para pemimpi nan tak sengaja kami jadikan pemimpin. Hanyutkan sifat bermewah2an dan rakus harta para wakil rakyat di tengah jerit kelaparan rakyatnya. Demi kemerdekaan nan merdeka di tanah terjajah nan tak mampu melihat penjajahnya.(fb-dmt, 15/08/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih setengah abad kibaran bendera penanda kata merdeka itu ada tapi belum jua kita pandai menggarap kekayaan negeri dengan kemampuan sendiri. Aku rindu mengatur orang2 asing sbg pekerja, bukan malah menjadi pekerja di tanah sendiri.(fb-dmt, 15/08/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ondeh mande, flashdisk error lenyaplah semua file, semua catatan, dan semua kisah nan pernah dan sedang ku tulis.(fb-dmt, 15/08/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa manusia memiliki dua potensi yakni potensi baik dan buruk. Potensi baik mesti dipupuk karena penjaganya lebih sedikit dibanding potensi buruk.(fb-dmt, 14/08/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dek hujan dinanti dak juo taduah tapaso denai basah kuyuik. Tibo di rumah badan manggigia. Disingkokan tuduang saji ado samba goreng bada. Nan paruik lansuang se lapa, lalu juo nasi sapiriang jd nyo. Alhmdlh ya Rabb.(fb-dmt, 13/08/'09).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-5759042044990107744?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/5759042044990107744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=5759042044990107744' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5759042044990107744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5759042044990107744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/11/rentetan-kilasan-fikiran-kingdon181_14.html' title='Rentetan Kilasan Fikiran Kingdon181 (Agust &apos;09)'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-417149867385931691</id><published>2009-11-14T20:46:00.006+07:00</published><updated>2009-11-14T20:52:20.572+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rentetan Kilasan Fikiran Kingdon181'/><title type='text'>Rentetan Kilasan Fikiran Kingdon181 (Sept '09 dan Okt '09)</title><content type='html'>OKTOBER, 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjemput impian kita nan masih tertunda pulang.(fb-dmt, 29/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbetik cerita tentang kita dengan baluran doa-doa.(fb-dmt, 27/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...Ku layangkan pandangku melalui kaca jendela// Dari tempat ku bersandar seiring lantun kereta//... (Padi) (fb-dmt, 26/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripado rinai mambaok sansai, bia hujan labek nan ditampuah.(fb-dmt, 26/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji... sampai masa tunai.(fb-dmt, 25/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup hanya bicara baik, tapi amalkan jugalah ucapan nan baik itu. Agar ucapan dibarengi oleh tauladan. Itu jauh lebih baik.(fb-dmt, 23/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangkuk bubur kacang ijo, cukuplah hingga siang.(fb-dmt, 23/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ..Kun Fa Ya Kun..(fb-dmt, 22/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah resmi jadi menteri, seharusnya mereka yang berasal dari Parpol melepaskan embel2 dan kepentingan partai.(fb-dmt, 21/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi terik, siang mendung, sore dan malam hujan. Mesti disiasati agar tak selalu kuyup saat pulang.(fb-dmt, 21/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut berjalan dalam kelam, hujan lebat pun diterobos. Hasilnya, gigil nan singgah dibadan diri.(fb-dmt, 20/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu bergelombang bencana nan menimpa tapi Masjid tetap sepi jamaah jua. Sementara demi dunia dari subuh hingga malam tak henti berburu harta. Ironis memang.(fb-dmt, 19/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelap menyergap mematikan daya intai sepasang mata ku, tapi tidak mata batin ku Dan, ku resapi nasihat ayah nan mencemeti kealpaan ku, demi memaksimalkan potensi diri. Di luar, rinai masih saja berderai.(fb-dmt, 18/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bergerak bagaikan awan, berjalan bagaikan tiupan angin, baik saat bahagia maupun sengsara.(fb-dmt, 18/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia kita ini bukanlah dunia tertib, bukan pula dunia rasional tetapi dunia kita adalah dunia perjuangan. Perjuangan untuk menciptakan tertib dan rasional itu sendiri tentunya sesuai dengan titah Sang Khalik bukan demi yang lain.(fb-dmt, 16/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu butuh perencanaan. Ketika gagal membuat perencanaan berarti telah merencanakan kegagalan.(fb-dmt, 16/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan jadi budak masa lalu, menghambakan diri pada masa kini, atau menjadi pelayan masa depan. Tapi, jadilah kelompok manusia yang memberikan haknya pada masing2 waktu dengan porsi yg pas, tak berlebih2an dan tak mengurang2i.(fb-dmt, 16/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu kehancuran atau kemakmuran. Siapa yg tak menghormati waktu maka ia lebih dekat pada kematian dan kehilangan peluang investasi terbesar untuk masa depan. Ketika waktu berlalu, tak guna air mata sesal. (Yusuf al-Qardhawi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Andema bareh pirang, karajo dek awak pitih dek urang." Begitu ungkapan yg sering diucapkan dosen ku dulu menyikapi kondisi kehidupan buruh dan pekerja yg selalu miskin di negeri nan katanya kaya raya ini.(fb-dmt, 15/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus mau mendengar pendapat orang lain dan peka terhadap pendapat itu. Jangan hendaknya ia membayangkan seolah2 penglihatannya dapat menembus dinding batu.(fb-dmt, 15/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Herbert N Casson, di dalam diri manusia tersembunyi sebuah kekuatan yg jika 'disentuh' sesuatu maka akan jadi pemicu untuk mengembangkan potensi diri. Tp gmn cra menyentuh kekuatan itu ya..??(fb-dmt, 15/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aq tak biasa banyak tanya, tapi aq harus banyak bertanya. Ternyata susah juga belajar jadi 'orang cerewet'. Hehe..(fb-dmt, 14/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bissmillahirrahmanirrahim. Brputarlah roda hati ku. Melajulah di hamparan bumi. Di lahan2 subur ibadah agar menuai amal sblm roh dikumpul dan dihisab pemiliknya.(fb-dmt, 13/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secangkir Kopi Rosella temani pagi.(fb-dmt, 12/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persukuan Tanjung Taruko (Thanthar) bergerak membantu membersihkan puing2 rumah keluarga sepasukuannya yang rusak akibat bencana 30S/Gempa. Ternyata semangat gotongroyong itu masih ada.(fb-dmt, 11/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak 28 ku agaknya selalu berpasangan, hitam dan putih. Keduanya menjembatani pembelajaran (ibroh) bagi hidup dan kehidupanku. Ditiap peralihan lembaran waktuku selalu bertaburan doa2 terbaik dari para sahabat.(fb-dmt, 10/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih sobat2 atas ucapan kata dan doa2nya. Maaf atas segala salah dan khilaf ucapan dan perbuatan selama ini. Moga kita mjd org2 yang selalu mengerjakan kebajikan serta saling ingat mengingatkan dan menasehati untuk kebenaran dengan kesabaran.(fb-dmt, 10/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik menuju titik puncak di azimuth kompas hidupku.(fb-dmt, 09/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah tak bertuan. Lenyai menggapai bangkai. Derai tawa mu jua yang mampu buraikan penat titipan reruntuhan di pelosok.(fb-dmt, 06/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qt prihatin dengan banyaknya korban gempa, tapi lebih memprihatinkan lagi jamaah sholat di masjid-masjid tetap saja sepi pasca gempa nan terjadi sekitar pukul 17.16 Wib itu. Lihat Al-Quran, Surat ke-17 (Al-Isra') ayat 16 dan renungilah maknanya, tersurat maupun tersirat.(fb-dmt, 05/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derai dinding hingga lantai dan ribuan bangunan terburai. Langkah ratusan manusia pun usai, sisakan bangkai.(fb-dmt, 04/10/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEPTEMBER, 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit dan bergeraklah. Jika tidak maka kau hanya akan jadi puing2 kenangan. Berlalu untuk masa lalu.(fb-dmt, 29/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah mendera raga. Dan untuk beberapa waktu, aku pun tak bisa lagi kemana2. Berbaring, istirahatkan raga, hingga sehat kembali menyapa.(fb-dmt, 28/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, manusia, terdiri dari Jasmani dan Rohani. Tiap hari jasmani selalu diberi makan shg ia menjadi sehat dan gemuk. Tapi terkadang bnyk yg lupa memberi makan rohani shg ia menjadi kurus kerontang.(fb-dmt, 27/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlaku adil bukanlah semata2 berarti membagi sama banyak tetapi lebih bermakna memberikan segala sesuatunya kepada nan berhak sesuai dg jatah hak masing2.(fb-dmt, 27/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin sua meski tanpa sapa. Hanya untuk sekedar memburai rindu bisu ku. Dia nan entah menilai laku ku seperti apa. Adakah ia harap tandang ku? Ia membisu, padahal aku tak pandai membaca sirat bisu apalagi merayu.(fb-dmt, 25/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terderai kata sampai. Terkaparlah tanpa nafas. Jika memang gembong itu tewas. Di penghujung Ramadhan, jelang hari Kemenangan.(fb-dmt, 17/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memprihatinkan, warga miskin berebut zakat. Seharusnya tak perlu terjadi begitu, petugas zakat lah nan seharusnya mengantar zakat ke tiap2 rumah warga miskin.(fb-dmt, 15/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun hubungan silaturahmi bukanlah sekedar membalas kunjungan dan pemberian, tapi nan utama adalah menyambung kembali hubungan baik nan terputus.(fb-dmt, 15/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku ingin mati di pelukan Mu. Saat jiwaku dlm ketaatan ibadah, bukan dlm ketaatan pada prilaku jahiliyah.(fb-dmt, 12/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia nan menguatkan aq, membuatku lebih baik. Tapi dia merapuh sendiri, dan tak kan kubiarkan ia begitu.(fb-dmt, 10/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan saja yang terbaik, sesuai dengan panggilan jiwa. Selebihnya, biarkan mengalir dengan caranya.(fb-dmt, 08/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara pagi nan bersih terapi bagi paru2 ku.(fb-dmt, 06/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ingin ku manjakan raga karena lelah. Tapi langkah ku tergontai dan mata mengkuyu sendirinya. Maka, biarlah lelah itu terurai seadanya dan sesederhana mungkin.(fb-dmt, 06/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor pipit parit bertengger di ranting kering. Ku perhatikan ia menelisik bulu2nya tanpa gelisah. Dan, telah ia smpaikan mkna tersirat pd manusia nan senantiasa gelisah menjalani hidup.(fb-dmt, 06/09/'09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dalam ku lakukan perenungan tentang hidup dan tuhan ku maka makin kurindukan kehidupan dlm kemewahan spritual, jauh dari tipuan materi.(fb-dmt, 03/09/'09).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-417149867385931691?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/417149867385931691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=417149867385931691' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/417149867385931691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/417149867385931691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/11/rentetan-kilasan-fikiran-kingdon181.html' title='Rentetan Kilasan Fikiran Kingdon181 (Sept &apos;09 dan Okt &apos;09)'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-6425687415178073561</id><published>2009-10-19T16:30:00.001+07:00</published><updated>2009-10-19T16:33:28.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Menulis Itu Keterampilan Berbahasa</title><content type='html'>Oleh: Kingdon181&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis adalah salah satu bagian dari keterampilan berbahasa. Artinya, seseorang yang disebut sebagai orang yang terampil berbahasa jika ia juga terampil menulis. Dengan demikian, seseorang yang menyatakan dirinya sebagai ahli bahasa idealnya mahir menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan menulis merupakan satu bagian penting dari keterampilan berbahasa disamping kemampuan mendengar, menyimak, dan berbicara. Keterampilan menulis sangat penting untuk dikuasai, terutama oleh kaum terpelajar. Hanya saja peminat keterampilan menulis masih sangat kurang. Dari sekian juta masyarakat Indonesia, masih didominasi oleh manusia-manusia yang lumpuh menulis. Bahkan kalangan terpelajar sendiri masih banyak yang 'alergi' untuk menulis. Ketika hal tersebut dipertanyakan maka bermunculan berbagai retorika bahkan tuding menuding untuk mencari kambing hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari semua itu, ketika minat menulis itu ada maka akan banyak cara untuk mengasah keterampilan menulis itu. Salah satunya dengan membentuk kelompok-kelompok diskusi tentang kepenulisan. Atau bisa juga dengan mengelola majalah kampus dan media tulisan lainnya. Artinya, jika tulisan kita belum mampu menembus majalah-majalah, koran-koran, ataupun jurnal-jurnal ilmiah maka terbitkan saja majalah sendiri. Keberadaan media tulisan yang dikelola sendiri atau kelompok akan menjadi arsip bagi tulisan-tulisan yang pernah kita buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulai menulis sebenarnya gampang. Mudah bana. Belum mencoba sudah mengatakan sulit, itu jelas keliru. Bagi yang ingin mencoba, paling tidak bisa diterapkan beberapa langkah sederhana, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, anda harus memiliki kepedulian terhadap orang dan lingkungan sekitar. Hal ini terkait dengan manusia sebagai makhluk sosial. Zoon Politicon, kata Aristoteles. Oleh karena itu manusia tentu selalu mempunyai keinginan untuk larut dan bergaul dengan orang serta lingkungannya. Keinginan hidup bersama dalam suatu tatanan interaksi itulah yang menjadi dasar dan inti kehidupan berasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergaul dengan sebanyak mungkin orang, badan kemasyarakatan, dan organisasi untuk mengembangkan bakat anda. Caranya, adalah dengan pengamatan yang intensif terhadap berbagai gejala yang berlangsung. Disitu, seorang calon penulis dituntut memiliki kepekaan sosial. Artinya, seorang penulis harus selalu mengasah ketajaman mata pisau pengamatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bangun kegemaran dan kebiasaan membaca. Menulis memang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan membaca. Agar menjadi penulis, gemar membaca merupakan salah satu syarat mutlak. Rajin dan teratur membaca akan membuat seseorang terlatih dan terbiasa berfikir kritis analitis. Berfikir kritis analitis tersebut merupakan kriteria utama yang harus dimiliki seorang penulis. Melalui membaca, daya imajinasi akan tumbuh dan berkembang, wawasan berfikir juga akan makin luas. Dengan kata lain, membaca merupakan upaya memancing ide-ide kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, anda harus giat berlatih. Tanpa latihan yang rutin tak akan ada yang bisa menjadi sesuatu sesuai yang diimpikan. Apapun bidang yang digeluti oleh orang-orang sukses, latihan merupakan langkah yang pernah mereka lalui. Cara berlatih menulis itu sederhana saja yakni dengan membiasakan menuliskan apa saja yang terjadi dalam keseharian anda. Lakukan secara terus menerus dan kemudian tingkatkan dengan menulis dengan lebih serius. Setelah itu mulai coba mengirimkan tulisan anda ke berbagai media dengan tujuan publikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda telah memulai maka jangan pernah berhenti. Sekarang anda membaca tulisan orang, besok atau lusa tulisan anda yang akan dibaca orang. Tanamkan keyakinan itu pada diri anda. Selamat mencoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-6425687415178073561?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/6425687415178073561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=6425687415178073561' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/6425687415178073561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/6425687415178073561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/10/menulis-itu-keterampilan-berbahasa.html' title='Menulis Itu Keterampilan Berbahasa'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-8879156523268416794</id><published>2009-10-09T11:35:00.003+07:00</published><updated>2009-10-09T11:43:43.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Kata'/><title type='text'>Zakat Fitrah Pembersih Jiwa</title><content type='html'>Zakat berarti mengeluarkan sebahagian dari harta untuk diberikan kepada para fakir miskin dan mereka yang berhak menerima zakat sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditentukan dalam Al-Quran sebagai pembersih harta dan menumbuhkan ketentraman jiwa manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah zakat merupakan perintah langsung dari Allah dan termaktub dalam Al-Quran. Selain itu Al-Quran juga mengatur tentang pembayaran zakat dan orang-orang yang berhak menerima zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ambillah zakat dari harta mereka untuk membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui," (QS. At-Taubah, ayat 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta benda yang wajib dizakatkan di antaranya adalah binatang ternak, emas dan perak, biji-bijian yang mengenyangkan, buah-buahan, dan harta perniagaan. Selain itu ada zakat fitrah yang merupakan zakat yang dibayarkan sebelum usainya shalat dan khutbah Hari Raya Iedul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat Fitrah diwajibkan bagi setiap muslim baik yang laki-laki dan perempuan dan dikeluarkan pada waktu setelah terbenam matahari (malam Hari Raya Iedul Fitri) atau boleh juga pada hari sebelumnya (pada Bulan Ramadhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat fitrah disebut juga zakat penyempurnaan ibadah puasa. Namun yang wajib membayar dan dibayarkan zakat fitrahnya tidak saja mereka yang berpuasa tapi juga bagi orang tua yang uzur dan anak-anak. Meski demikian, mereka yang tidak memiliki kelebihan harta tidak wajib membayar zakat fitrah karena salah satu syarat wajib zakat fitrah adalah mempunyai kelebihan harta dari keperluan makan dirinya serta yang menjadi tanggungan wajib dinafkahinya, baik manusia dan hewan peliharaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil tentang zakat fitrah merupakan hadist dari Ibnu Umar, katanya: "Rasulullah mewajibkan zakat fitrah (berbuka) bulan Ramadhan sebanyak satu sha' (3,1 liter) kurma atau gandum atas setiap orang Muslim, merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan," (H.R Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun waktu-waktu untuk membayar zakat fitrah yakni, sejak awal Ramadhan hingga penghabisan Ramadhan yang merupakan waktu umum. Waktu wajibnya adalah dari terbenam matahari pada penghabisan bulan Ramadhan. Waktu sunatnya adalah setelah waktu subuh sebelum Shalat Ied. Waktu makruhnya adalah membayar setelah Shalat Ied dan zakat tersebut akan tergolong pada sedekah biasa. Jika matahari telah terbenam maka hukumnya menjadi haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pelaksanaan pembayaran zakat fitrah maka setiap Muslim tak ada yang bersedih saat satu Syawal. Semuanya akan bergembira karena tak ada lagi yang tak bisa makan pada hari itu. (dmt)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-8879156523268416794?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/8879156523268416794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=8879156523268416794' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/8879156523268416794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/8879156523268416794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/10/zakat-fitrah-pembersih-jiwa.html' title='Zakat Fitrah Pembersih Jiwa'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-5657032284900341680</id><published>2009-10-09T11:30:00.005+07:00</published><updated>2009-10-09T11:42:08.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Kata'/><title type='text'>Malam-malam Istimewa Bulan Ramadhan</title><content type='html'>Kehidupan manusia sebagai makhluk yang memikul amanah sebagai pemimpin di muka bumi tidak terlepas dari keberadaan waktu. Begitu eratnya kaitan kehidupan manusia dengan waktu sehingga yang disebut kehidupan manusia itu adalah waktu yang dimilikinya. Manusia yang tidak memanfaatkan waktunya dengan baik akan termasuk pada golongan orang-orang merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran," (QS. Al-Ashr, ayat 1-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu telah diatur dengan sedemikian sempurnanya oleh Sang Pencipta dalam bentuk detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga sampai pada tahun dan seterusnya. Di antara waktu-waktu tersebut diadakan pula saat-saat istimewa atau waktu yang utama. Salah satunya adalah bulan Ramadhan yang merupakan bulan dengan keistimewaan berkah ibadah berlimpah. Keberkahan ibadah pada bulan Ramadhan berpuluh-puluh kali lipat tingginya dibanding dengan berkah ibadah pada sebelas bulan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bulan Ramadhan lebih utama dibanding dengan bulan-bulan lainnya namun dalam bulan Ramadhan itu sendiri juga terdapat saat-saat utama, yakni pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa sehingga kaum muslimin haruslah lebih meningkatkan ibadahnya pada malam-malam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan terbagi dalam tiga bagian, yang mana tiap-tiap bagian memiliki keistimewaan tersendiri. Sepuluh malam pertama disebut dengan malam penuh rahmat, sepuluh malam kedua merupakan malam dengan taburan maghfirah, dan sepuluh malam terakhir adalah malam yang akan membawa manusia terhindar dari azab api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan sepuluh malam terakhir menjadi makin meningkat karena pada saat-saat itulah diyakini turunnya Al-Quran yakni pada malam lailatul qadar yang lebih baik daripada seribu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan (Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar," (QS. Al-Qadr, ayat 1-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka beruntunglah mereka yang tetap menjaga ibadahnya dari awal hingga akhir Ramadhan terutama mereka yang meningkatkan ibadahnya pada sepuluh malam terakhir. Ketaatan beribadah hendaknya jangan hanya saat bulan Ramadhan saja tetapi harus tetap dijaga dan dilakukan pada sebelas bulan berikutnya hingga berjumpa kembali dengan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan merupakan bulan pelatihan bagi umat muslim yang beriman untuk menuju predikat taqwa. Maka sebelas bulan berikutnya adalah bulan penerapan dan pengamalan dari semua proses pelatihan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan yang terjadi adalah makin berkurangnya jumlah jamaah pada penghujung Ramadhan padahal pada sepuluh malam terakhir itu ada keutamaan lailatul qadar (malam kemuliaan) yang tidak dapat ditemui pada malam-malam sebelumnya. (dmt)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-5657032284900341680?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/5657032284900341680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=5657032284900341680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5657032284900341680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5657032284900341680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/10/malam-malam-istimewa-bulan-ramadhan.html' title='Malam-malam Istimewa Bulan Ramadhan'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-6502879353266139988</id><published>2009-09-15T14:01:00.003+07:00</published><updated>2009-10-09T11:43:23.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Kata'/><title type='text'>Al- Quran: Referensi Utama Ilmu Pengetahuan</title><content type='html'>Al-Quran merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah swt kepada Muhammad saw melalui malaikat Jibril sebagai pedoman hidup manusia hingga akhir zaman. Al-Quran bukan hanya merupakan kitab yang mengajarkan aturan-aturan ibadah saja bagi manusia tetapi juga berisikan berbagai ilmu tentang pola dan sistem membangun kehidupan berumahtangga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dari masa ke masa tak akan meminggirkan Al-Quran namun sesungguhnya merupakan penguat terhadap keberadaan Al-Quran sebagai kitab yang mengandung dasar-dasar ilmu pengetahuan. Al-Quran sangat erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan. Hal itu terlihat dari ayat pertama Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw saja adalah perintah untuk membaca. Sementara perkembangan suatu ilmu pengetahuan tak akan luput dari proses membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pakar dan ahli di bidang ilmunya masing-masing mustahil mampu melakukan penelitian dan menemukan sesatu tanpa proses membaca sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran memiliki unsur ilmu sejarah dengan berbagai pengkisahan tentang dinamika kehidupan nabi dan rasul, serta umat-umat terdahulu. Ilmu pengetahuan lain seperti Matematika, biologi, Fisika, Sastra, dan sebagainya juga telah termaktub dalam Al-Quran jauh sebelum manusia sekarang menyatakan berbagai penemuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh Al-Quran sebagai dasar dari ilmu pengetahuan terdapat pada Surat Al-Kahf ayat 25 yang artinya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun," (QS. Al-Kahf; ayat 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut merupakan salah satu ayat yang menerangkan tentang kisah beberapa orang pemuda bertaqwa yang berlindung dalam gua untuk menghindari pemerintah yang zalim saat itu. Terkait dengan Al-Quran sebagai referensi ilmu pengetahuan, yang menjadi perhatian kita adalah bagaimana ayat tersebut menjelaskan angka-angka dengan dasar Matematika yakni pertambahan. Al-Quran tidak secara langsung menyebutkan tiga ratus sembilan tahun tetapi mengajarkan manusia untuk berfikir dengan menyatakan tiga ratus tahun ditambah sembilan tahun. Dengan begitu, ayat tersebut dapat menjadi dasar bagi manusia untuk melakukan perhitungan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri lagi, Al-Quran adalah induk ilmu pengetahuan yang mengandung dasar dari semua ilmu yang dibutuhkan manusia. Selain itu, Al-Quran memiliki kesempurnaan yang tidak ada keragu-raguan di dalamnya. Hal itu telah dinyatakan Allah swt dalam Surat Al-Baqarah ayat kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa," (QS. Al-Baqarah; ayat 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan setiap buku-buku ilmiah hasil penelitian para profesor, pakar,dan ahli. Pada kata pengantar, penulis selalu menyatakan bahwa apa yang mereka tulis bukanlah sesuatu yang sempurna dan sangat mungkin berubah sesuai dengan penelitian yang dilakukan pada masa yang akan datang. Tak seorang penulis pun yang berani menyatakan hasil penelitian dan penemuan mereka adalah sesuatu yang sempurna dan tak akan mengalami perubahan lagi. Hanya pada Al-Quran kesempurnaan mutlak itu ada karena Al-Quran adalah kitab yang diciptakan dengan kesempurnaan Sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, seharusnya umat Islam merupakan orang-orang yang berpengetahuan tinggi karena mereka memiliki Al-Quran sebagai tuntunan hidup. Namun pertanyaan yang mendasar adalah berapa persen waktu yang dialokasikan oleh setiap individu muslim untuk membaca dan memahami kandungan Al-Quran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan jika kandungan Al-Quran yang sangat sempurna dan bisa melahirkan temuan-temuan yang spektakuler tak mampu dimanfaatkan para ilmuan dan pemikir muslim. (DMT)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-6502879353266139988?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/6502879353266139988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=6502879353266139988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/6502879353266139988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/6502879353266139988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/09/al-quran-referensi-utama-ilmu.html' title='Al- Quran: Referensi Utama Ilmu Pengetahuan'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-8314628648891571573</id><published>2009-08-04T13:32:00.002+07:00</published><updated>2009-08-04T13:37:33.965+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh Usil'/><title type='text'>Jika Gaji Anggota Dewan Tak Lagi Mewah</title><content type='html'>Oleh: DM. Thanthar&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai gaji dan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak lagi berjumlah lebih besar daripada penghasilan petani di pedesaan akankah antusiasme menjadi caleg masih tinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah obrolan lepas saya bersama kawan-kawan Komunitas Guwo pertanyaan seperti itu pernah muncul. Pertanyaan yang agak konyol tetapi ketika dibaca berulang kali malah menjadi sebuah pertanyaan yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masa kampanye, rata-rata caleg memperlihatkan itikad baik mereka dengan memberikan bantuan kepada rakyat sehingga seolah-olah mereka adalah calon-calon wakil rakyat yang memiliki jiwa pengabdian dan rela berkorban untuk rakyat. Mereka rela mendatangi rakyat dan mengorbankan sebagian hartanya untuk membantu rakyat. Hanya saja, pasca pemilihan legislatif (pileg) banyak caleg yang menjemput lagi bantuan yang pernah diberikannya. Bahkan tidak hanya menjemput tetapi juga ada yang melakukan pembongkaran jalan yang dibangunnya pada masa kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragis memang perlakuan para caleg yang tidak siap kalah terhadap masyarakat padahal jika mereka benar-benar ingin mengabdi kepada rakyat hal itu akan menjadi tabungan simpati rakyat untuk lima tahun mendatang. Menyikapi kondisi itu muncul lagi dugaan baru bahwa sebenarnya pertarungan caleg menuju gedung dewan adalah bagian lain dari usaha yang berbau aji mumpung para pencari kerja bermodal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, rakyat telah menentukan pilihannya walaupun dari sekian ribu warga tidak terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Artinya, etape pertama pesta demokrasi republik tahun 2009 hampir usai karena sampai saat ini KPU masih melakukan rekapitulasi secara manual dan nama-nama caleg terpilih pun belum diumumkan secara resmi. Namun demikian, pemberitaan media massa telah mengeluarkan prediksi tentang caleg terpilih. Prediksi tersebut cukup mengejutkan karena gedung dewan akan diduduki oleh wajah-wajah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, rakyat telah muak dengan sejumlah politisi yang sekian lama mendapat kepercayaan tetapi tidak mampu menyuarakan keinginan rakyat. Wajah-wajah baru, seharusnya mengoncangkan gedung dewan dengan pemikiran-pemikiran baru yang berorientasi kepada kepentingan rakyat. Akan tetapi penting juga untuk diwaspadai bahwa wajah-wajah baru dapat pula menjadi ‘boomerang’ terhadap perujudan impian rakyat ketika mereka tidak belajar dari sejarah hitam gedung dewan sehingga kesalahan-kesalahan baru dengan pola lama kembali mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah-wajah baru anggota dewan harus memiliki semangat baru untuk perbaikan bukannya semangat baru untuk menggerogoti hak rakyat, menyelewengkan uang negara, sibuk meningkatkan tunjangan pribadi, bahkan sampai pada memelihara gundik alias main perempuan. Jika itu terjadi maka porakporandalah harapan dan impian rakyat yang mereka titipkan di pundak wakil rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepak terjang penghuni baru gedung dewan akan dapat disimak ketika mereka mulai dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan. Kolaborasi antara wajah-wajah baru dengan wajah-wajah lama yang masih memperoleh kepercayaan rakyat akan mendapat penilaian rakyat. Akankah mereka mampu menjadi pemimpin rakyat yang memahami bahwa memimpin adalah jalan menderita? Akankah mereka berani berkorban untuk rakyat? Jika mereka masih menyenangi segala fasilitas yang mewah berarti harapan rakyat hanya ibarat jauh panggang dari pada api. Dan, pemilu akan beralih dari seleksi wakil rakyat menjadi lapangan kerja bagi mereka yang bermodal. Akibatnya, sesampainya di gedung dewan mereka akan berupaya melakukan serangkaian cara untuk balik modal. Begitulah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-8314628648891571573?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/8314628648891571573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=8314628648891571573' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/8314628648891571573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/8314628648891571573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/08/jika-gaji-anggota-dewan-tak-lagi-mewah.html' title='Jika Gaji Anggota Dewan Tak Lagi Mewah'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-9137203106654864505</id><published>2009-08-04T13:28:00.002+07:00</published><updated>2009-08-04T13:45:59.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SURAU; Lembaga Pendidikan Islam di Minangkabau</title><content type='html'>Oleh: DM. Thanthar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surau dalam tulisan ini bukan hanya sekedar tempat belajar membaca A-Quran seperti mushala atau langgar. Namun lebih dari pada itu surau akan lebih disorot sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Islam yang telah melahirkan sejumlah ulama-ulama terkenal yang mengharumkan Ranah Minang dengan memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan agama Islam.Perkembangan Islam yang dilakukan oleh para ulama hasil didikan surau tidak hanya terjadi pada wilayah yang sempit melainkan menembus batas regional nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, surau sebagai lembaga pendidikan merupakan bagian integral dari memori kolektif masyarakat Minangkabau. Akan tetapi, dalam perkembangan dan modernisasi pendidikan, pemahaman tentang surau mengalami pergeseran sehingga surau lebih dipahami dalam ruang lingkupnya yang sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, konsep surau di Minangkabau dapat dibagi kepada dua jenis yakni surau kecil dan surau besar. Surau kecil merujuk pada bangunan pelengkap rumah gadang yang didirikan oleh masing-masing kaum atau suku. Surau kecil biasanya difungsikan sebagai tempat tidur laki-laki di Minangkabau. Selain itu, juga menjadi tempat musyawarah kaum, tempat shalat, dan tempat anak laki-laki belajar ilmu beladiri silat. Berdasarkan fungsinya itu, surau kecil sering juga disebut sebagai surau kaum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan surau kecil, surau besar bukanlah merupakan bangunan pelengkap rumah gadang tetapi bangunan yang didirikan oleh individu dengan bantuan masyarakat untuk kepentingan pendidikan dan pengajaran Islam. Dalam perkembangannya, surau besar inilah yang melahirkan ulama-ulama di Minangkabau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penulisan selanjutnya, pembahasan akan lebih difokuskan kepada surau besar. Jadi kata surau yang akan digunakan kiranya dapat dipahami sebagai surau besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mengamati perkembangan Lembaga Pendidikan Islam di Sumatera Barat maka kita tidak akan menemukan lembaga pendidikan yang menggunakan kata surau. Padahal, sesungguhnya surau yang ada di Minangkabau serupa dengan pesantren yang ada di Pulau Jawa. Sistem pengajaran yang dilakukan oleh dua Lembaga Pendidikan Islam tersebut (Surau dan Pesantren) juga tidak jauh berbeda. Ketika masih dikelola secara tradisional keduanya menggunakan sistem halaqah. Belum ada meja dan kursi untuk siswa tetapi hanya duduk melingkari ulama yang menjadi guru. Dan ketika dikelola secara lebih modern keduanya juga menggunakan fasilitas seperti meja, kursi, dan papan tulis. Bahkan lebih dari itu, mereka juga mulai mengeluarkan ijazah untuk setiap murid yang telah menamatkan pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sebenarnya surau sebagai lembaga pendidikan masih ada di Sumatera Barat tetapi para pengelola lembaga pendidikan tersebut lebih memilih kata pesantren dari pada kata surau. Maka lahirlah berbagai pesantren sebagai lembaga pendidikan di Sumatera Barat di antaranya Pesantren Nurul Ikhlas, Pesantren Modern Terpadu Hamka, dan pesantren-pesantren lainnya. Sementara itu, surau berkembang dengan makna yang sempit dan hanya sebatas sebagai surau kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, surau selain sebagai lembaga pendidikan juga merupakan salah satu identitas bagi masyarakat Minangkabau. Setiap orang Minangkabau biasanya kenal dengan kata surau walaupun tidak memahaminya secara mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, akankah akan muncul surau sebagai lembaga pendidikan di Sumatera Barat yang akan lebih memaknai identitas orang Minang dalam kehidupannya. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-9137203106654864505?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/9137203106654864505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=9137203106654864505' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/9137203106654864505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/9137203106654864505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/08/surau-lembaga-pendidikan-islam-di.html' title='SURAU; Lembaga Pendidikan Islam di Minangkabau'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-1986681969192929758</id><published>2009-08-04T12:33:00.002+07:00</published><updated>2009-08-04T13:51:02.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>PILPRES; Pertarungan Para Milyarder Menuju Istana Negara</title><content type='html'>Oleh: DM. Thanthar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;9 April 2009 telah berlangsung Pemilihan Legislatif (Pileg). Artinya, etape pertama pesta demokrasi lima tahunan di negeri ini telah berlalu. Pada etape pertama tersebut, rakyat telah menentukan wakil-wakilnya yang diharapkan bisa mengeluarkan kebijakan yang memihak rakyat sekaligus mengawal proses pemerintahan hingga 2014. Berbagai persoalan pun mencuat, mulai dari hiruk pikuk masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga heboh saat penetapan caleg terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pelaksanaan pileg masih menyisakan berbagai persoalan yang dinilai oleh beberapa kalangan sebagai carut marut demokrasi tetapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara resmi pesta demokrasi tetap harus terus bekerja. Mereka harus mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) sebagai etape kedua proses demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya KPU, pasangan capres dan cawapres pun sibuk mempersiapkan diri menyongsong 8 Juli. Suhu perpolitikan di negeri ini pun makin menghangat. Berbagai kegiatan politik terjadi, seperti lobi-lobi politik mencari kawan koalisi sekaligus memetakan kekuatan untuk sebuah kemungkinan pencapaian target yakni menang dan berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, cukup banyak tokoh yang menyatakan niat dan kesediaannya menjadi capres namun perkembangan lobi politik sebagai dampak hasil pileg pun bicara. Hasil pileg secara tidak langsung memang telah mengerucutkan persoalan tentang capres tetapi proses koalisi dan penetapan cawapres tetap berlangsung dengan alot. Akhirnya, hanya tiga pasang capres dan cawapres yang bertahan dari seleksi alam politik. Tiga pasang capres dan cawapres tersebut pun mendeklarasikan kesiapannya untuk maju menuju kursi RI 1 dan RI 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan yang akan bertarung menuju istana negara sudah jelas. Jusuf Kalla (JK) yang sebelumnya, bahkan sampai Oktober nanti, mendampingi Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai wakil presiden menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden Republik Indonesia untuk periode 2009-2014. Ia begerak cepat, Wiranto yang juga berkeinginan menjadi salah satu kandidat presiden dari Partai Hanura akhirnya menyatakan kesediaannya mendampingi JK sebagai calon wakil presiden. Mereka pun menjadi pasangan capres-cawapres pertama yang melakukan deklarasi. Lebih cepat lebih baik, demikian semboyan yang mereka usung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak cepat JK-Wiranto disusul oleh SBY dengan menggandeng Boediono sebagai cawapres. Unik memang, dari sekian nama yang diajukan oleh partai politik yang berkoalisi dengan Partai Demokrat, SBY malah memilih tokoh non partai. Akibatnya, pro kontra dalam koalisi Demokrat pun mencuat. Biduk koalisi Demokrat seakan hendak pecah dan terberai. Namun lobi-lobi politik mampu meredam kegelisahan itu dan SBY-Boediono resmi menjadi kandidat capres-cawapres yang akan diusung Partai Demokrat berserta mitra koalisinya. Deklarasi pasangan SBY-Boediono yang dilangsungkan di Bandung dihadiri sekitar 21 partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandidat capres-cawapres yang ketiga adalah pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto. Dua nama yang sama-sama kuat keinginannya menjadi capres. Bahkan jelang hari akhir pendaftaran capres-cawapres, penetapan formasi Mega-Prabowo atau Prabowo-Mega masih berlangsung dengan alot. Seolah-olah tidak ada yang akan mengalah untuk menempati posisi RI 2. Akhirnya, Prabowo mengalah, formasi Mega-Prabowo menjadi keputusan final dari pergulatan lobi politik yang paling lama dibanding dua capres-cawapres lainnya. Mereka pun mendaftar ke KPU, meski belum melakukan deklarasi. Deklarasi Mega-Prabowo baru dilakukan pada hari Minggu (24/5) di Bantar Gebang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, ijab kabul partai politik di negeri ini kembali terjadi untuk yang kesekian kalinya. Tiga pasang pengantin politik itu pun menjalani tes kesehatan. Sekitar 46 dokter terbaik negeri ini dipersiapkan KPU. Rakyat tentunya berharap, tim dokter yang memeriksa kesehatan capres-cawapres benar-benar independen dan profesional dalam melakukan tugasnya. Jangan sampai terpengaruh pula oleh virus-virus politik yang akan memunculkan manipulasi data hasil tes kesehatan calon pemimpin negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes kesehatan memang sangat dibutuhkan karena negeri ini membutuhkan pemimpin yang sehat. Sehat jasmani dan rohani, sehat jiwa dan raga. Pemimpin yang tidak sehat tentu sangat mustahil menyehatkan pertiwi yang masih demam, kalau terlalu buruk dikatakan menderita penyakit kronis karena sampai saat ini republik kita yang tercinta masih menjadi salah satu negara yang mengalungi medali korupsi secara internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi memang harus menjadi musuh bersama dan perlu diantisipasi. Salah satu langkah antisipasi adalah dengan melakukan pemeriksaan aset dan kekayaan para calon pemimpin, termasuk capres-cawapres. Mereka wajib melaporkan kekayaan yang dimiliki kepada rakyat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat mandat untuk melakukan pemeriksaan dan klarifikasi harta kekayaan capres-cawapres. Hasilnya, rata-rata kekayaan pasangan capres-cawapres berjumlah milyaran rupiah. Meskipun belum ada pengumuman resmi dari KPK dan KPU, tetapi sejumlah media massa telah melansir beberapa perkiraan jumlah harta kekayaan capres-cawapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JK diperkirakan memiliki kekayaan mencapai 300 milyar rupiah dan Wiranto sekitar 81 milyar rupiah. SBY memiliki aset dan kekayaan sekitar 7,1 hingga 7,6 milyar rupiah dan Boediono 22 milyar rupiah. Kekayaan Megawati diperkirakan berjumlah 105,8 milyar rupiah dan Prabowo Subianto disebut-sebut sebagai orang terkaya dengan jumlah kekayaannya sekitar 1,7 trilyun rupiah. Memang, jumlah kekayaan yang tercantum di atas bukan merupakan angka pasti tetapi andai pun jumlahnya kurang dari itu kekayaan capres dan cawapres tidak akan berada di bawah angka 1 milyar. Artinya, Pilpres 2009 merupakan pertarungan para milyarder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun yang akan terpilih negara ini tetap akan dipimpin oleh sepasang milyarder. Pertanyaannya, apakah yang dicari oleh enam milyarder tersebut? Benarkah murni berlandaskan keinginan pengabdian kepada rakyat ataukah masih ada niat menambah tumpukan kekayaan meski gaji mereka berasal dari cucur peluh dan keringat rakyat yang belum sepenuhnya lepas dari kemelaratan? Mungkinkah para milyarder mau menyisihkan harta pribadinya untuk kesejahteraan rakyat? Jika ada sang milyarder yang rela menjadi presiden tanpa gaji, tanpa korupsi, tentu sangat layak mendapat sebutan pemimpin rakyat yang benar-benar merakyat bahkan akan layak menyandang gelar pahlawan bangsa. Mustahilkah hal itu bagi para milyarder yang bertarung pada Pilpres 2009? Semoga tidak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-1986681969192929758?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/1986681969192929758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=1986681969192929758' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/1986681969192929758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/1986681969192929758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/08/pilpres-pertarungan-para-milyarder.html' title='PILPRES; Pertarungan Para Milyarder Menuju Istana Negara'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-4152003260271123136</id><published>2009-04-09T20:31:00.001+07:00</published><updated>2009-04-09T20:36:52.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh Usil'/><title type='text'>Demokrasi VS Demograzy</title><content type='html'>Ini Pemilu, ajang yang digelar tiap lima tahun sekali. Kali ini, Pemilu beda. Teknis pemberian surat suara beda, tidak coblos melainkan contreng atau centang. Lainnya, format surat suara juga beda tanpa foto si caleg kecuali untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun demikian tujuannya tidak beda, tetap untuk menegapkan langkah ranah yang bernama Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas ini adalah proses demokrasi yang hakikatnya dari rakyat untuk rakyat. Hanya saja pada kenyataannya tidak sepenuhnya begitu bukan dari rakyat untuk rakyat melainkan dari rakyat untuk wakil rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah anak yang terlahir dari rahim Nusantara berlomba menjadi wakil rakyat tetapi sepertinya belum ada yang maju karena dicalonkan oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung MPR seakan telah menjadi sebuah perusahaan bonafit yang tiap lima tahun sekali membuka lapangan kerja bagi pengangguran negeri. Demi mencapai kursi panas MPR, rata-rata caleg harus mengeluarkan sejumlah biaya yang tidak sedikit. Puluhan juta, ratusan juta, dan mungkin lebih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, andai saja sejumlah uang itu digunakan untuk membangun negeri ini tentu dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk biaya itu, pegadaian adalah solusi padahal belum ada jaminan akan terpilih. Salut untuk sebuah rasa optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian derasnya pesona demokrasi sehingga kadang caleg hanyut olehnya dan mereka makin hanyut ketika didekati oleh kegagalan. Caleg hanyut oleh arus demokrasi hingga banyak yang tidak selamat alias bermuara pada tanah demograzy. Ya, demograzy alias mendemokan kegilaan karena gagal. Ada yang menggilai rakyat sehingga muncul konflik dan kerusuhan. Lainnya, menggilai diri sendiri dengan makna yang sesungguhnya alias sinting karena stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pasca Pemilu 2009 kita akan menemukan hal itu. Mari sama-sama kita tunggu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-4152003260271123136?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/4152003260271123136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=4152003260271123136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/4152003260271123136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/4152003260271123136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/04/demokrasi-vs-demograzy.html' title='Demokrasi VS Demograzy'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-3016829223214941378</id><published>2009-03-03T17:21:00.001+07:00</published><updated>2009-03-03T17:28:03.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh Usil'/><title type='text'>Valentine Day Bukan Hari Kasih Sayang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/Sa0F-goS39I/AAAAAAAAAII/HM44zCMnLfE/s1600-h/tatto-evil_fairy,_modificado.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 164px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/Sa0F-goS39I/AAAAAAAAAII/HM44zCMnLfE/s200/tatto-evil_fairy,_modificado.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308906107208654802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maninjau, GUWO News – Selasa(3/3/09). Valentine Day (VD) pada dasarnya merupakan hari untuk mengenang kematian Valentino, yakni seorang yang berani menentang kebijakan Kaisar Romawi Kuno tentang pelarangan untuk menikah kepada para pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan mendasar dari kebijakan kaisar romawi kuno tersebut adalah akan melemahnya fisik para pemuda setelah mereka menikah. Hal ituterkait dengan tujuan kaisar yang terobsesi membangun pasukan perang yang tangguh untuk menghadapi musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya sosok Valentino sebagai penentang kebijakan merupakan ancaman bagi kaisar dalam mewujudkan obsesinya sehingga Valentino ditangkap dan divonis hukuman mati oleh kaisar. Kondisi itu memunculkan simpati masyarakat Romawi Kuno kepada Valentino sehingga mereka menjadikan Valentino sebagai simbol kekuatan kasih sayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kaisar sendiri mengadakan semacam perayaan setiap tanggal 14 Februari - yang merupakan tanggal kematian Valentino - sebagai peringatan kepada rakyatnya yang berani menentang kebijakan kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangan selanjutnya tanggal 14 Februari dikenal sebagai Valentine Day dan gaungnya menyebar ke seluruh penjuru dunia, sampai ke Indonesia. Peringatan VD itu dimaknai dengan perayaann yang beragam oleh tiap-tiap masyarakat sehingga menjadi semacam perayaan yang pada akhirnya disebut dengan Hari Kasih Sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh memang, karena secara arti kata sangat tidak sesuai Valentine Day diartikan dengan Hari Kasih Sayang. Akan tetapi dinamika masyarakat Indonesia yang cenderung latah dalam mengikuti perkembangan dunia luar menjadikan VD mengakar dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antusias generasi muda sangat terlihat ketika mendekati tanggal 14 Februari. Mereka membeli bermacam-macam kado untuk sang kekasih atau untuk orang-orang yang mereka kasihi. Kado utama tentunya berupa boneka cinta dengan warna pink dan kado-kado lainnya yang juga didominasi warna pink. Bahkan lebih dari itu, VD menjadi semacam legalitas untuk melakukan seks bebas. Faktanya, saat malam VD penjualan kondom meningkat tajam bahkan beberapa apotek pun kehabisan stok alat kontrasepsi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragis, masyarakat Minangkabau yang memiliki sistem nilai yang begitu anggun dan terhormat telah cenderung berubah menjadi masyarakat yang juga latah budaya asing. Penilaian itu memang tidak menyeluruh karena masih ada beberapa kelompok generasi muda yang memiliki upaya untuk menyikapi budaya asing secara cerdas dan kritis. Mereka mungkin akan dipandang aneh dan dianggap sebagai kelompok yang tidak mengikuti perkembangan zaman. Akan tetapi dalam pengamatan saya, justru mereka merupakan penyelamat wajah Minangkabau yang telah banyak tercoreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar, akan lahir beragam interpretasi terhadap tulisan ini tetapi itu merupakan hal yang lumrah karena tiap individu mempunyai pola pikir sendiri yang didasasi latar belakang kehidupan, pemahaman ilmu, dan dasar  sistem nilai di keluarga masing-masing. Perbedaan tersebut akan menentukan tujuan hidup tiap individu. Hanya dua tujuan hidup manusia yakni tujuan duniawi dan tujuan ukhrawi. Namun demikian pemahaman terhadap kedua tujuan hidup itu hendaknya jangan dilakukan dengan menggunakan pola pikir sempit karena pembagian itu hanya sebagai fokus saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan sederhananya, Duniawi meliputi pengabaian urusan akhirat tetapi bisa juga tidak mengabaikan tujuan akhirat hanya saja urusan dunia lah yang lebih mendominasi kehidupan golongan ini dengan makna materi. Sementara itu Ukhrawi bukan berarti mengabaikan urusan dunia melainkan selalu menjadikan aktivitas dunia bermakna ibadah. (dmt)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-3016829223214941378?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/3016829223214941378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=3016829223214941378' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3016829223214941378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3016829223214941378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/03/valentine-day-bukan-hari-kasih-sayang.html' title='Valentine Day Bukan Hari Kasih Sayang'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/Sa0F-goS39I/AAAAAAAAAII/HM44zCMnLfE/s72-c/tatto-evil_fairy,_modificado.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-8626965044973033793</id><published>2009-02-28T02:53:00.005+07:00</published><updated>2009-02-28T03:23:21.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh Usil'/><title type='text'>Coretan Kecil Untuk Renungan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SahGAKRkC6I/AAAAAAAAAHg/Q61oSDdIdwA/s1600-h/Padank-Aia+Haji3.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SahGAKRkC6I/AAAAAAAAAHg/Q61oSDdIdwA/s200/Padank-Aia+Haji3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307569129428093858" /&gt;&lt;/a&gt;Sewaktu-waktu kehidupan ini tidak sebahagia senyum bayi. Juga tidak seindah biasan pelangi yang hadir di langit setelah gerimis usai. Hidup benar-benar sebuah perjuangan. Perjuangan yang melahirkan pertempuran maha dahsyat. Bukan layaknya pertempuran kanak-kanak, yang ketika sang hero mati akan bisa bangkit lagi dan kembali menyerang sehingga musuh-musuhnya tunduk dan takluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kanak-kanak selalu berlalu. Ia pergi bersama senja dan tidak akan pernah kembali lagi bersama fajar. Masa kanak-kanak merupakan salah satu dari sekian banyak pucuk kebahagiaan yang ada pada pohon kehidupan. Kebahagiaan masa kanak-kanak tidak akan pernah lelah mengendap dalam memori insan, bahkan sampai saat batas langkah telah nyata sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SahJRll-0AI/AAAAAAAAAHw/bfKY76ueTVM/s1600-h/Padank-Aia+Haji13.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SahJRll-0AI/AAAAAAAAAHw/bfKY76ueTVM/s200/Padank-Aia+Haji13.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307572727354150914" /&gt;&lt;/a&gt;Perih terkadang menyisip kala mengenangkan masa kanak-kanak, karena di sela bahagianya juga terselip luka yang ditorehkan oleh sembilu waktu. Akan tetapi jangan tumpahkan air mata untuk pembasuh perih itu. Biarkan ia mencari maknanya sendiri dalam titian waktu. Sementara itu, tetaplah membekaskan jejak untuk perjuangan abadi. Perjuangan yang hanya akan berhenti ketika insan telah memahami makna ke-aku-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja yang membawa masa kanak-kanak biarlah pergi, lenyap, musnah, dan sirna sekalian. Semoga kesombongan dan kemunafikan jiwa ikut serta bersamanya. Kendati demikian, keegoan jiwa tidak akan sepenuhnya hilang dalam pekat malam. Ia akan selalu menyeruak di balik kebeningan embun remaja dan menawarkan sejuta warna untuk embun itu. Tidak ada yang bisa menebak warna apa yang akan singgah. Mungkin biru, hijau, merah, kuning, atau bahkan mungkin juga hitam. Pastinya, tidak akan pernah hadir warna yang benar-benar putih karena kita manusia, bukan malaikat.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SahK5ZXhpoI/AAAAAAAAAH4/xNW3IzgtlF4/s1600-h/Eagle+Fly.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SahK5ZXhpoI/AAAAAAAAAH4/xNW3IzgtlF4/s200/Eagle+Fly.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307574510778689154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika warna kehidupan remaja memang bergulir bersama denyut dan detak waktu yang diiringi rentak dan geliat kebudayaan. Waktu melangkah dalam keteraturannya yang sempurna, sesuai dengan titah yang menjadi tanggungjawabnya. Sementara, kebudayaan sering oleng dalam tariannya, bahkan juga mengalami benturuan-benturan dengan sejuta isme, ideologi, dan kepentingan. Tentunya, hanya yang terkuatlah yang akan jadi Sang Dominan. Namun demikian, Sang Dominan tidak akan mutlak menjadi penguasa jiwa dan menjadi warna bagi nafas kehidupan remaja karena jiwa remaja sangatlah dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan jiwa remaja bersama waktu dan budaya akan mencapai batas dan menyisakan sesuatu yang bernama kepribadian. Kepribadian untuk menuju kedewasaan. Kedewasaan yang entah telah datang kepada kita entah belum. Kita tidak akan bisa memvonisnya karena senandung sesat iblis selalu mengombang-ambingkan manusia ketika hendak menelanjangi jiwanya untuk mencari kedewasaan, yang pada hakikatnya merupakan upaya untuk mencari jati diri dan makna hadirnya sebagai hamba dan khalifah di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kedewasaan itu tidak perlu dicari, karena ia selalu datang tiap pagi untuk menghirup kearifan dan kebijaksanaan nan bersuci dengan kejujuran embun. Kedewasaan adalah fajar yang kehangatannya senantiasa membelai hidup dan kehidupan. Kedewasaan bukanlah matahari yang akan membutakan mata hati dan membisukan suara nurani dengan sengatan panasnya.(DMT)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-8626965044973033793?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/8626965044973033793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=8626965044973033793' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/8626965044973033793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/8626965044973033793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/02/coretan-kecil-untuk-renungan.html' title='Coretan Kecil Untuk Renungan'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SahGAKRkC6I/AAAAAAAAAHg/Q61oSDdIdwA/s72-c/Padank-Aia+Haji3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-3668623387737819711</id><published>2009-02-27T22:09:00.003+07:00</published><updated>2009-03-06T23:11:58.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh Usil'/><title type='text'>Pemilu 2009 Versus Penderita Keaksaraan Fungsional</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/Sagtqf0ufjI/AAAAAAAAAHY/-8R1GGMdSac/s1600-h/Pose+di+Polda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/Sagtqf0ufjI/AAAAAAAAAHY/-8R1GGMdSac/s200/Pose+di+Polda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307542368976535090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak sampai dua bulan lagi Pesta Demokrasi Akbar Indonesia alias Pemilu 2009 akan berlangsung. Seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggaraan Pemilu telah melakukan berbagai persiapan dengan berbagai perubahan untuk sebuah perbaikan. Salah satu perubahan yang cukup nyata adalah bergantinya sistem coblos menjadi sistem centang. Perubahan coblos menjadi centang lebih terkait pada cara pelaksanaan sehingga dengan melakukan simulasi hal tersebut tentu akan bisa teratasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan lainnya yang perlu disoroti adalah perubahan format kertas surat suara pemilu. Biasanya, kertas suara mencantumkan nama dan foto calon legislatif (caleg) sehingga pemilih bisa mengenali calon wakilnya untuk DPR-RI dan DPRD Tk I dan II berdasarkan nama dan foto. Untuk Pemilu 2009 Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepakat mengubah format kertas suara hanya dengan mencantumkan nama caleg saja tanpa foto, kecuali kertas suara untuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan format surat suara tersebut tentunya tidak begitu menjadi masalah bagi pemilih yang pandai baca, tulis, dan hitung. Tetapi akan cukup menyulitkan pemilih yang menderita Keaksaraan Fungsional (KF) alias buta angka dan huruf dalam menentukan pilihannya pada Pemilu 2009. Kondisi tersebut akan sangat memungkinkan munculnya kendala baru dalam Pemilu 2009 karena kemungkinan salah pilih bagi masyarakat penderita KF akan sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitaan yang ada di televisi, KPU telah mempersiapkan penanganan khusus terhadap penderita tuna netra tetapi belum ada pemberitaan terkait dengan upaya KPU untuk menyikapi keberadaan pemilih penderita KF. Apakah keberadaan mereka luput dari perhatian KPU?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlupakannya keberadaan penduduk penderita KF memang sangat mungkin terjadi karena selama ini kendala yang muncul dalam pemilu tidak pernah terkait dengan pemilih penderita KF. Akan tetapi perubahan format surat suara yang berbeda dari pemilu sebelumnya bisa diprediksi akan sangat memungkinkan mengemukanya masalah baru yang terkait dengan penderita KF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi sampai saat ini belum ada jaminan Indonesia telah bebas KF. Untuk Provinsi Sumatera Barat saja, berdasarkan data BPS Provinsi Sumatera Barat, tahun 2006 terdapat sekitar 3,65 % dari 4.632.152 penduduk di Sumatera Barat yang menderita KF. Sementara itu penanganan yang telah dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar sejak tahun 2006 sampai tahun 2008 hanya sekitar 106.522 orang. Jumlah itu pun belum bisa dipastikan semuanya telah bebas dari KF karena untuk pemberantasan KF harus melalui tiga tahap yakni tahap dasar, tahap lanjut, dan tahap mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data di atas masih berupa perkiraan sehingga untuk keakuratan data tentunya KPU harus bekerja sama dengan para walinagari se Sumatera Barat karena walinagari lah yang lebih mengetahui kondisi masyarakat di tingkat nagari. Dengan demikian maka data pasti tentang penderita KF di Sumatera Barat akan terungkap sehingga antisipasi untuk menghadapi Pemilu 2009 bisa segera diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota belum begitu bagus padahal pemberantasan KF membutuhkan penanganan bersama yang bersifat berkesinambungan dalam program dan anggaran dana. Pemerintah Kabupaten dan Kota masih banyak yang hanya mengandalkan dana dari Provinsi dan tidak memiliki anggaran dana khusus untuk menanggani KF di wilayah mereka. Kendala lainnya tentu terkait dengan budaya orang Minang yang biasanya malu mengakui kalau mereka tidak mengenali angka dan huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini tentunya harus segera disikapi oleh KPU karena masih ada waktu menjelang penyelenggaraan Pemilu yang direncanakan tanggal 9 April 2009 nanti. Jangan sampai lah tumbuah baru disiangi, abih cakak silek takana (sudah tumbuh baru dibersihkan, habis bertarung baru ingat jurus) tetapi bagusnya maminteh sabalun anyuik, baringek sabalun kanai (mengatasi sebelum hanyut, waspada sebelum terjadi. Mudah-mudahan Pemilu 2009 berjalan dengan sukses.(dmt)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-3668623387737819711?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/3668623387737819711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=3668623387737819711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3668623387737819711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3668623387737819711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/02/pemilu-2009-versus-penderita-keaksaraan.html' title='Pemilu 2009 Versus Penderita Keaksaraan Fungsional'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/Sagtqf0ufjI/AAAAAAAAAHY/-8R1GGMdSac/s72-c/Pose+di+Polda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-3399904448609893235</id><published>2009-02-17T01:50:00.005+07:00</published><updated>2009-02-24T22:48:56.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh Usil'/><title type='text'>Minangkabau Dalam Keprihatinan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SaQW1dmAPZI/AAAAAAAAAHQ/01TSyK_fono/s1600-h/Gonjong.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 71px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SaQW1dmAPZI/AAAAAAAAAHQ/01TSyK_fono/s200/Gonjong.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306391368682192274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perubahan sosial dan budaya terjadi secara terus menerus di Minangkabau. Ranah yang dahulunya banyak melahirkan tokoh kini mulai digerogoti oleh arus baru nan secara perlahan membelit pola fikir generasi muda Minang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelisah tentu melanda kalangan yang masih menganggap sistem nilai Minangkabau sebagai sesuatu pusaka aturan hidup nan perlu dipertahankan eksistensinya. Salah satu yang dilanda kegelisahan adalah Lembaga nan berkompeten mengenai adat yakni Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya kegelisahan mereka juga merupakan kegelisahan saya.Sebagai orang muda Minang saya juga prihatin dengan perubahan negatif yang terjadi, seperti tata cara pergaulan muda mudi nan cenderung bebas dengan mencaplok gaya hidup Barat tanpa pilah-pilih. Lainnya, pembentukan keluarga-keluarga baru yang juga jauh dari sistem nilai Minangkabau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang saya bertanya-tanya juga, masih adakah Minangkabau itu? Atau nan tertingal hanyalah nama besar etnis penganut Matrilineal? Jika pencegahan tidak ada, maka tidak mustahil Sistem Nilai Minangkabau hanya tingal kenangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-3399904448609893235?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/3399904448609893235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=3399904448609893235' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3399904448609893235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3399904448609893235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/02/perubahan-sosial-dan-budaya-terjadi.html' title='Minangkabau Dalam Keprihatinan'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SaQW1dmAPZI/AAAAAAAAAHQ/01TSyK_fono/s72-c/Gonjong.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-3878538524693347423</id><published>2009-02-12T23:00:00.001+07:00</published><updated>2009-02-21T18:54:41.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Celoteh Usil'/><title type='text'>Pelantikan Baru, Haruskah Beli Mobil Dinas Baru?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SZ_ql1nnAlI/AAAAAAAAAGo/2QwgvUdjqZA/s1600-h/Kingdon5.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 171px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SZ_ql1nnAlI/AAAAAAAAAGo/2QwgvUdjqZA/s200/Kingdon5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305216821835006546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah alias DPRD Kota Padang mensahkan Anggaran Penyelenggaraan Belanja Daerah sebesar Rp.1.043 triliun yang diajukan oleh Pemerintah Kota Padang. Usut punya usut, ternyata jumlah anggaran tersebut termasuk anggaran untuk membeli sejumlah mobil dinas (mobnas) untuk beberapa kepala dinas di Kota Padang. Jelas kecurigaan mulai bermunculan lewat sejuta pertanyaan, apakah pelantikan baru berarti harus ada mobnas baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sulap bukan sihir, yang jelas ada anggapan bahwa anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintahan Kota Padang adalah sejenis 'basa basi balas budi' dari Pemko kepada para kepala dinas yang berperan aktif menggolkan dirinya menjadi orang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;number one&lt;/span&gt; di Kota Padang. Entah benar entah tidak, yang pasti desas-desus seperti itu samar-samar terdengar juga sampai ke beberapa kalangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi desas-desus tersebut, saya tidak akan berkomentar banyak. Dua kemungkinan jelas terbuka lebar, bisa jadi desas-desus itu benar bisa juga tidak. Jika desas-desus itu benar, maka sangat disayangkan kebijakan Pemko itu karena banyak kebutuhan masyarakat yang membutuhkan biaya. Pendidikan di Padang belum seutuhnya meng-coup masyarakat yang bernaung dalam tanggungjawab Walikota Padang. Ketika orang berkunjung ke Padang masih gampang menemui anak-anak usia sekolah yang bertebaran di jalan-jalan Kota Padang, tepatnya di persimpangan lampu lalu lintas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru satu hal yang harus menjadi pertimbangan Pemerintahan Kota Padang, hal lainnya juga masih banyak termasuk masalah kemiskinan, penggangguran, kesehatan, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula menurut saya, pelantikan baru tidak harus beli mobil baru pula. Bukankah mobil lama masih ada dan laik jalan. Akan lebih mulia kiranya seorang pemimpin mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyatnya ketimbang menghiasi diri dan kekuasaannya dengan kemegahan materi yang merampas hak rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sepakat dengan Fraksi PPP yang menolak anggaran mobnas tersebut, terlepas apa alasan dibalik penolakan mereka. Saya terkadang berfikir juga, sampai kapankah rakyat akan dipolitiki oleh para elit mereka? Saat ini ada satu impian saya, pemimpin yang ada di negeri benar-benar menjadi pemimpin yang ikhlas dan rela menderita demi kesejahteraan rakyatnya. Mungkinkah? Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-3878538524693347423?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/3878538524693347423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=3878538524693347423' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3878538524693347423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3878538524693347423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/02/pelantikan-baru-haruskah-beli-mobil.html' title='Pelantikan Baru, Haruskah Beli Mobil Dinas Baru?'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SZ_ql1nnAlI/AAAAAAAAAGo/2QwgvUdjqZA/s72-c/Kingdon5.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-368101145800461883</id><published>2009-01-29T18:36:00.000+07:00</published><updated>2009-01-29T18:37:33.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Fatwa Rokok Kalahkan Fatwa Pornografi</title><content type='html'>Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang hukum merokok menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia sehingga fatwa-fatwa selain rokok menjadi kurang terpublikasi, termasuk fatwa pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fatwa merokok terlalu menjadi perhatian utama masyarakat sehingga fatwa-fatwa MUI lainnya, salah satunya fatwa tentang pornografi seakan-akan tidak begitu penting untuk dipublikasikan,” ujar Ketua MUI Sumatera Barat (Sumbar) Bidang Fatwa, Buya Gusrizal Gazahar, Lc, M.Ag. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa pornografi seharusnya menjadi bahan publikasi bagi media-media karena fatwa tersebut merupakan landasan aturan bagi kehidupan masyarakat yang lebih santun dan terhormat, lanjut Buya Gusrizal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pornografi merupakan ancaman bagi keberlangsungan norma positif  masyarakat. Perkembangan pornografi itu sendiri sangat meresahkan karena pornografi akan menggiring sifat masyarakat untuk menjauhi tataran nilai keagamaan,” kata Buya Gusrizal mengakhiri.(dmt)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-368101145800461883?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/368101145800461883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=368101145800461883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/368101145800461883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/368101145800461883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/01/fatwa-rokok-kalahkan-fatwa-pornografi.html' title='Fatwa Rokok Kalahkan Fatwa Pornografi'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-4864720748712205453</id><published>2009-01-29T18:31:00.001+07:00</published><updated>2009-01-29T18:34:42.574+07:00</updated><title type='text'>Perda Akan Kuatkan Fatwa MUI</title><content type='html'>Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat akan melakukan pendekatan-pendekatan kepada Pemerintah Kota (Pemko) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar fatwa yang dihasilkan MUI menjadi lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua MUI Sumatera Barat (Sumbar) Bidang Fatwa, Buya Gusrizal Gazahar, Lc, M.Ag fatwa yang dikeluarkan MUI hanya mengikat secara din jadi konsekuensinya hanya akan terlihat secara moril. Namun demikian, fatwa tersebut akan menjadi lebih kuat jika pemerintah meneruskan ide dalam fatwa tersebut menjadi peraturan, baik itu peraturan skala nasional maupun Peraturan Daerah (Perda).&lt;br /&gt;“Fatwa memiliki sifat yang tidak memaksa masyarakat untuk patuh karena fatwa hanya mengikat secara din dan secara moral. Jadi keberadaan fatwa tidak akan memberi hukuman kepada mereka yang melanggar fatwa. Untuk menguatkan pelaksanaan fatwa peran pemerintah yang lebih dominan,” ujar Buya Gusrizal, Kamis (29/1).&lt;br /&gt;Fatwa merupakan jawaban atas hukum syara’ dari pertanyaan yang diajukan kepada MUI. Artinya, fatwa hanya memberikan penjelasan sehingga tidak ada lagi keraguan masyarakat untuk menjalankan sesuatu hal.(dmt)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-4864720748712205453?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/4864720748712205453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=4864720748712205453' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/4864720748712205453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/4864720748712205453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/01/perda-akan-kuatkan-fatwa-mui.html' title='Perda Akan Kuatkan Fatwa MUI'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-5988666353220978868</id><published>2009-01-01T00:27:00.005+07:00</published><updated>2009-01-01T00:50:05.014+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SEKILAS TENTANG BUYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SVutOVWZ49I/AAAAAAAAAGg/pYs1yufe0bw/s1600-h/DMT4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 182px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SVutOVWZ49I/AAAAAAAAAGg/pYs1yufe0bw/s200/DMT4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286009049410298834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DM.Thanthar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Saya sangat terkesan pada desa kelahiran saya. Saya sudah sering keliling dunia, tapi rasanya tidak ada pemandangan yang seindah Maninjau. Desa it pun mempunyai arti penting bagi hidup saya. Begitu indahnya seakan-akan mengundang kita untuk melihat alam yang ada di balik keindahan itu …”&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Kenang-kenangan 70 tahun Buya Hamka)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekelumit Tentang Hamka&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hamka adalah nama kependekan ulama besar Indonesia, Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Ia dilahirkan di Tanah Sirah Nagari Sungai Batang Maninjau Sumatra Barat pada tanggal 13 Muharam 1326 H bertepatan dengan tanggal 16 Februari 1908. Ayahnya bernama DR. Haji Abdul Karim Amrullah (HAKA) yang juga dikenal dengan Inyiak Rasul dan ibunya bernama Syafiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia lahir, ayahnya mengatakan pada neneknya bahwa Hamka akan dikirim ke Mesir agar kelak menjadi ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hidupnya Buya Hamka tidak henti-hentinya menulis dan berpidato. Profesinya itu telah menghasilkan lebih dari 100 buku, ratusan makalah, essay, dan artikel yang tersebar dalam media massa seperti Pedoman Rakyat, Aliran Islam, Suara Partai Masyumi, Hikmah, Mimbar Agama, Panji Masyarakat, dan media-media massa lainnya. Selain itu, karya-karyanya banyak dipublikasikan melalui media elektronik seperti RRI dan TVRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluasan karya-karya Hamka sekaligus memperlihatkan keluasan minat intelektualnya. Seluruh tulisan dan karyanya dilandasi oleh semangat keislaman yang bergelora. Dengan semangatnya itu, ia juga memasuki bidang-bidang lain di luar bidang agama seperti filsafat, tasauf, kesusastraan, kebudayaan, sejarah, dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hamka Sebagai Seorang Ulama&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Segi yang sangat menarik tentang Buya Hamka adalah kepribadian dan gaya hidupnya. Beliau ramah, rendah hati, murah senyum, dan menyenangkan dalam percakapan. Bergaul dengan Hamka bisa menjadi suatu pengalaman yang sangat berkesan. Tidak sedikitpun terasa ketinggian hati atau keangkuhan dari diri beliau. Kesediaannya berdialog dan bertanya jawab adalah sifat keterbukaan jiwa Hamka yang telah dikenal luas. Oleh karena kepribadiannya itulah maka umat merasa sangat dekat dengan Masjid Agung Al Azhar yang beliau pimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya Hamka yang berkaitan dengan Agama antara lain:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Chatibul Ummah&lt;br /&gt;Tasauf Modern, 1939&lt;br /&gt;Lembaga Hidup, 1940&lt;br /&gt;Lembaga Budi, 1940&lt;br /&gt;Falsafah Hidup, 1949&lt;br /&gt;Perkembangan Tasauf dari Abad ke Abad, 1952&lt;br /&gt;Lembaga Hikmat, 1953&lt;br /&gt;Islam dan Kebatinan, 1972&lt;br /&gt;Pandangan Hidup Muslim, 1960&lt;br /&gt;Mengembalikan Tasauf ke Pangkalnya, 1942&lt;br /&gt;Renungan Tasauf; Kumpulan Ceramah, 1985&lt;br /&gt;Pribadi, 1950&lt;br /&gt;Muhammadiyah Melalui Tiga Zaman, 1946&lt;br /&gt;1001 Soal Hidup; Kumpulan Karangan di Pedoman Masyarakat, 1950&lt;br /&gt;Soal Jawab, 1960&lt;br /&gt;Di Lembah Cita-cita, 1952&lt;br /&gt;Himpunan Khotbah-khotbah, 1952&lt;br /&gt;Bohong di Dunia, 1952&lt;br /&gt;Do’a-do’a Rasulullah SAW, 1974&lt;br /&gt;Kedudukan Perempuan Dalam Islam, 1970&lt;br /&gt;Muhammadiyah di Minangkabau, 1975&lt;br /&gt;Mutiara Filsafat, rangkuman dari: Tasauf Modern Filsafat Hidup, Lembaga Hidup, dan Lembaga Budi., 1956&lt;br /&gt;Mutiara Tarawih dan Idul Fitri, 1991&lt;br /&gt;Akhlaqul Karimah, 1992&lt;br /&gt;Beberapa Tanya Jawab Umat Islam Masa Kini&lt;br /&gt;Revolusi Agama&lt;br /&gt;Revolusi Islam&lt;br /&gt;Revolusi Adat&lt;br /&gt;Revolusi Fikiran&lt;br /&gt;Dari Hati ke Hati&lt;br /&gt;Di Tepi Sungai Nil&lt;br /&gt;Tasauf Perkembangan dan Pemurniannya&lt;br /&gt;Adat Minangkabau dan Agama Islam&lt;br /&gt;Perkembangan Kebatinan di Indonesia&lt;br /&gt;Keadilan Ilahi&lt;br /&gt;Di Dalam Lembah Kehidupan&lt;br /&gt;Gairah, Cemburu&lt;br /&gt;Di Dalam Lembah Cita-cita&lt;br /&gt;Tafsir Al Azhar 30 Juz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hamka Sebagai Seorang Jurnalis&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Buya Hamka membangun reputasinya sebagai pengarang yang menulis berbagai hal. Selain ulama ia juga seorang wartawan dan editor di berbagai majalah. Ia juga menulis cerita pendek dan novel romantis pada masa-masa sebelum perang kemerdekaan. Prof. A. Teeaw pernah menuliskan bahwa Hamka adalah salah satu pengarang terpintar di luar kalangan kesusastraan yang resmi. Dikatakan demikian karena Hamka tidak bisa dimasukkan sebagai pengarang Angkatan Balai Pustaka. Karya Hamka awalnya muncul dalam majalah islam Pedoman Masyarakat dan cerita bersambung. Oleh karena itulah ia disebut sebagai sastrawan ‘berhaluan islam’ yang menjadikan kesusastraan sebagai sarana untuk berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan-tulisannya pernah dimuat dalam berbagai majalah antara lain:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Khatibul Ummah,&lt;/span&gt; terdiri dari tiga jilid, permulaan dicetak dengan huruf Arab.&lt;br /&gt;Dalam Majalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tentara,&lt;/span&gt; terdiri dari empat nomor pada tahun 1932 di Makassar.&lt;br /&gt;Dalam Majalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Al Wahdi,&lt;/span&gt; terdiri dari sembilan nomor di Makassar.&lt;br /&gt;Dalam Majalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Semangat Islam&lt;/span&gt; pada tahun 1943.&lt;br /&gt;Dalam Majalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menara &lt;/span&gt;yang terbit di Padangpanjang sesudah revolusi tahun 1946.&lt;br /&gt;Dalam Majalah P&lt;span style="font-style:italic;"&gt;edoman Masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam Majalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mimbar Agama&lt;/span&gt; Departemen Agama 1950-1953.&lt;br /&gt;Dalam Majalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Panji Masyarakat&lt;/span&gt; dari tahun 1959 sampai akhir hayatnya tahun 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hamka Sebagai Seorang Sastrawan&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya sastra yang ditulis Hamka pada umumnya berupaya mengkritik pelaksanaan adat Minangkabau yang dipandangnya tidak sesuai dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun karya-karya sastra Hamka adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Si Sabariah,&lt;/span&gt; merupakan roman yang dicetak dengan huruf arab tetapi berbahasa Minangkabau.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Laila Majnun.&lt;br /&gt;Di Bawah Lindungan Ka’bah.&lt;br /&gt;Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk.&lt;br /&gt;Merantau ke Deli.&lt;br /&gt;Mati Mengandung Malu, (terjemahan dari Manfaluthi).&lt;br /&gt;Terusir.&lt;br /&gt;Magaretha Gauthier.&lt;br /&gt;Tuan Direktur.&lt;br /&gt;Dijemput Mamaknya.&lt;br /&gt;Menunggu Beduk Berbunyi.&lt;br /&gt;Mandi Cahaya di Tanah Suci.&lt;br /&gt;Empat Bulan di Amerika.&lt;br /&gt;Mengembara di Lembah Nil.&lt;br /&gt;Di Tepi Sungai Dajlah Lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hamka Sebagai Seorang Sejarawan&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dibidang sejarah Hamka telah menulis beberapa buku tentang sejarah terutama mengenai sejarah umat Islam dan tulisan yang berbentuk biografi tokoh-tokoh Islam dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku sejarah karya Hamka antara lain:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sejarah Umat Islam&lt;br /&gt;Ayahku&lt;br /&gt;Pembela Islam, Tarikh Abu Bakar Sidik&lt;br /&gt;Ringkasan Tarikh Islam&lt;br /&gt;Sejarah Islam Sumatra&lt;br /&gt;Dari Perbendaharaan Lama&lt;br /&gt;Fakta dan Khayal Tuanku Rao&lt;br /&gt;Sayid Jamaluddin Al Afghani&lt;br /&gt;Kenang-kenangan Hidup&lt;br /&gt;Muhammadiyah Melalui Tiga Zaman&lt;br /&gt;Kenang-kenangan di Malaysia 1957&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hamka Sebagai Seorang Politikus&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih berusia 16 tahun, Hamka memutuskan merantau ke Pulau Jawa. Alasannya ketika itu karena kakak perempuannya, Fhatimah Karim Amrullah, telah berada di Pulau Jawa. Kakaknya itu ikut suaminya, Buya A.R. Sutan Mansur, yang berdagang batik di Pekalongan. Sesampainya di Pulau Jawa, Hamka menunjukkan minat untuk mempelajari politik. Ia mengikuti kursus-kursus politik yang diadakan oleh Serikat Islam. Tema-tema kursus tersebut disampaikan oleh tokoh-tokoh Serikat Islam, salah satunya H.O.S. Tjokroaminoto. Berdasarkan kursus-kursus itulah ia dapat memahami gagasan-gagasan sosialisme dalam masyarakat Islam. Hamka juga mempelajari Sosiologi dengan R.M. Suryo Pranoto dan memperdalam pengetahuan agamanya dengan H. Fakhruddin. Pada saat yang bersamaan, komunis sedang gencar menyebarkan pahamnya di Minangkabau sehingga ia dapat dengan mudah mengetahui perubahan-perubahan politik yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka juga menyaksikan tumbuhnya pertentangan-pertentangan antara golongan Islam, Marxis, dan Nasionalis Sekuler. Ia sendiri menetapkan arahnya untuk berjuang atas dasar ke-Islaman. Dengan bekal itu ia berangkat ke Pekalongan dan belajar mengenai tauhid dan ke-Islaman secara lebih mendalam, sehingga kepribadian muslim yang kuat tumbuh dalam jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa karya Hamka yang berkaitan dengan politik:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Revolusi Agama, 1946&lt;br /&gt;Negara Islam, 1946&lt;br /&gt;Merdeka, 1946&lt;br /&gt;Islam dan Demokrasi, 1946&lt;br /&gt;Revolusi Fikiran, 1946&lt;br /&gt;Dilamun Ombak Masyarakat, 1946&lt;br /&gt;Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi, 1946&lt;br /&gt;Sesudah Naskah Renville, 1947&lt;br /&gt;Urat Tunggang Pancasila, 1952&lt;br /&gt;Ekspansi Ideologi (Agahazwul Fikri), 1963&lt;br /&gt;Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret, 1947&lt;br /&gt;Revolusi Islam&lt;br /&gt;Revolusi Adat&lt;br /&gt;Cita-cita Kenegaraan Dalam Ajaran Islam, 1970&lt;br /&gt;Falsafah Ideologi Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hamka Sebagai Seorang Negarawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kecil Hamka tidak saja bergaul dengan orang-orang dengan dasar ke-Islaman yang kuat, tetapi juga berkawan dengan orang-orang yang paham dengan adat. Walaupun demikian, ia tidak pernah mengagung-agungkan sukunya sendiri. Latar belakang ke-Islamannya yang kuat menyebabkan ia menyadari benar arti sebuah kesukuan dan kebangsaan. Perantauannya ke Tanah Jawa tahun 1924, perjalanannya ke Makkah sekaligus menunaikan ibadah haji tahun 1927, selama empat tahun menetap di Makassar dan menelusuri daerah-daerah di Sulawesi, menguatkan kesadaran Hamka tentang makna ke-Indonesiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalamannya sebagai negarawan antara lain:&lt;br /&gt;Ketua Sekretariat Badan Pngawal Negeri dan Kota, dengan anggota: Chatib Sulaeman, Udin, Rasuna Said, dan Karim Alim. Badan ini merupakan gabungan dari semua partai yang ada saat itu serta sekalian Barisan Pejuang dalam manghadapi Class Kedua di Sumatra Barat.&lt;br /&gt;Berpidato tentang peranan sastra dan kebudayaan dalam revolusi saat diadakannya rapat Persatuan Pengarang Muda Muslim (PAMI) di Bukittinggi yang diprakarsai oleh Anwar Rasyid (Putra Buya A.R. Sutan Mansur). Pada kesempatan itu Hamka juga menguraikan peran sastra dan kebudayaan Melayu Lama serta Indonesia Modern mengawali dan mengiringi pergerakan kemerdekaan.&lt;br /&gt;Anggota Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional, dan&lt;br /&gt;Ketua Majelis Ulama Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Sumber:&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Brosur Sekilas tentang HAMKA,Maninjau.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-5988666353220978868?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/5988666353220978868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=5988666353220978868' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5988666353220978868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5988666353220978868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2009/01/sekilas-tentang-buya.html' title='SEKILAS TENTANG BUYA'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SVutOVWZ49I/AAAAAAAAAGg/pYs1yufe0bw/s72-c/DMT4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-3054201538405448369</id><published>2008-12-24T12:18:00.002+07:00</published><updated>2008-12-27T23:50:38.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>FENOMENA MENGUATNYA PERAN AYAH DALAM KELUARGA DI MINANGKABAU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SVZcE9WnUsI/AAAAAAAAAF4/qa1mVVUCl7g/s1600-h/Kingdon5.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 171px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SVZcE9WnUsI/AAAAAAAAAF4/qa1mVVUCl7g/s200/Kingdon5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284512453024502466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DM. Thanthar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Minangkabau merupakan etnis yang menganut sistem kekerabatan matrilineal, yaitu sistem kekerabatan yang menarik garis keturunan dari pihak ibu. Masyarakat Minangkabau adalah masyarakat matrilineal terbesar di dunia (Evers &amp; Korff). Menurut pola ideal, berdasarkan sistem kekerabatan matrilineal, di Minangkabau hubungan antara mamak (saudara lali-laki ibu) dan kemenakan (anak dari saudara perempuan) adalah hubungan yang saling mengikat. Mamak berkewajiban untuk mendidik kemenakannya sampai si kemenakan menjadi “orang”, dan untuk itu kemenakan dikehendaki untuk mematuhi segala nasihat dan arahan yang dilakukan oleh mamaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ninik mamak merupakan salah satu unsur dalam pemerintahan nagari menurut pola tradisional. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang sistem pemerintahan terendah yang mulai berlaku di Sumatra Barat tahun 1983 berdasarkan Perda Nomor 13 Tahun 1983 menyebabkan sistem pemerintahan nagari digantikan dengan sistem pemerintahan desa dan kelurahan. Dampaknya adalah berkurangnya peran ninik mamak dalam kehidupan masyarakat nagari. Fungsi ninik mamak telah digantikan oleh Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) buatan Pemerintah Orde Baru. Tumbangnya Orde Baru dan lahirnya Era Reformasi tahun 1998 menimbulkan keinginan masyarakat Minangkabau untuk kembali menghidupkan lembaga ninik mamak dalam nagari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkannya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah disikapi oleh Pemerintah Sumatra Barat dengan mencanangkan “Gerakan Kembali ke Nagari” yang diterapkan sejak tahun 2001. Oleh karena fungsi dan peranan ninik mamak telah banyak berubah selama diberlakukannya Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979, maka diperlukan usaha keras untuk mensosialisasikan kembali peran dan fungsi mamak terhadap masyarakat Minangkabau, terutama kepada generasi muda yang sebelumnya tidak pernah mengalami kehidupan dengan sistem pemerintahan nagari secara tradisional. Beberapa faktor telah menyebabkan terjadinya pergeseran-pergeseran nilai dalam masyarakat Minangkabau sehingga peran dan fungsi mamak sudak tidak begitu dirasakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Peran Mamak dan Ayah Secara Tradisional di Minangkabau&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara tradisional, diferensiasi peran yang berlaku dalam keluarga luas menempatkan laki-laki di Minangkabau berperan sebagai pemimpin dalam keluarga luasnya (keluarga ibunya). Alokasi kekuasaan yang berlaku mengharuskan laki-laki mempunyai tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi semua saudara perempuannya dan anak dari saudara-saudara perempuannya. Alokasi ekonomi yang berlaku menurut pola ideal menempatkan mamak sebagai penjaga dan pemelihara harta pusaka yang merupakan sumber kehidupan semua anggota keluarga luas. Alokasi solidaritas yang berlaku menyebabkan seorang mamak menurut aturan adat lebih dipatuhi oleh seseorang daripada ayahnya sendiri. Alokasi integrasi dan ekspresi yang berlaku secara tradisional menyebabkan orang lebih bangga menjadi kemenakan seorang tokoh terkenal daripada menjadi anak tokoh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas mamak, sesuai dengan alokasi kekuasaan yang berlaku, terhadap kemenakan perempuannya terutama adalah mencarikan jodoh yang baik baginya. Seorang mamak akan merasa sangat malu apabila ada di antara kemenakan perempuannya yang sudah cukup umur belum juga menikah. Mamak tersebut akan dikatakan sebagai orang yang tidak becus mengurus kemenakannya, sementara kemenakannya berserta keluarganya akan dijuluki sebagai keluarga yang tidak laku. Oleh karena itu, tugas laki-lakilah untuk mencarikan kemenakan perempuannya jodoh yang baik dan sepadan. Mamaklah yang berkewajiban untuk mendatangi laki-laki yang dianggap pantas sebagai jodoh kemenakannya dan menanyakan kesediaannya menikah dengan kemenakan perempuannya.&lt;br /&gt;Setelah terjadi perkawinan antara kemenakan perempuan dengan laki-laki dari kaum lain, tanggung jawab mamak terhadap kemenakannya tersebut tidak beralih kepada suaminya. Alokasi ekonomi dalam keluarga luas tetap berada di tangan mamak dan kaum perempuan dalam keluarga luas. Mamak tetap berkewajiban menjaga kemenakannya yang telah menikah tersebut dan mencukupi kebutuhan materinya. Tugas untuk mengatur pengeluaran rumahtangga berada pada tangan kaum perempuan dalam keluarga ibu. Oleh karena itulah maka perempuan dalam sebuah keluarga di Minangkabau disebut sebagai umban puruak (pemegang pundi-pundi). Sementara itu suami dari perempuan dalam satu kaum hanyalah merupakan pendatang dalam keluarga tersebut dan dilayani sebagaimana halnya seorang tamu. Suami tersebut disebut dengan urang sumando dalam keluarga si perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan yang terjadi di Minangkabau tidaklah menciptakan keluarga inti yang lepas dari keluarga luas (conjugal familly) sebab suami dan istri masing-masingnya tetap menjadi anggota dari garis keturunan mereka masing-masing. Oleh karena itu, pengertian tentang kaluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya sebagai satu unit tersendiri yang benar-benar lepas dari keluarga luas tidak terdapat dalam struktur sosial masyarakat Minangkabau secara tradisional. Dengan demikian, anak-anak hasil dari perkawinan merupakan anggota dari keluarga luas ibunya dan selalu lebih banyak melekatkan diri kepada sang ibu serta anggota-anggota lainnya dalam garis keturunan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kekerabatan matrilineal yang dianut oleh orang Minangkabau saat ini pelaksanaannya telah mengalami perubahan-perubahan dalam masyarakat. Dalam hal keluarga dan fungsinya di Minangkabau, suatu perubahan telah terjadi sesuai dengan perkembangan zaman. Saat ini, dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, terlihat adanya gejala tata hubungan susunan kekeluargaan yang tidak lagi bermuara pada ibu sebagai titik sentral dalam keluarga inti, tetapi mulai beralih kepada ayah yang menjadi kepala keluarga. Hal yang merisaukan dalam hubungan tatanan kekerabatan adat Minangkabau adalah implikasi dari kepedulian itu, sehingga banyak orang Minangkabau - terutama generasi muda -  yang kurang peduli dengan nama sukunya. Bahkan banyak orang Minangkabau yang sudah tidak mengetahui lagi siapa anggota kerabatnya, siapa induak bako-nya, dan siapa anak pisang-nya. Banyak orang Minangkabau yang tidak lagi kenal dengan gelar kebesarannya, bahkan lupa dengan gelar yang diberikan kepadanya sewaktu perkawinannya (Latief, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguatnya peran ayah dalam keluarga di Minangkabau merupakan indikasi melemahnya penerapan sistem matrilineal menurut pola ideal. Kebijakan Pemerintah Daerah Sumatra Barat untuk menghidupkan kembali sistem pemerintahan nagari menurut pola ideal seperti saat sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 perlu dikaji lebih lanjut. Peranan ninik mamak sebagai salah satu unsur pemimpin dalam kehidupan bernagari telah jauh bergeser. Mungkinkah peran mamak -sebagai ninik mamak- di Minangkabau akan bisa terwujud, sehingga tatanan kekerabatan keminangkabauan tetap terjaga? Semoga.&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-3054201538405448369?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/3054201538405448369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=3054201538405448369' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3054201538405448369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3054201538405448369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/12/fenomena-menguatnya-peran-ayah-dalam.html' title='FENOMENA MENGUATNYA PERAN AYAH DALAM KELUARGA DI MINANGKABAU'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SVZcE9WnUsI/AAAAAAAAAF4/qa1mVVUCl7g/s72-c/Kingdon5.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-7044550476204101082</id><published>2008-12-24T11:08:00.004+07:00</published><updated>2008-12-24T11:37:20.965+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Seputar Angkutan Umum di Kota Padang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SVG73a7ypbI/AAAAAAAAAFI/lzOLuz77PZo/s1600-h/DSC00401.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SVG73a7ypbI/AAAAAAAAAFI/lzOLuz77PZo/s200/DSC00401.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283210398679606706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DM. Thanthar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda berkunjung ke kota Padang maka anda akan menemukan angkutan umum yang memiliki nilai kekhasan tersendiri. Maksudnya adalah anda akan menjumpai angkutan umum yang di modifikasi sedemikian rupa sehingga tampilannya cukup menarik. Semua itu tentunya tidak terlepas dari persaingan dalam menarik minat konsumen (baca: penumpang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda boleh percaya boleh juga tidak, tetapi yang jelas angkutan umum di Kota Padang memang memiliki daya tarik tersendiri. Jika dilihat sekilas, angkutan umum tersebut seolah-olah menyerupai mobil balap. Berbagai tulisan menghiasi body dan juga kaca angkutan umum tersebut seakan-akan tulisan-tulisan tersebut adalah sponsor. Body angkutan umum tersebut juga dimodifikasi sehingga terkesan menjadi mobil ceper. Tidak hanya itu, dalam masalah audio alias musik juga disetting sedemikian rupa sehingga suara dentuman musik menjadi hal yang tidak asing lagi. Bahkan juga ada yang sengaja memasang layar video sebagai pemanis dan pelaris mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan angkutan umum dengan berbagai modifikasi itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Kota Padang. Bahkan jika dikelola dengan baik maka angkutan umum yang dimodifikasi itu bisa menjadi salah satu aset pariwisata yang cukup unik. Pernah suatu ketika beberapa orang wisatawan asing sedang asyik memotret angkutan kota yang lalu lalang di kawasan Pantai Padang. Artinya, corak dan kondisi angkutan kota telah menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke Kota Padang. Diakui atau pun tidak, keberadaan angkutan kota tersebut telah memberi andil dalam memperkaya aset wisata Sumatra Barat, khususnya wisata di Kota Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak Positif dan Negatif.&lt;br /&gt;Kondisi angkutan umum yang memiliki modifikasi seperti itu tentunya akan memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya, konsumen (baca: penumpang) mendapatkan hiburan selama mereka berada dalam angkutan umum karena dihibur dengan musik-musik yang beragam. Apalagi bagi penumpang yang masih berusia muda musik yang disuguhkan dalam angkutan umum menjadi salah satu hiburan karena lagu-lagu yang diputar pada umumnya adalah lagu-lagu terbaru. Dengan demikian, secara tidak langsung angkutan umum telah menjadi sarana promosi gratis bagi produsen musik. Dampak negatifnya, stelan musik dengan volume yang keras juga bisa menjadi gangguan yang berarti karena seandainya ada tindakan kriminal (penodongan dan pencopetan) terjadi dalam angkutan umum maka suara si korban tidak akan terdengar sebab bercampur dengan suara dentuman musik. Demikian juga halnya dengan pemasangan kaca film pada jendela mobil, tentunya akan membuat kejadian dalam angkutan umum menjadi tidak jelas dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak negatif itu tentunya menjadi dilema dalam perkembangan sarana angkutan umum di Kota Padang. Penertiban terhadap angkutan umum bukannya tidak pernah dilakukan. Hanya saja pemilik mobil dan sopir juga tidak bisa mengambil sikap alias tidak punya banyak pilihan. Kondisi angkot dan bus kota yang standar akan kalah bersaing dengan angkot yang dimodifikasi. Apalagi konsumen angkutan umum di Kota Padang memiliki kecendrungan sangat pilih kasih ketika menggunakan jasa  angkot dan bus kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilan angkot dan bus kota yang bagus menjadi salah satu prioritas bagi konsumen. Bahkan terkadang penumpang rela lama berdiri dipinggir jalan demi menunggu angkot yang sesuai dengan keinginan mereka. Aneh dan unik, tetapi memang demikianlah kondisinya. Dan, sopir harus rela menyisihkan pendapatannya untuk melakukan modifikasi terhadap mobil mereka. Akan tetapi sopir dan pemilik angkutan umum tentunya harus lebih memprioritaskan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan konsumennya karena penumpang adalah tanggungjawab sang sopir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak semua angkutan umum yang terdapat di Kota Padang yang melakukan modifikasi. Jika bus kota rata-rata melakukan modifikasi tetapi untuk angkutan kota (angkot) yang melakukan modifikasi lebih didominasi oleh angkutan kota yang beroperasi sepanjang jalur pasar raya padang sampai batas kota. Tidak jelas siapa yang memulai melakukan modifikasi tersebut tetapi sampai saat ini memang demikianlah adanya. Mudah-mudahan saja kondisi angkutan umum yang seperti itu benar-benar bisa menjadi salah satu aset pariwisata Kota Padang. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-7044550476204101082?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/7044550476204101082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=7044550476204101082' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/7044550476204101082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/7044550476204101082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/12/seputar-angkutan-umum-di-kota-padang.html' title='Seputar Angkutan Umum di Kota Padang'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SVG73a7ypbI/AAAAAAAAAFI/lzOLuz77PZo/s72-c/DSC00401.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-7281163198821420782</id><published>2008-11-11T23:30:00.005+07:00</published><updated>2008-11-12T01:21:24.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Balai Belo; Dari Desa Menjadi Jorong</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SRm8JLCsddI/AAAAAAAAAFA/M45-OYQnj0k/s1600-h/Buo2.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 176px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SRm8JLCsddI/AAAAAAAAAFA/M45-OYQnj0k/s200/Buo2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267448104955442642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DM. Thanthar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otonomi daerah menyimpan banyak cerita. Bagi sebagian masyarakat, otonomi daerah dianggap cara terbaik untuk mengembalikan eksistensi daerah seperti masa sebelum terkekangnya suara rakyat di daerah. Akan tetapi tidaklah demikian halnya dengan masyarakat Balai Belo Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balai Belo, sebelum diberlakukannya UU No. 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah, merupakan sebuah desa. Sebagai sebuah desa, Balai Belo memiliki lembaga-lembaga, baik formal maupun non formal sebagai kelengkapan desa. Status sebagai desa memberikan kesempatan kepada masyarakat Balai Belo untuk bisa menata sendiri arah perkembangan dan pembangunan desa mereka. Namun demikian, setelah UU No. 22 tahun 1999 ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Sumatera Barat dengan Perda No. 9 tahun 2000 dan Perda Kabupaten Agam No. 31 tahun 2001 maka program kembali ke nagari pun mulai bergulir. Dampaknya, Balai Belo harus kembali menjadi bagian dari Kenagarian Koto Kaciak. Artinya, status Balai Belo kembali berubah dari sebuah desa menjadi sebuah jorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, sebelum menjadi desa, Balai Belo merupakan salah satu jorong dari Kenagarian Koto Kaciak. Akan tetapi selama berstatus sebagai desa, Balai Belo cukup mampu menata pembangunan daerahnya sendiri. Hanya saja, masyarakat Balai Belo banyak yang berdomisili di luar daerah Balai Belo sehingga ketika dilakukan pendataan maka jumlah masyarakat Balai Belo masih belum mencukupi untuk dimekarkan menjadi sebuah nagari. Itulah salah satu kendala bagi Balai Belo untuk bisa dimekarkan menjadi nagari. Saat ini, berdasarkan data dari BPS AGAM, jumlah penduduk Balai Belo tercatat sebanyak 868 jiwa dan jumlah rumah tangga yang terdapat di Balai Belo tercatat sebanyak 160 rumah tangga. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang paling sedikit dari jumlah penduduk dan jumlah rumah tangga yang ada pada masing-masing nagari yang ada di Kecamatan Tanjung Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Balai Belo masih menjadi bagian dari Kenagarian Koto Kaciak. Statusnya sebagai jorong tidak menghalangi niat masyarakat Balai Belo untuk tetap membangun daerahnya. Bahkan kini masyarakat Balai Belo sudah mendirikan sebuah yayasan pembangunan yang diberi nama Yayasan Pembangunan Balai Belo (YPB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan Pembangunan Balai Belo (YPB) adalah yayasan yang didirikan dengan tekad mempersatukan seluruh elemen masyarakat dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada untuk menjadikan Balai Belo yang mandiri dan madani. Salah satu bukti kongkret dari keberadaan Yayasan Pembangunan Balai Belo adalah dengan berdirinya Pesantren Al-Muttaqin. Yang pasti, sampai saat ini, masyarakat Balai Belo masih terus membenahi daerahnya. Jika pembangunan di Balai Belo terus berkembang maka tidak mustahil Balai Belo akan bisa menjadi sebuah nagari yang berdiri sendiri. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: Informasi lebih lengkap mengenai YPB klik di www.ypbalaibelo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-7281163198821420782?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/7281163198821420782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=7281163198821420782' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/7281163198821420782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/7281163198821420782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/11/balai-belo-dari-desa-menjadi-jorong.html' title='Balai Belo; Dari Desa Menjadi Jorong'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SRm8JLCsddI/AAAAAAAAAFA/M45-OYQnj0k/s72-c/Buo2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-8379632267359137811</id><published>2008-09-28T21:54:00.010+07:00</published><updated>2008-11-05T04:30:26.281+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT LEBARAN 1429H/2008M</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KINGDON181 &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengucapkan&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SELAMAT MEMPERINGATI HARI SOEMPAH PEMOEDA (1928-2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DAN HARI PAHLAWAN (10 NOVEMBER)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-8379632267359137811?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/8379632267359137811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=8379632267359137811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/8379632267359137811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/8379632267359137811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/09/selamat-lebaran-1429h2008m.html' title='SELAMAT LEBARAN 1429H/2008M'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-7531694638211475175</id><published>2008-09-13T22:56:00.007+07:00</published><updated>2008-11-12T00:23:38.234+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Fenomena Maninjau dan Aturan Di Kelok 44</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SMvjCjgvWdI/AAAAAAAAAEI/bUv7yjzWNfU/s1600-h/Puncak+Pato2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SMvjCjgvWdI/AAAAAAAAAEI/bUv7yjzWNfU/s200/Puncak+Pato2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245535824034879954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DM. Thanthar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Di kelok ampek puluh ampek&lt;br /&gt;Denai bamulo barangkek&lt;br /&gt;Tinggalah kampuang sanak saudaro&lt;br /&gt;… … …&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu di atas mengingatkan kita dengan Elli Kasim, seorang penyanyi Legendaris Minangkabau kelahiran Tiku. Sementara itu, bait-bait lagu akan mengingatkan kita kepada sebuah jalur perjalanan yang memiliki tikungan (baca : kelok) tajam sebanyak 44 (ampek puluah ampek) buah. Memang lagu tersebut bercerita tentang kesedihan seseorang yang akan pergi merantau, meninggalkan kampung halamannya dengan melewati kelok 44.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelok 44 sering sekali dikaitkan dengan daerah Maninjau. Paling tidak ini disebabkan karena kelok 44 merupakan satu-satunya jalan yang menghubungkan Bukittinggi dengan Lubuak Danau Nan Sapuluah yang lebih dikenal dengan sebutan Danau Maninjau.&lt;br /&gt;Maninjau merupakan pusat kecamatan Tanjung Raya yang terletak diantara daerah darek dengan daerah rantau, karena itu tidak salah jika Buya Hamka mengatakan bahwa daerah Maninjau merupakan daerah ikua darek kapalo rantau. Dengan kondisi geografisnya yang khas, daerah Maninjau memiliki fenomena alam yang indah. Bahkan Presiden Soekarno, ketika datang ke Bukittinggi pada awal Juni 1948, menyempatkan diri mengunjungi Maninjau dan meninggalkan sebuah pantun sebagai kenang-kenangan dan penghargaannya terhadap keelokan alam Salingka Danau Maninjau. Begini bunyi pantunnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda memakan Pinang&lt;br /&gt;Makanlah dengan Sirih yang hijau&lt;br /&gt;Jika anda ke Ranah Minang&lt;br /&gt;Jangan lupa datang ke Maninjau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dua Jalur ke Maninjau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada dua jalur yang dapat ditempuh untuk bias sampai ke Maninjau, yaitu jalur Barat dan jalur Timur. Jalur Barat merupakan jalur yang menjadi pilihan utama bagi mereka yang datang dari daerah Pariaman. Jalur ini akan melewati daerah Tiku, Manggopoh, Lubukbasung, Lubuksao, kemudian akan sampai ke Maninjau. Sementara itu jalur satunya lagi adalah jalur Timur. Mereka yang datang  ke Maninjau dari arah Bukittinggi akan menempuh jalur ini. Dengan menempuh jalur Timur maka kita akan melewati daerah Kototuo, Balingka, Sungailandia, Matur, Ambunpagi, Kelok 44, dan sampailah di Maninjau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara dua jalur tersebut, jalur Timur lebih disukai oleh para wisatawan, baik wisatawan nusantara (winus) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Penyebabnya adalah rute perjalanannya menawarkan keindahan alam dan kepuasan tersendiri, apalagi saat melewati kelok 44.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelok 44, dengan panjang lebih kurang sebelas kilometer, memiliki tikungan-tikungan yang tajam. Dengan demikian maka para pengemudi yang akan melintasi rute ini harus benar-benar dalam kondisi yang prima. Konsentrasi pengemudi mutlak diperlukan, sebab lengah sedikit saja maka jurang-jurang terjal dan dalam sudah siap menanti.&lt;br /&gt;Kendati demikian, rute kelok 44 merupakan rute yang bagus bagi mereka yang suka tantangan. Selain tikungan-tikungannya yang tajam, kondisi jalan yang cukup sempit juga menambah komplitnya tantangan unuk membuktikan kelihaian seseorang dalam mengemudikan mobil. Konon ada ujar-ujar yang mengatakan : “Jika sudah lihai menempuh kelok 44 maka tidak akan ada kesulitan ketika menempuh rute manapun di Indonesia.” Artinya, jika seseorang sudah mampu menempuh rute kelok 44 maka ia akan mampu mengatasi segala tantangan yang terdapat di rute manapun. Benarkah demikian? Tentunya perlu pembuktian terlebih dahulu sebelum ditarik sebuah kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aturan Kecil Yang Berperan Besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fenomena alam dan keindahan Danau Maninjau merupakan daya tarik tersendiri dibalik tantangan yang ada di kelok 44. Apabila anda melewati kelok 44 pada saat cuaca cerah, maka anda akan dapat menikmati pemandangan Danau Maninjau nan elok. Bentangan Danau Maninjau yang biru terlihat jelas dari kelok 44. Daerah Sigiran dan Tanjungsani yang menjorok ke danau, yang juga terlihat dengan jelas dari kelok 44, seakan-akan memberikan pembenaraan terhadap cerita kasih tak sampai antara Siti Rinsani dengan Sigiran, yang diceritakan dalam kisah Bujang Sambilan.&lt;br /&gt;Selain panorama alam Maninjau, di kelok tertentu anda juga dapat menyaksikan kera-kera jinak yang dilindungi bergerombol di pinggir jalan. Kera-kera tersebut biasanya menunggu orang-orang yang lewat menjatuhkan makanan untuk mereka. Ketika makanan tersebut sudah jatuh, maka kera-kera tersebut langsung berebutan untuk mengambil makanan itu. Gerembolan kera tersebut merupakan objek wisata fauna yang memberikan nilai tambah kepada kelok 44.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dibalik semua itu, ada aturan yang sudah seharusnya menjadi perhatian bagi mereka yang menempuh kelok 44. Aturannya memang kecil, bahkan terlihat sepele. Akan tetapi jangan salah tafsir, walaupun kelihatannya sepele aturan tersebut sangat menentukan keselamatan mereka yang menempuh kelok 44. Bahkan pelanggaran terhadap aturan tersebut bias menyebabkan jatuhnya korban jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturannya sederhana saja, yaitu mendahulukan kendaraan yang dalam posisi mendaki. Artinya, ketika anda berada di kelok 44 dan dalam posisi menurun, maka anda harus jeli ketika akan memasuki setiap kelok. Ketika kendaraan anda akan memasuki kelok, pastikan tidak ada kendaraan lain yang sedang bergerak ke arah anda. Jika ada kendaraan yang sedang mendaki, maka anda harus berhenti dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk lewat terlebih dahulu. Malahan jika terlanjur basirobok di tikungan, kendaraan yang dari ataslah yang harus mundur. Jangan tanya mengapa harus demikian, karena memang seperti itulah aturan di kelok 44.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan itu tidak diketahui dengan jelas kapan dimulainya. Yang jelas, aturan ini telah menjadi sebuah tradisi di kelok 44. Bagi mereka yang sudah rutin melewati kelok 44, dalam hal ini pengemudi bus umum, sangat mentaati aturan tersebut. Tetapi pengemudi kendaraan pribadi, bahkan pengemudi kendaraan pemerintah, sering melakukan pelanggaran terhadap aturan tersebut dengan menyerobot seenaknya di tikungan. Apakah ini berarti aturan kecil tersebut sudah tidak diperlukan? Ataukah mereka yang melanggar aturan itu belum mengetahui bahwa di kelok 44 ada aturan yang telah mentradisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan tulisan ini mereka yang belum mengetahui aturan kecil yang ada di kelok 44 dapat mengetahui serta mentaatinya, dan untuk yang sudah mengetahui anggaplah sekedar mengingatkan saja. Hal ini sangat penting, karena dengan mentaati aturan kecil tersebut paling tidak kita sudah memberikan konstribusi yang besar terhadap berkurangnya angka kecelakaan. Dengan demikian, kelok yang dibangun pada masa kolonial Belanda itu tidak lagi menelan korban jiwa sehingga daftar korban yang menjadi tumbal kelok 44 tidak bertambah panjang.(DMT)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-7531694638211475175?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/7531694638211475175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=7531694638211475175' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/7531694638211475175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/7531694638211475175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/09/fenomena-maninjau-dan-aturan-di-kelok.html' title='Fenomena Maninjau dan Aturan Di Kelok 44'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SMvjCjgvWdI/AAAAAAAAAEI/bUv7yjzWNfU/s72-c/Puncak+Pato2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-8249824996839268641</id><published>2008-09-13T22:53:00.003+07:00</published><updated>2008-09-13T23:09:11.579+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KELARASAN KE-TIGA DI MINANGKABAU; Hasil Perkawinan Lareh Nan Duo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SMvlPpHPHdI/AAAAAAAAAEY/p__1W1YsoYY/s1600-h/Base+Camp+Guwo1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SMvlPpHPHdI/AAAAAAAAAEY/p__1W1YsoYY/s200/Base+Camp+Guwo1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245538247900077522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: DM. Thanthar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam Minangkabau dikenal dengan sebutan luhak nan tigo dan lareh nan duo. Luhak nan tigo terdiri dari Luhak Tanah Data, Luhak Agam, dan Luhak 50 Koto, sedangkan lareh nan duo adalah kelarasan Koto Piliang dan kelarasan Bodi Caniago.&lt;br /&gt;Istilah luhak mengandung pengertian geografis, politik administratif, sosial ekonomis dan budaya. Sementara itu istilah lareh (laras) memiliki makna ’hukum’, yaitu tata cara adat turun temurun (MD.Mansoer,dkk: 1970).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelarasan Koto Piliang merupakan hasil pemikiran Datuk Katumanggungan, sedangkan kelarasan Bodi Caniago dirumuskan oleh Datuk Parpatiah Nan Sabatang. Kedua datuk ini diyakini oleh masyarakat Minangkabau sebagai founding father adat di Minangkabau. Dua kelarasan tersebut merupakan kelarasan yang dianut oleh sebagian besar kaum di Minangkabau. Namun demikian, ada kaum di Minangkabau yang tidak menganut salah satu dari dua sistem kelarasan yang ada itu. Mereka tidak memakai sistem kelarasan Bodi Caniago, tetapi kelarasan Koto Piliang juga bukan. Hal itu dinyatakan dalam pantun adat: Pisang sikalek-kalek utan, pisang tambatu nan bagatah. Koto Piliang inyo bukan, Bodi Caniago inyo antah. (Pisang sikelat-kelat hutan, pisang tambatu nan bergetah. Koto Piliang mereka bukan, Bodi Caniago mereka entah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melihat kondisi tersebut paling tidak akan lahir dua kemungkinan dalam fikiran kita. Pertama, kaum yang tidak menganut salah satu dari dua kelarasan yang ada itu bukanlah orang Minangkabau, melainkan orang-orang yang pendatang yang berasal dari daerah luar Minangkabau dan membangun pemukiman sendiri di salah satu wilayah Minangkabau. Kedua, kaum tersebut adalah masyarakat Minangkabau yang memiliki hukum (laras) sendiri. Artinya, ada sistem kelarasan ke-tiga yang pernah berkembang di Minangkabau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, jika kita pahami lebih jauh pantun adat di atas, kiranya kemungkinan yang kedua lebih dekat dengan maksud pantun tersebut. Kata-kata Koto Piliang inyo bukan, Bodi Caniago inyo antah lebih mengarah kepada sekelompok masyarakat Minangkabau yang menerapkan sistem kelarasan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan yang ada dalam tambo, dapat kita kaji lebih jauh untuk mengungkapkan bagaimana sebenarnya hukum (laras) yang dianut oleh kaum tersebut. Tambo pernah mencatat bahwa perombakan terhadap dua kelarasan yang ada pernah dilakukan oleh Datuk Sakalok Dunia (A.A. Navis: 1984). Datuk Sakalok Dunia merupakan adik kandung (seayah seibu) Datuk Parpatiah Nan Sabatang dan merupakan saudara seibu Datuk Katumanggungan. Artinya, ayah dari Datuk Sakalok Dunia adalah Cati Bilang Pandai dan ibunya adalah Puti Indo Jalito. Namun demikian, dalam beberapa tambo terdapat perbedaan-perbedaan pengkisahan mengenai saudara-saudara Datuk Parpatiah Nan Sabatang. Oleh sebab itu jangan heran jika dalam sebuah tambo tidak ditemui nama Datuk Sakalok Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perombakan terhadap kelarasan Koto Piliang dan Bodi Caniago dilakukan oleh Datuk Sakalok Dunia karena ia juga menginginkan hak yang sama dengan kedua saudaranya. Pola perombakan yang dilakukan oleh Datuk Sakalok Dunia adalah dengan cara memisahkan diri dan membentuk suku-suku baru. Suku-suku yang termasuk kedalam kelarasan yang disusun oleh Datuk Sakalok Dunia adalah Kutianyir, Patapang, Banuhampu, Salo, dan Jambak. Nama kelima suku ini diambil dari nama salonagari asal penduduk yang menjadi pengikutnya (A.A. Navis: 1984). Hasil perombakan yang dilakukannya itu dinamakan dengan kelarasan Nan Panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri yang menonjol dari sistem kelarasan Nan Panjang terlihat dari cara pengelompokan suku-suku dalam masyarakatnya tidak berdasarkan ajaran keagamaan, melainkan berdasarkan bangsa-bangsa atau dengan kata lain pengelompokan masyarakatnnya dilakukan menurut daerah asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan konsep tersebut, maka pengikut kelarasan Nan Panjang memiliki pantangan kawin dengan orang-orang yang sama asalnya (se-nagari) dengan mereka. Hal ini tentu berbeda dengan dua kelarasan lainnya yang memantangkan perkawinan antara orang-orang yang sesuku. Artinya, jika kelarasan Koto Piliang dan kelarasan Bodi Caniago menganggap orang-orang yang sesuku adalah bersaudara dan tidak boleh saling mengawini, maka kelarasan Nan Panjang menganggap orang-orang yang berasal dari nagari yang sama merupakan saudara yang tidak boleh pula saling mengawini.&lt;br /&gt;Walaupun terdapat perbedaan yang jelas dalam dasar pengelompokan masyarakatnya, namun kaum yang menganut sistem kelarasan Nan Panjang tidak sepenuhnya berbeda dengan dua kelarasan lainnya. Bukti dari pernyataan itu dapat dilihat dari tipe rumah gadang dan sistem pemerintahan yang digunakan oleh kaum pengikut Datuk Sakalok Dunia. Kaum kelarasan Nan Panjang membangun rumah gadangnya menurut tipe rumah gadang Koto Piliang, yakni memakai anjuang pada kedua sisi rumahnya. Sementara itu, sistem pemerintahan yang mereka terapkan dalam kehidupan bermasyarakat lebih cenderung kepada aliran Bodi Caniago, yakni mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat pola dan corak kelarasan Nan Panjang tersebut saya pikir tidak terlalu janggal jika kelarasan Nan Panjang disebut sebagai kelarasan yang lahir dari hasil perkawinan lareh nan duo.&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-8249824996839268641?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/8249824996839268641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=8249824996839268641' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/8249824996839268641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/8249824996839268641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/09/kelarasan-ke-tiga-di-minangkabau-hasil.html' title='KELARASAN KE-TIGA DI MINANGKABAU; Hasil Perkawinan Lareh Nan Duo'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SMvlPpHPHdI/AAAAAAAAAEY/p__1W1YsoYY/s72-c/Base+Camp+Guwo1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-4391104676362338454</id><published>2008-09-13T22:52:00.003+07:00</published><updated>2008-09-13T23:04:12.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>WAJAH MINANGKABAU MASIH SAMAR;  Seputar Keberadaan Luhak Nan Tuo Di Minangkabau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SMvkQRUNGhI/AAAAAAAAAEQ/3_YW0NytK8w/s1600-h/Buo3.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SMvkQRUNGhI/AAAAAAAAAEQ/3_YW0NytK8w/s200/Buo3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245537159180261906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: DM. Thanthar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumatra Barat merupakan wilayah yang dahulunya merupakan bagian dari wilayah Minangkabau. Wilayah Sumatra Barat tidak sama dengan wilayah Minangkabau, karena wilayah Minangkabau jauh lebih luas daripada wilayah Sumatera Barat. Namun demikian, pada saat ini hanya wilayah Sumatra Barat yang identik dengan wilayah Minangkabau. &lt;br /&gt;Wilayah Minangkabau terdiri dua bagian yaitu daerah luhak dan rantau. Daerah luhak terdiri dari Luhak Tanah Data, Luhak Agam, dan Luhak 50 Koto. Ketiga luhak tersebut dikenal dengan Luhak Nan Tigo. Selain Luhak Nan Tigo, ternyata ada satu luhak yang jarang disebutkan dalam pembagian wilayah Minangkabau yakni Luhak Kubuang Tigo Baleh yang terletak di sekitar Gunung Talang (A.A. Navis : 1984).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu daerah rantau, secara etnografis, adalah wilayah Minangkabau yang berada di luar daerah luhak nan tigo. Daerah rantau dikenal juga dalam pembagiannya secara geografis yakni rantau pesisir barat dan rantau pesisir timur, yang pada umumnya merupakan daerah aliran sungai. Rantau pesisir barat berada di sepanjang pesisir barat Sumatra, mulai dari Barus (Sumatra Utara) sampai ke Muko-muko (Bengkulu). Rantau aliran sungai terdiri dari Sungai Kampar, Kuantan, Ombilin, Batanghari, dan aliran sungai yang mengalir ke pantai timur Sumatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Catatan mengenai daerah rantau mungkin tidak banyak yang perlu dipertanyakan, tetapi catatan mengenai luhak sepertinya harus dikaji ulang lagi. Selama ini informasi yang mengendap dalam memori kolektif masyarakat Minangkabau adalah informasi yang menyatakan bahwa Minangkabau hanya terdiri dari Luhak Nan Tigo. Masyarakat Minangkabau tidak banyak yang mengetahui keberadaan Luhak Kubuang Tigo Baleh. Peran dan fungsi Luhak Kubuang Tigo Baleh sampai saat ini memang masih belum jelas dalam catatan sejarah Minangkabau. Kondisi tersebut tentunya menimbulkan pertanyaan dalam fikiran kita sebagai orang Minangkabau, mengapa keberadaan Luhak Kubuang Tigo Baleh seperti sengaja dihilangkan dari catatan sejarah Minangkabau? Ataukah Luhak Kubuang Tigo Baleh memang bukan bagian dari wilayah Minangkabau? Pertanyaan-pertanyaan itu tentunya hanya bisa dijawab dengan penelitian lebih lanjut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, bukan hanya keberadaan Luhak Kubuang Tigo Baleh yang harus dipertanyakan, keberadaan luhak nan tuo pun sepertinya juga harus dipertanyakan kembali. Kajian tentang Minangkabau yang dilakukan akhir-akhir ini, mengenai keberadaan luhak, ternyata mengungkapkan informasi yang sangat mengejutkan. Penelitian yang telah dilakukan di Luhak 50 Koto, secara arkeologis dan linguistik, telah melahirkan pernyataan yang harus membuat kita mempertanyakan lagi status Luhak Tanah Data sebagai luhak nan tuo, karena hasil dari penelitian tersebut lebih mendukung Luhak 50 Koto sebagai luhak nan tuo. Jika memang benar demikian, tentunya luhak yang selama ini dianggap sebagai luhak bungsu akan berubah status menjadi luhak sulung. Artinya, ingatan kolektif masyarakat Minangkabau mengenai keberadaan luhak harus mendapatkan pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta tersebut tentunya sangat mengejutkan bagi kita orang Minangkabau, karena selama ini kita telah terlanjur meyakini Luhak Tanah Data sebagai luhak nan tuo. Akan tetapi, penelitian lanjutan harus dilakukan karena bukan tidak mungkin ada bukti-bukti yang masih terpendam, yang bisa menguatkan posisi Luhak Tanah Data sebagai luhak nan tuo. Namun yang pasti, sampai saat ini, bukti-bukti yang ada lebih menguatkan posisi Luhak 50 Koto sebagai luhak nan tuo di Minangkabau.(DMT)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-4391104676362338454?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/4391104676362338454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=4391104676362338454' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/4391104676362338454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/4391104676362338454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/09/artikel.html' title='WAJAH MINANGKABAU MASIH SAMAR;  Seputar Keberadaan Luhak Nan Tuo Di Minangkabau'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SMvkQRUNGhI/AAAAAAAAAEQ/3_YW0NytK8w/s72-c/Buo3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-6857124723226372185</id><published>2008-08-27T22:31:00.002+07:00</published><updated>2008-08-27T23:02:17.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>ANAK JALANAN DAN KENAKALAN REMAJA DI PERKOTAAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLV6UkFhWxI/AAAAAAAAADs/3-u6TQd3GXw/s1600-h/Guwo+Room1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 167px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLV6UkFhWxI/AAAAAAAAADs/3-u6TQd3GXw/s200/Guwo+Room1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239228235218246418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" lang="EN-GB" &gt; Oleh: DM. Thanthar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;h3 style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:12;" lang="EN-GB" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;            Keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang memberikan pengaruh sangat besar bagi tumbuh kembangnya remaja. Dengan kata lain, secara ideal perkembangan remaja akan optimal apabila mereka hidup bersama keluarganya. Tentu saja keluarga yang dimaksud adalah keluarga yang harmonis, sehingga remaja memperoleh berbagai jenis kebutuhan, seperti kebutuhan fisik-organis, sosial maupun psiko-sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Uraian tersebut merupakan gambaran ideal sebuah keluarga. Pada kenyataannya, tidak semua keluarga dapat memenuhi gambaran ideal tersebut. Perubahan sosial, ekonomi dan budaya dewasa ini telah  banyak memberikan hasil yang menggembirakan dan berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian pada waktu bersamaan, perubahan-perubahan tersebut membawa dampak yang tidak menguntungkan bagi keluarga. Misalnya Adanya gejala perubahan cara hidup dan pola hubungan dalam keluarga karena  berpisahnya suami/ibu dengan anak dalam waktu yang lama setiap harinya. Kondisi yang demikian ini menyebabkan komunikasi dan interaksi antara sesama anggota keluarga menjadi kurang intens. Hubungan kekeluargaan yang semula kuat dan erat, cenderung longgar dan rapuh . Ambisi karier dan materi yang tidak terkendali, telah mengganggu hubungan interpersonal dalam keluarga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Dalam kaitannya dengan permasalahan remaja, rintangan perkembangan remaja menuju kedewasaan itu ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi anak diwaktu kecil di lingkungan rumah tangga dan lingkungan masyarakat, dimana anak itu hidup dan berkembang. Jika seseorang individu dimasa kanak-kanak banyak mengalami rintangan hidup dan kegagalan, maka frustrasi dan konflik yang pernah dialaminya dulu itu merupakan penyebab utama timbulnya kelainan-kelainan tingkah laku seperti kenakalan remaja, kegagalan penyesuaian diri dan kelakuan kejahatan. Ekspresi meningkatnya emosi ini dapat berupa sikap bingung, agresivitas yang meningkat dan rasa superior yang terkadang dikompensasikan dalam bentuk tindakan yang negatif seperti pasif dalam segala hal, apatis, agresif secara fisik dan verbal, menarik diri, dan melarikan diri dari realita ke minuman alkohol, narkoba, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Anak Jalanan dan Kenakalan Remaja di Perkotaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;            Pada dasarnya anak jalanan adalah anak yang sebagian besar waktunya berada di jalanan atau di tempat-tempat umum. Anak jalanan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: berusia antara 5 sampai dengan 18 tahun, melakukan kegiatan atau berkeliaran di jalanan, penampilannya kebanyakan kusam dan pakaian  tidak terurus, mobilitasnya tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Remaja usia 13-18 tahun yang berpotensi berperilaku tuna sosial (nakal), dalam wilayah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, melakukan aktivitas sosial maupun ekonomis di pusat-pusat kegiatan ekonomis maupun sosial. Pada umumnya para remaja mengunjungi plaza, mall, diskotik, cafe, pantai dan bioskop. Tempat-tempat tersebut memberikan pemenuhan kebutuhan sosial maupun psiko-sosial bagi remaja tersebut. Setelah melakukan aktivitas (bekerja atau sekolah) remaja mengunjungi tempat-tempat tersebut untuk melepaskan beban psikisnya bersama teman-temannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Berbeda dengan jenis tempat sebelumnya, rumah makan, pertokoan dan pasar, stasiun KA dan terminal serta pinggiran jalan raya  merupakan tempat-tempat yang pada umumnya memberikan pemenuhan kebutuhan sosial maupun ekonomis. Pada umumnya di tempat-tempat ini para  remaja melakukan aktivitas ekonomis seperti menjadi tukang parkir, semir sepatu, pedagang asongan, dan pengamen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Meskipun demikian, sebagian remaja wanita ada yang memperoleh pemenuhan kebutuhan ekonomis di tempat-tempat seperti diskotik, cafe, kompleks hotel, bioskop, dan pantai. Aktivitas yang mereka lakukan antara lain  sebagai penjaja seks. Sebagian yang lain minum minuman keras dan menggunakan narkotika. Begitu juga pada sebagian remaja laki-laki, tempat-tempat tersebut untuk melakukan tingkah laku tuna sosial seperti minum minuman keras, menggunakan narkotika dan melakukan transaksi seksual. Sebagian dari remaja laki-laki maupun perempuan ada yang pulang semaunya. Sebagian yang lain, bahkan jarang sekali pulang. Mereka hidup di jalanan, emperan pertokoan, plaza dan mall atau di stasiun Kereta Api dan terminal bus, yang sudah layaknya seperti rumah bagi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa salah satu fungsi keluarga adalah memenuhi kebutuhan nafkah atau ekonomi anggota keluarganya. Kebutuhan ekonomi ini seringkali dioperasionalkan ke dalam kebutuhan sosial dasar, seperti kebutuhan makan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan. Namun demikian, tidak semua keluarga mampu memenuhi kebutuhan ekonomi anggotanya disebabkan oleh berbagai faktor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Dalam upaya keluar dari masalah, keluarga mengembangkan suatu strategi dari kondisi tersebut. Dimana keluarga tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk melaksanakan kegiatan ekonomi informal. Jenis kegiatan ekonomi informal dimaksud seperti pemulung, menyemir sepatu, mengamen, mengemis dan asongan serta melakukan pelacuran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Pembentukan kepribadian orang tua kepada anak, dari 7 (tujuh) jenis tindakan dalam rangka pembentukan kepribadian anak, yaitu pengembangan komunikasi antar anak, memberi peran dan tanggung jawab, memberikan pujian/penghargaan, mengembangkan kerja sama, menanamkan saling mengasihi dan hormat, pemberian contoh dan memelihara keakraban dalam keluarga. Secara ideal, kepribadian seseorang ditampilkan dalam bentuk perilaku sosial yang teramati. Untuk mengembangkan perilaku yang positif diperlukan  tindakan dari orang tua, sehingga nilai yang sudah tertanam dalam pribadi remaja, dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan standar sosial dalam keluarga maupun dalam masyarakat luas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Ada sejumlah jenis tindakan yang dilakukan orang tua dalam pembentukan kepribadian, yaitu protektif, memberikan kebebasan pada anak, terlalu menurut anak, penolakan terhadap anak, penerimaan terhadap anak, dominasi orang tua, mengajarkan kepatuhan, tidak adil, ambisi orang tua, mendengarkan keluhan anak, dan mengatasi masalah bersama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Kekurang-harmonisan antara anggota keluarga tentu saja ada faktor penyebabnya. Berbagai alasan yang dikemukakan sebagai penyebab terjadinya kekurang harmonisan dalam keluarga, yaitu: anak tidak menurut pada orang tua, anak jarang pulang atau bertemu dengan anggota keluarga, dan terjadinya komunikasi yang buruk antara orang tua dengan anak.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kemudian dalam kaitannya dengan tindak tuna sosial remaja atau secara lebih spesifik kenakalan remaja. Pada umumnya jenis tindakan berikut merupakan bentuk kenakalan, yaitu berbohong, merokok, membolos, melawan guru, mejeng di mall, begadang dijalanan, pulang larut, tidak/jarang pulang, berkelahi/tawuran, minum minuman keras, mengkonsumsi napza, seks bebas, mencuri, memeras/memalak dan merampok. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan pada remaja, yaitu: pengaruh teman sebaya, lingkungan sosial, pola asuh dalam keluarga, dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pengaruh nonton film/TV.  &lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Deskripsi tentang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hidup remaja di perkotaan digambarkan dengan melihat beberapa aspek kehidupan atau kegiatan remaja. Aspek tersebut adalah  lokasi atau tempat yang paling sering dikunjungi, tujuan &lt;i&gt;mangkal &lt;/i&gt;pada tempat yang dikunjungi, alasan untuk mendatangi tempat tersebut, keuntungan yang diperoleh &lt;i&gt;mangkal &lt;/i&gt;di tempat tersebut, rata-rata lama waktu yang dihabiskan saat berkunjung, dan waktu yang paling sering digunakan untuk berkunjung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Terlihat bahwa kehidupan keluarga sedang mengalami masa transisi dari kehidupan keluarga besar menjadi keluarga inti, dari budaya tradisional pedesaan menjadi budaya modern perkotaan. Karena itu, kehidupan mereka ini sangat rentan terhadap setiap kondisi, perubahan dan pengaruh lingkungan yang terjadi.  Selain itu, pendapat mereka kurang dapat menopang secara keseluruhan kebutuhan keluarga.  Tentu faktor ini juga menjadi faktor penyebab percepatan perubahan dalam kehidupan keluarga tersebut.  Mungkin suatu saat mereka akan melakukan apa saja untuk menghidupi keluarga karena tuntutan kebutuhan dan perubahan yang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan anak, seperti: pengaruh media &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;massa&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; khususnya TV dan film, faktor teman sebaya dan masyarakat sekitar, kurangnya perhatian orang tua dan tidak adanya kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan anak di rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;Beberapa upaya yang perlu dilakukan dalam mencegah kenakalan remaja, yaitu anak harus dilatih tertib dan disiplin, kerukunan dan kehangatan dalam keluarga harus tetap dibina, anak harus dianjurkan untuk tetap  melakukan kewajiban-kewajiban ibadah, orang tua harus dapat menjadi tauladan bagi anak, orang tua harus lebih memperhatikan kehidupan anak dan anak harus diberikan kegiatan-kegiatan positif dalam keluarga yang dapat mencegah anak berbuat nakal. Bagaimanakah dengan kondisi remaja di kota-kota Sumatra Barat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-6857124723226372185?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/6857124723226372185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=6857124723226372185' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/6857124723226372185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/6857124723226372185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/08/anak-jalanan-dan-kenakalan-remaja-di.html' title='ANAK JALANAN DAN KENAKALAN REMAJA DI PERKOTAAN'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLV6UkFhWxI/AAAAAAAAADs/3-u6TQd3GXw/s72-c/Guwo+Room1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-3588393229771520379</id><published>2008-08-27T22:26:00.002+07:00</published><updated>2008-08-27T22:30:18.193+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>ALAM SURAMBI SUNGAI PAGU; Bukan Rantau Namun Ba Rajo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLVymD5I1tI/AAAAAAAAADc/t3aDIe72vN0/s1600-h/Buo2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 157px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLVymD5I1tI/AAAAAAAAADc/t3aDIe72vN0/s200/Buo2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239219739720996562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:14;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;h4&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Oleh: DM. Thanthar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Minangkabau secara umum terdiri dua bagian yaitu daerah luhak dan rantau. Pembagian wilayah tersebut telah mempengaruhi corak pemerintahan tradisional lokal yang ada di daerah luhak dan rantau. Masing-masing daerah tersebut memiliki corak pemerintahan yang berbeda. Daerah luhak dipimpin oleh seorang penghulu, sedangkan rantau dipimpin oleh raja. Hal itu berkaitan dengan ketentuan adat yang berkembang di Minangkabau, yakni &lt;i style=""&gt;Luhak Ba Panghulu, Rantau Ba Rajo&lt;/i&gt;. Artinya, kekuasaan raja hanyalah berlaku di rantau sedangkan di luhak penghulu yang menjabat sebagai kepala pemerintahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Salah satu daerah yang berada di luar &lt;i style=""&gt;luhak nan tigo&lt;/i&gt; adalah Alam Surambi Sungai Pagu, daerah ini bukanlah daerah rantau. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" &gt;Dengan demikian, ketentuan itu tidak berlaku di Alam Surambi Sungai Pagu, karena Alam Surambi Sungai Pagu tidak berada di daerah pesisir. Daerah ini disebut sebagai &lt;i style=""&gt;ikua darek kapalo rantau. &lt;/i&gt;Artinya, tidak termasuk daerah darek dan tidak termasuk pula pada daerah rantau. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Daerah ini memiliki corak kekhasan tersendiri karena secara kultural daerahnya berada di bawah pemerintahan tradisional. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Kekhasan corak pemerintahan daerah Alam Surambi Sungai Pagu ini dibuktikan dengan adanya pemerintahan raja yang berempat (rajo nan-4) sebagai elit tradisional selain penghulu. Raja nan-4 tersebut adalah Raja Alam Daulat Yang Dipertuan Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah, Raja Adat Yang Dipertuan Besar Tuanku Rajo Bagindo, Raja Ibadat Tuanku Rajo Batuah, dan Rajo Tigo Lareh Tuanku Rajo Malenggang. Keempat pemimpin tradisional ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan di Alam Surambi Sungai Pagu. Keberadaan pemimpin tradisional ini telah dimulai sejak zaman Islam di Minangkabau dan eksistensinya masih dipertahankan sampai zaman Orde Baru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Sistem kelarasan yang dianut oleh masyarakat Alam Surambi Sungai Pagu berbeda dengan sistem kelarasan yang dianut secara umum oleh masyarakat Minangkabau. Mereka tidak menganut sistem kelarasan Bodi Caniago dan juga bukan pengikut kelarasan Koto Piliang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Salah satu kemungkinan adalah mereka menggunakan sistem kelarasan dengan menggabungan sistem kelarasan Bodi Caniago dengan kelarasan Koto Piliang. Pepatah Minangkabau mengatakan “&lt;i style=""&gt;Pisang Sikalek-kalek hutan, pisang batu nan bagatah, Bodi Caniago inyo bukan, Koto Piliang inyo antah”. &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hal ini terlihat dari corak pemerintahan tradisionalnya yang menggunakan raja dan penghulu secara bersama-sama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" &gt;Masing-masing raja nan-4 mewakili suku-suku induk yang ada di Alam Surambi Sungai Pagu. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Raja Alam Daulat Yang Dipertuan Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah berasal dari suku Melayu. Raja Adat Yang Dipertuan Besar Tuanku Rajo Bagindo berasal dari suku Kampai 24. Raja Ibadat Tuanku Rajo Batuah berasal dari suku Panai Tigo Ibu, dan Rajo Tigo Lareh Tuanku Rajo Malenggang berasal dari suku Tigo Lareh Bakapanjangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" &gt;Keempat raja yang ada di Alam Surambi Sungai Pagu memiliki kekuasaan yang sama. Masing-masing raja memiliki fungsi tersendiri. Namun demikian, Rajo Alam Tuanku Rajo Disambah dapat dikatakan sebagai pucuk pimpinan dari tiga raja lainnya. Hal tersebut terlihat dari gelar yang dipakai oleh Raja Alam Tuanku Rajo Disambah, yaitu Daulat Yang Dipertuan Sultan Besar. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;Akan tetapi ada kesan seolah-olah raja ini sama kedudukannya dengan ketiga raja yang lain. Padahal menurut struktur yang hirarkis posisi Raja Alam Tuanku Rajo Disambah memang menjadi pucuk pimpinan di Alam Surambi Sungai Pagu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11;" lang="SV" &gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-3588393229771520379?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/3588393229771520379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=3588393229771520379' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3588393229771520379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/3588393229771520379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/08/alam-surambi-sungai-pagu-bukan-rantau.html' title='ALAM SURAMBI SUNGAI PAGU; Bukan Rantau Namun Ba Rajo'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLVymD5I1tI/AAAAAAAAADc/t3aDIe72vN0/s72-c/Buo2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-5913187784924014302</id><published>2008-08-27T22:08:00.004+07:00</published><updated>2008-08-27T22:59:28.759+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SEJARAH BUKAN SASTRA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLVxYv88NnI/AAAAAAAAADU/n1NCF_6siS0/s1600-h/Buo5.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLVxYv88NnI/AAAAAAAAADU/n1NCF_6siS0/s200/Buo5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239218411518310002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : DM Thanthar  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;“Sejarah dan Sastra berbeda dalam struktur dan substansinya. Sejarah adalah sejarah sebagai ilmu, dan sastra adalah sastra sebagai imajinasi.” (Kuntowijoyo, 2004).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sejarah sebagai ilmu selalu terikat kepada prosedur penelitian yang bersifat ilmiah. Selain itu sejarah sebagai ilmu juga terikat kepada penalaran yang berdasarkan fakta. Pemujaan sejarah terhadap fakta memang sangat mendalam, sehingga fakta telah menjadi tumpuan mutlak bagi sejarah. Tanpa fakta maka penulisan sejarah tidak akan menjadi karya sejarah, bahkan sangat mungkin hasil akhir penulisan sejarah yang mengabaikan fakta akan menjadi karya sastra.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Kuntowijoyo melihat perbedaan sejarah dengan sastra dalam tiga hal, yaitu cara kerja, kebenaran, hasil keseluruhan, dan kesimpulan. Cara kerja sastra merupakan pekerjaan imajinasi yang lahir dan dibangun oleh pengarangnya. Imajinasi yang dibangun itu sesuai dengan kehidupan yang dipahami oleh pengarang. Dengan demikian, pengarang atau penulis karya sastra lebih memiliki kebebasan dalam melahirkan karya. Bahkan seorang penulis karya sastra (Cerpenis, Novelis, dll) berhak membangun dunianya sendiri, sesuai dengan yang ada dalam imajinasinya. Hal itu dapat terjadi karena kebenaran dalam karya sastra berada di bawah kekuasaan pengarang. Kebenaran dalam karya sastra lahir dari sikap subyektif pengarang terhadap dunia yang dibangunnya. Akan tetapi, untuk hasil keseluruhan pengarang dituntut agar selalu disiplin dengan dunia yang telah dibangunnya. Saat menarik kesimpulan atau mengakhiri karyanya, penulis karya sastra tidak terikat dengan kesimpulan yang konkret. Dengan melemparkan sebuah pertanyaan kepada pembaca, pengarang sudah bisa mengakhiri karyanya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Cara kerja, kebenaran, hasil keseluruhan, dan kesimpulan yang ada dalam sebuah karya sastra tidak dapat dilakukan dalam penulisan sejarah. Seperti yang telah disinggung pada awal tulisan ini, sejarah sangat bertumpu kepada fakta. Tumpuan terhadap fakta mengharuskan sejarawan untuk berfikir dan bersikap obyektif. Sikap obyektif akan sangat menentukan hasil akhir dari sebuah penulisan sejarah. Kebenaran dalam sejarah ditentukan oleh sejauhmana usaha sejarawan dalam mencari, mengakaji, dan menganalisa fakta-fakta yang ada dengan seobyektif mungkin. Sejarah harus memberikan informasi secara lengkap, tuntas, dan jelas kepada pembaca – dalam hal ini masyarakat. Namun demikian, dalam kenyataannya setiap karya sejarah tidak dapat dipisahkan dari unsur subyektifitas penulisnya. Penulisan karya sejarah yang 100 % obyektif memang sangat sulit dilakukan, bahkan dapat dikatakan penulisan sejarah yang benar-benar obyektif tidak akan pernah ada. Hanya saja para sejarawan dituntut untuk meminimalkan unsur subyektif.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:13;" &gt;Kaitan Sejarah dengan Sastra&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sejarah dan sastra akan memiliki kaitan ketika sejarah itu dipandang dari konteks sejarah sebagai seni. Sejarah sebagai seni akan terlihat dari kebutuhan sejarah akan intuisi, imajinasi, emosi, dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bahasa. Semua faktor yang dibutuhkan sejarah tersebut merupakan unsur-unsur yang terdapat dalam sastra, hanya saja dalam penerapannya tentu tidak akan sama.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Pencarian intuisi bagi seorang sejarawan harus dilakukan dengan tetap mengingat data-data yang telah ada. Pencarian intuisi yang dilakukan sejarawan tersebut tentu saja berbeda dengan pencarian intuisi yang dilakukan oleh seorang pengarang. Pengarang cenderung bebas dalam mencari intuisi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Demikian juga halnya dengan imajinasi dan emosi yang dibutuhkan sejarawan. Imajinasi yang dilakukan sejarawan lebih mengarah kepada imajinasi yang kongkret. Artinya, imajinasi bagi seorang sejarawan bertujuan untuk menggambarkan kondisi dan keadaan ketika terjadinya suatu peristiwa, bukan imajinasi yang akan membangun dunia sendiri. Penuangan imajinasi ke dalam bentuk tulisan harus melibatkan emosi dan &lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt; bahasa yang menarik dan lugas, bukan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bahasa yang menggunakan majas.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Penggunaan seni sastra dalam penulisan sejarah akan memberikan karakterisasi dan struktur yang jelas terhadap karya sejarah. Namun demikian, kedekatan sejarah kepada seni akan dapat menghilangkan ketepatan dan obyektifitas sejarah. Tidak hanya itu, kedekatan sejarah dengan seni juga akan mempersempit ruang gerak sejarah. Jadi jelas sejarah bukanlah sastra, walaupun sastra juga memberikan sumbangan penting dalam konteks sejarah sebagai seni. Namun demikian, sampai saat ini masih banyak lulusan jurusan Ilmu Sejarah yang, mau tidak mau tapi harus mau, menyandang gelar Sarjana Sastra (S.S) padahal mereka tidak mempelajari sastra semasa kuliah. Tragis memang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center; text-indent: 0cm;" align="center"&gt;*****&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align: center; text-indent: 0cm;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-5913187784924014302?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/5913187784924014302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=5913187784924014302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5913187784924014302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5913187784924014302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/08/sejarah-bukan-sastra.html' title='SEJARAH BUKAN SASTRA'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLVxYv88NnI/AAAAAAAAADU/n1NCF_6siS0/s72-c/Buo5.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-6149599158210838382</id><published>2008-08-27T21:39:00.004+07:00</published><updated>2008-08-27T23:44:06.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah'/><title type='text'>DINAMIKA DEMOKRASI DI MINANGKABAU*</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLVocCe38DI/AAAAAAAAADE/b7rOvIpnJLo/s1600-h/Base+Camp+Guwo1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLVocCe38DI/AAAAAAAAADE/b7rOvIpnJLo/s200/Base+Camp+Guwo1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239208572427431986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoSubtitle" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh: DM. Thanthar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoSubtitle" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengantar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kebhinnekaan yang ada di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya. Kebhinekaan ini pulalah yang dapat kita jadikan sebagai kebanggaan. Apabila dilakukan napak tilas terhadap perjalanan panjang bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Maka kita akan menemukan fakta bahwa tegaknya bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; adalah sebagai akibat menyatunya kebhinekaan yang ada. Lahirnya Sumpah Pemuda merupakan awal penyatuan kebhinnekaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kalau kita boleh berandai-andai, tentunya kita tidak dapat membayangkan negara yang bagaimana yang akan terwujud apabila masing-masing daerah terus berjuang untuk kepentingan daerah mereka sendiri. Bukan tidak mungkin yang akan lahir adalah Negara Sumatra, Negara Jawa, Negara Kalimantan, Negara Sulawesi, dan negara-negara lainnya. Tetapi semua itu hanyalah pengandaian. Sekarang realitanya adalah kita tergabung dalam satu Negara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kesatuan Republik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dengan demikian, tentunya kita harus berbuat untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, yaitu tegaknya demokrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Untuk memenuhi cita-cita proklamasi itu tentunya kita tidak dapat memalingkan muka terhadap perkembangan demokrasi lokal, karena demokrasi lokal adalah bagian dari demokrasi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Demikian juga halnya dalam mewujudkan multikultur, budaya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; tidak akan ada tanpa adanya budaya-budaya lokal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jejak-Jejak Demokrasi di Minangkabau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Masyarakat Minangkabau dikenal dengan sistem kekerabatan yang unik&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan mempunyai struktur sosial yang bersifat komunal dan egaliter. Dibandingkan dengan daerah lain, masyarakat Minangkabau relatif homogen, tetapi di dalamnya terdapat keanekaragaman kekuatan dan aliran pemikiran yang sangat heterogen. Mereka lebih suka mengandalkan sikap kompetitif dan menyimpan potensi konflik, tetapi karena sudah diakomodasikan oleh sistem sosialnya yang dinamis, maka potensi konflik tersebut justru menjadi kekuatan perubahan ke arah yang lebih dinamis. Banyaknya tokoh Minangkabau yang menjadi pemimpin di tingkat nasional pada masa revolusi, dengan aliran ideologis yang berbeda-beda, membuktikan kompetisi intelektual mendapat tempat dalam masyarakat Minangkabau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dalam hal demokrasi, masyarakat Minangkabau telah mengenal dan menerapkan sistem demokrasi sejak berabad-abad yang lalu.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Oleh karena itu merupakan hal yang wajar ketika revolusi berakhir daerah ini dengan cepat menangkap kembali spirit demokrasi yang telah sekian lama terpasung di bawah rezim kolonial. Lahirnya mosi Tan Tuah&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tahun 1950 adalah cerminan dari usaha pemimpin Minangkabau melepas sumbat demokrasi yang berakar dalam tradisi nenek moyang mereka dan telah kehilangan kekuatannya selama masa penjajahan. Mosi tersebut sekaligus sebagai batu ujian pertama dalam sejarah demokrasi pada tahun pertama kemerdekaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Demokrasi di Minangkabau pernah mengalami kekosongan, yaitu ketika Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Tengah (DPRST) dibekukan oleh perdana menteri M. Natsir. Pembekuan DPRST berawal dengan mundurnya Mr. M. Nasroen dari kursi gubernur Sumatera Tengah, akibat Mosi Tan Tuah, sehingga pemerintah pusat menyikapi kondisi tersebut dengan mengeluarkan Surat Keputusan untuk pengangkatan gubernur Sumatera Tengah. Tokoh yang diangkat adalah Mr. Roeslan Muljohardjo dari partai Masyumi di Jawa. Kebijakan pemerintah pusat tersebut menimbulkan reaksi yang kera dari DPRST, karena yang diangkat bukanlah nama-nama yang diusulkan DPRST. &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Sebagai bentuk kekecewaannya, DPRST pun memutuskan menolak Roeslan. Akibatnya, pemerintah pusat mengeluarkan PP No. 1 tahun 1951 tentang pembekuan DPRST karena dianggap membangkang kepada pemerintah pusat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Setelah dibekukannya DPRST, maka tanah Minang yang demokratis telah kehilangan salah satu alat demokrasinya. Gubernur Sumatera Tengah memerintah tanpa pengawasan dari wakil-wakil rakyat. Dampak lain dari pembekuan DPRST adalah partai-partai kehilangan wadah politiknya, sehingga awal tahun 1952 tokoh-tokoh partai berkumpul, bermusyawarah, dan akhirnya memutuskan untuk membentuk suatu badan yang dinamakan Koordinasi Partai-Partai Politik se-Sumatera Tengah (KPPST). Badan ini berhasil mengadakan Kongres Rakyat yang melibatkan para pemimpin dari berbagai pelosok nagari dan mengadakan Musyawarah Besar antara &lt;i&gt;Tungku Tigo Sajarangan&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;yang merupakan elit tradisional di Minangkabau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Kelanjutan dari Kongres Rakyat adalah dilakukannya konsolidasi ke dalam . KPPST juga mengekluarkan Statement Bersama yang isinya antara lain menyesali sikap pemerintah pusat membekukan DPRST yang mengakibatkan kosongnya demokrasi di Sumatera Tengah dalam jangka waktu yang lama dan mereka juga mendesak segera diadakannya pemilihan umum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Pelaksanaan pemilihan umum tahun 1955, sebagai bagian dari program Kabinet Burhanuddin Hararap, memang bukan semata-mata ditujukan langsung untuk menanggapi tuntutan KPRST. Namun demikian, para pemimpin dan rakyat Minangkabau menyambutnya dengan hangat. Bagi masyarakat Minangkabau, dengan diadakannya pemilihan umum tidak hanya akan memberikan legitimasi kepada pemerintah yang berkuasa, tetapi juga memberikan keuntungan tersendiri bagi keberlangsungan demokrasi di tanah mereka. Pemilihan umum adalah kesempatan terbaik masyarakat Minangkabau untuk mengakhiri kekosongan demokrasi yang terjadi di daerah ini. Artinya, rakyat Minangkabau kembali mempunyai kesempatan lebih luas untuk berpartisipasi dalam menegakkan prinsip demokrasi secara nyata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dinamika demokrasi di Minangkabau terus terjadi, bahkan lahirnya peristiwa PRRI dapat dikatakan sebagai salah satu cara orang Minangkabau mengekspresikan semangat demokrasi yang merupakan inti dari Proklamasi. Pembentukan Dewan Banteng&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftn7" name="_ftnref7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; adalah upaya kongkrit rakyat Minangkabau dalam melakukan koreksi terhadap berbagai penyimpangan yang dilakukan pemerintah pusat dalam praktek penyelenggaraan negara. Pemimpin dan rakyat Minangkabau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menilai pemerintah pusat semakin tidak demokratis dan telah melanggar konstitusi dan cita-cita Proklamasi. Hal ini mereka anggap telah melampaui batas dan harus segera dicegah agar permasalahannya tidak menjadi berlarut-larut. Sayangnya apa yang ada dalam pikiran pemimpin dan rakyat Minangkabau belum mampu dipahami oleh para pemimpin duduk dalam pemerintahan pusat. Harapan akan sebuah musyawarah, sebagai wujud demokrasi, dijawab dengan tumpahnya darah. Penumpasan secara militer menjadi pilihan pemerintah pusat. Akibatnya, rakyat Minangkabau harus menjadi pemberontak yang kalah. Ini adalah hasil yang sangat kontras dengan apa yang diharapkan pemimpin dan rakyat Minangkabau. Artinya, awak maajak batuka pangana urang manjawek jo sanjato.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Peristiwa PRRI memang membawa dampak yang sangat tragis terhadap sumber daya manusia di Minangkabau. Tumbal PRRI adalah para putra terbaik Minangkabau yang merupakan penyambung tongkat estafet perkembangan ranah Minang. Namun demikian, peristiwa PRRI tidaklah sampai memusnahkan tradisi demokrasi lokal yang ada di Minangkabau. Bahkan yang akhirnya mengacaukan tatanan tradisi demokrasi lokal di Minangkabau adalah kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Sumatera Barat sendiri, yaitu dalam menyikapi UU No. 5 tahun 1979 tentang pemerintahan desa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam UU No. 5 tahun 1979 disebutkan: Desa ialah suatu wilayah yang ditempati sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hokum yang mempunyai organisasi pemerntahan terendah langsung di bawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumahtangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftn8" name="_ftnref8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dari rumusan di atas terlihat bahwa hak otonomi daerah atau sebuah desa adalah tumbuh dari bawah. Dengan sifat otonominya itu maka yang harus dilakukan pemerintahan Sumatera Barat pada waktu itu adalah mengukuhkan wilayah Nagarai menjadi Desa, sehingga yang terjadi hanyalah pergantian nama saja dan tidak akan merusak struktur pemerintahan lokal itu sendiri. Jika saja pemerintah daerah Sumatera Barat mengembil kebijakan seperti itu, maka yang terjadi hanyalah perubahan sebutan Wali Nagari menjadi Kepala Desa dan Kerapatan Adat Nagari menjadi Lembaga Musyawarah Desa. Kondisi tersebut tentu saja tidak akan merubah fungsi lembaga pemerintahan lokal di Minangkabau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Namun yang terjadi tidaklah demikian, pemerintah daerah Sumatera Barat membelah-belah nagari dengan mengangkat status jorong&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftn9" name="_ftnref9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; menjadi desa. Akibatnya, yang berganti bukan hanya nama dan sebutan dalam pemerintahan terendah, tetapi juga memusnahkan kelembagaan tradisional dan lokal yang telah hidup beratus tahun di Minangkabau. Sementara system dan kelembagaan yang baru tidak mampu menggantikan fungsi kelembagaan yang lama. Sangat disayangkan, Nagari yang diakui sebagai kelembagaan tradisional dan lokal yang istimewa dan sangat unik harus hilang dari kebhinekaan wilayah Republik &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Bubarnya pemerintah nagari juga berarti musnahnya nilai-nilai demokrasi lokal yang telah hidup di nagari selama berabad-abad dan telah memperkaya khasanah kebhinekaan bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Pemerintahan nagari selain berfungsi dari segi pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, juga berfungsi dalam adat istiadat serta mengelola harta kekayaan nagari. Fungsi-fungsi inilah yang tidak tergantikan oleh system pemerintahan desa yang lahir dari jorong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Untuk mengembalikan tatanan kelembagaan tradisional tersebut, maka ketika disahkannya UU No. 2 tahun 1999, tentang otonomi daerah, pemerintah daerah Sumatera Barat segera mengadakan gerakan kembali ke nagari. Gerakan kembali ke nagari disambukt masyarakat Minangkabau dengan antusias, tetapi dalam pelaksanaanya masing-masing desa menginginkan wilayah merekalah yang menjadi pusat pemerintahan nagari. Mereka tidak mau desa mereka kembali menjadi jorong. Artinya, yang terjadi hanyalah perubahan nama desa menjadi nagari tanpa adanya perubahan fungsi. Dengan demikian, nagari yang ada sekarang bukanlah cerminan dari nagari-nagari di Minangkabau pada masa lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Sekelumit dinamika demokrasi di Minangkabau tentunya telah memperlihatkan salah satu bagian dari demokrasi di Indonesia. Untuk mewujudkan demokrasi di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; secara utuh, kiranya kita harus mengungkapkan perkembangan demokrasi di masing-masing lokal atau daerah yang ada di Nusantara. Dengan demikian, kita akan dapat mengkritisi perjalanan demokrasi yang terjadi dalam bangsa kita, sehingga kita dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menentukan langkah demokrasi bangsa di masa yang akan datang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Referensi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;M. Fatwa. &lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Demokrasi dan Keyakinan Beragama Diadili.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;: Lembaga Bantuan Hukum &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, 1989.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoBodyTextIndent3" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Irhas A. Shamad. &lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Hegemoni Politik Pusat dan Kemandirian Etnik di Daerah;              &lt;span style=""&gt;            Kepemimpinan Sumatera Barat di Masa Orde Baru&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Padang&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;: IAIN-IB Press, ,             2001.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mestika Zed, dkk. &lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Sumatera Barat di Panggung Sejarah 1945-1995.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: Pustaka Sinar Harapan, 1998.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rusli Amran. &lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Sumatera Barat Hingga Plakat Panjang.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: Sinar Harapan, 1981.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1026" style="'position:absolute;" from="-.75pt,9.1pt" to="53.25pt,9.1pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 1; left: 0px; margin-left: -2px; margin-top: 11px; width: 74px; height: 2px;font-size:100%;" &gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/FANTAS%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="_x0000_s1026" height="2" width="74" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;. &lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;Sumatera Barat Plakat Panjang.&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;Jakarta: Sinar Harapan, 1985.&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Catatan Akhir   &lt;/span&gt;&lt;hr style="height: 3px;font-size:78%;" align="left"  width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;" &gt;&lt;span style=""&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Tulisan ini pernah dipresentasikan dalam Seminar Nasional XI Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah Se-Indonesia (Ikahimsi) di Universitas Udayana Bali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada tanggal 22-26 Februari 2005.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Minangkabau menggunakan sistem kekerabatan matrilineal, yaitu sistem kekerabatan menurut garis Ibu. Sistem kekerabatan tersebut merupakan sistem kekerabatan yang istimewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Cikal bakal demokrasi di Minangkabau adalah kelarasan Bodi Caniago yang dikembangkan oleh Dt. Parpatiah nan Sabatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Mosi Tan Tuah merupakan hasil sidang pleno DPRST sebagai bentuk reaksi dan tidak percaya terhadap gubernur Sematera Tengah, yang saat itu dijabat oleh Mr. M. Nasroen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; DPRST pernah mengusulkan empat nama calon gubernur kepada pemerintah pusat, yaitu H. Iljas Jacoub, Dr. M. Djamil, Dr. A. Rahim Usman, dan Mr. Rasyid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Tungku Tigo Sajarangan terdiri dari Niniak Mamak sebagai tokoh adat, Alim Ulama sebagai tokoh agama, dan Cadiak Pandai sebagai tokoh intelektual. Ketiga komponen tersebut merupakan unsur utama dalam struktur kepemimpinan tradisional Minangkabau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn7"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftnref7" name="_ftn7" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dewan Banteng dibentuk oleh bekas perwira yang dulunya tergabung dalam Divisi Banteng. Tujuan awal dibentuknya Dewan Banteng adalah untuk membantu kawan-kawan mereka yang sudah tidak berdinas lagi. Dewan Banteng dikomandoi oleh Letkol Ahmad Husein.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn8"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftnref8" name="_ftn8" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Lihat Mestika Zed, dkk. dalam buku Sumatera Barat di Panggung Sejarah 1945-1995, hlm. 266&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn9"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8457638551865677473#_ftnref9" name="_ftn9" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Jorong adalah sub-wilayah dari nagari. Sebuah nagari biasanya terdiri dari beberapa jorong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-6149599158210838382?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/6149599158210838382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=6149599158210838382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/6149599158210838382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/6149599158210838382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/08/dinamika-demokrasi-di-minangkabau.html' title='DINAMIKA DEMOKRASI DI MINANGKABAU*'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLVocCe38DI/AAAAAAAAADE/b7rOvIpnJLo/s72-c/Base+Camp+Guwo1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-5506476795524055426</id><published>2008-08-27T20:58:00.005+07:00</published><updated>2008-08-27T21:34:21.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>WAJAH MANINJAU DI LIDAH TINTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLVeShBzzOI/AAAAAAAAAC0/6Tu6ODBgQko/s1600-h/Buo4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLVeShBzzOI/AAAAAAAAAC0/6Tu6ODBgQko/s200/Buo4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239197413712055522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Maninjau Padi Lah Masak&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt; &lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Batang Kapeh Batimba Jalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Hati Risau Dibaok Galak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Bak Cando Paneh Manganduang Hujan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maninjau terletak di pinggir sebuah danau, yang juga disebut sebagai Danau Maninjau.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; Penamaan daerah Maninjau mencakup seluruh nagari-nagari yang ada di &lt;i style=""&gt;salingka&lt;/i&gt; Danau Maninjau. Namun penggunaan kata Maninjau secara administratif menunjukkan pada wilayah Kecamatan Tanjung Raya. Akan tetapi, jika disebutkan Nagari Maninjau maka itu akan menunjuk pada wilayah sebuah nagari yang terdapat di daerah Maninjau, yaitu Nagari Maninjau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Secara astronomis, daerah Maninjau atau Kecamatan Tanjung Raya terletak antara 100 derjat­­&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;05 BT-100 derjat&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;16 BT dan 0 derjat 12 LS-0 derjat&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;25 LS. &lt;span style="color:black;"&gt;Secara geografis Maninjau terdiri dari bukit-bukit, gunung-gunung, perairan danau, lereng perbukitan, dan hutan. Hutan yang terdapat di daerah ini adalah hutan rakyat yang banyak menghasilkan perkayuan, tumbuhan obat, kebun tanaman keras, dan sebagainya.&lt;/span&gt; Maninjau berada 471 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh gugusan bukit barisan sehingga menjadikannya berhawa sejuk. Suhu udara daerah Maninjau berkisar antara 27 derjat&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;Celcius-30 derjat&lt;sup&gt; &lt;/sup&gt;Celcius. Iklim seperti itu sangat mendukung pengembangan Maninjau sebagai daerah wisata. Hal tersebut ditunjang pula dengan keberadaan Danau Maninjau yang memiliki keindahan tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Secara topografis, daerah Maninjau mempunyai permukaan bumi yang tidak rata atau bergelombang dan berbukit. Disamping itu, daerah Maninjau memiliki sungai-sungai yang mengalir ke Samudra Hindia salah satunya adalah Batang Antokan. Keberadaan Batang Antokan, dengan arusnya yang deras, sangat pontensial dikembangkan untuk objek wisata minat khusus dengan menjadikannya sebagai areal untuk melakukan kegiatan Arung Jeram. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Luas daerah wilayah Maninjau lebih kurang 150,76 Km&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Padang Pariaman dan Kecamatan Lubuk Basung. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan IV Koto dan Kecamatan Matur. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Palembayan dan Kecamatan IV Nagari, dan sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sejak zaman penjajahan &lt;span style="color:black;"&gt;Kolonial Belanda&lt;/span&gt;, penduduk Maninjau sudah terkenal sebagai perantau yang hidup di kota-kota besar yang ada di Sumatra dan Jawa. Mobilitas penduduk Maninjau yang merantau terutama berasal dari kalangan generasi muda pada masa revolusi sehingga daerah Maninjau hanya dihuni oleh beberapa ratus kepala keluarga saja. Besarnya keinginan &lt;span style="color:black;"&gt;penduduk Maninjau&lt;/span&gt; untuk hidup dirantau disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah faktor tradisi. Pola kehidupan masyarakat Minangkabau, dengan sistem kekerabatan matrilinialnya, telah mendidik anak laki-laki untuk merenggangkan hubungan dirinya secara individu dengan rumah orang tuanya. Kamar-kamar dalam rumah orang tuanya hanya untuk anak perempuan saja. &lt;span style="color:black;"&gt;Tradisi&lt;/span&gt; merantau menjadi suatu pilihan yang cocok untuk laki-laki Minangkabau termasuk laki-laki di Maninjau&lt;span style="color:black;"&gt;. Faktor lainnya yang membuat penduduk Maninjau merantau adalah kondisi lingkungan yang relatif sempit karena permukaan tanahnya tediri dari tanah perbukitan yang terjal dan menghadap langsung ke pinggir danau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Daerah pertanian sawah basah dicetak secara bertingkat mengikuti kemiringan tanah. Sawah-sawah itu tentunya tidak luas sehingga produksi pertanian tidak maksimal dan tidak bisa dilakukan sistem Ekstensifikasi Pertanian (penambahan lahan baru). Selain faktor politik pada masa Orde Lama, penduduk Maninjau juga banyak yang merantau karena melanjutkan pendidikan di luar Maninjau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selain faktor tradisi, keadaan perekonomian juga merupakan alasan masyarakat Maninjau untuk pergi merantau. Keadaan perekonomian daerah Maninjau, dalam hubungannya dengan gejala merantau diungkapkan oleh Taufik Abdullah dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karyanya yang berjudul &lt;i style=""&gt;Schools and Politics; The Kaum Muda Movement In West Sumatra (1927-1933).&lt;/i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Pada tahun 1930-an Sub-distrik Maninjau merupakan daerah yang terisolir dari lalu lintas utama karena hubungan transportasi belum lancar. Maninjau ketika itu merupakan daerah yang jarang penduduknya, hanya ditempati oleh 71,1 orang per kilometer persegi; dan miskin akan sumber-sumber alam. Pendapatan penduduk yang berasal dari pertanian hanya sekitar 6,46 %; hasil-hasil pertanian lainnya seperti kina dan kopi hanya 10,30 %. Sumber &lt;i style=""&gt;income&lt;/i&gt; terbesar di Maninjau adalah di bidang perikanan danau, industri rumah tangga, dan perdagangan. Aktivitas merantau di Maninjau melebihi kegiatan merantau daerah lainnya di Minangkabau, karena daerah ini sangat tergantung pada profesi saudagar perantau. Setiap tahun, anak-anak dewasa yang berasal dari Maninjau selalu merantau dengan jalan menjadi anak-semang dari pendahulu-pendahulu mereka. Menurut sensus 1930, anak-anak yang berusia 15 tahun pada umunya hidup di rantau. Kekurangan tenaga usia kerja di Maninjau mengakibatkan sekitar 23,5 % kepala keluarga adalah wanita.” (Taufik Abdullah, 1971)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berdasarkan &lt;span style="color:black;"&gt;gambaran&lt;/span&gt; di atas dapat dilihat bagaimana kondisi daerah Maninjau pada tahun 1930 yang masih terisolir dan miskin akan sumber daya alam. Hal tersebut menjadi salah satu faktor pendorong masyarakat Maninjau untuk merantau. Setelah kemerdekaan daerah Maninjau sudah tidak begitu terisolir lagi karena sudah &lt;span style="color:black;"&gt;dibangunnya jalan-jalan&lt;/span&gt; yang menghubungkan &lt;span style="color:black;"&gt;antara Maninjau dan Bukittinggi.&lt;/span&gt; Namun demikian, kegiatan merantau tetap menjadi pilihan masyarakat Maninjau khususnya para generasi muda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada tahun 1976 jumlah penduduk Maninjau meningkat menjadi 35.021 jiwa. Peningkatan jumlah penduduk &lt;span style="color:black;"&gt;tersebut&lt;/span&gt; merupakan dampak upaya Pemerintah Sumatra Barat dalam memulihkan nama Minangkabau dari status pemberontak yang kalah pada tahun 1958. Harun Al Rasyid Zain sebagai Gubernur Sumatra Barat merangkul orang Minangkabau yang &lt;span style="color:black;"&gt;berada&lt;/span&gt; di perantauan supaya pulang ke kampung halaman untuk membangun nagari. &lt;span style="color:black;"&gt;Upaya Harun Al Rasyid Zain tersebut banyak membuahkan hasil sehingga orang Minangkabau kembali memiliki rasa percaya diri.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada tahun 1997-1998 terjadi krisis moneter di Indonesia sehingga ekonomi masyarakat Maninjau pun ikut mengalami penurunan. Mereka kembali memikirkan untuk mengadu nasib di rantau. Sampai tahun 2004 kondisi tersebut tidak jauh berbeda sehingga kembali terjadi penurunan jumlah penduduk. seperti yang dapat dilihat pada tabel &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berikut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tabel:&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jumlah Penduduk Kecamatan Tanjung Raya dan Tingkat Kepadatannya Tahun 1979-2004.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="center"&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="width: 410.15pt; margin-left: 15.65pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="547"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 44.85pt;" width="60"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 58.55pt;" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Laki-laki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.15pt;" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.5pt;" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: -3.25pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jumlah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 187.1pt;" width="249"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: -7.8pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tingkat Kepadatan Penduduk &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Jiwa/Km&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 44.85pt;" width="60"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1979&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 58.55pt;" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;17.434&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.15pt;" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;19.619&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.5pt;" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;37.053&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 187.1pt;" width="249"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;246&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 44.85pt;" width="60"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1982&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 58.55pt;" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;15.341&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.15pt;" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;16.364&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.5pt;" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;31.705&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 187.1pt;" width="249"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;210&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 44.85pt;" width="60"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1998&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 58.55pt;" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;15.897&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.15pt;" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;17.174&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.5pt;" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;33.071&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 187.1pt;" width="249"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;135&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 44.85pt;" width="60"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2004&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 58.55pt;" width="78"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;14.759&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 70.15pt;" width="94"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;15.515&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.5pt;" width="66"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;30.274&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 187.1pt;" width="249"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;124&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sumber: Diolah dari data Agam Dalam Angka 1979, 1982, 1998, dan 2004.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gejala merantau yang terdapat di Maninjau memiliki relevansi yang erat dengan kondisi daerah Maninjau. Areal pertanian di Maninjau makin lama makin berkurang karena banyaknya &lt;span style="color:black;"&gt;penduduk&lt;/span&gt; yang membangun rumah di areal pertanian. Luas areal pertanian sampai tahun 2004, terutama sawah dan ladang, secara keseluruhan adalah 4,534 hektar. Areal persawahan yang luas terdapat di dataran rendah VI Koto. Areal persawahan ini terbentang mulai dari tepian Danau Maninjau sampai ke daerah pemukiman penduduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bagi &lt;span style="color:black;"&gt;penduduk&lt;/span&gt; Maninjau, merantau bukanlah berarti memutuskan hubungan dengan kampung asal mereka. Merantau hanyalah merupakan salah satu pilihan orang Maninjau dalam menyikapi kondisi daerah mereka yang kurang memungkinkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup pada Zaman Reformasi. Daerah perantauan merupakan tempat untuk meningkatkan perekonomian, sementara hasil yang mereka dapatkan di rantau akan kembali dibawa ke kampung asal. Hubungan antara perantau dengan kampung asal &lt;span style="color:black;"&gt;terbina&lt;/span&gt; dengan adanya acara &lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Pulang Basamo&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; para perantau &lt;span style="color:black;"&gt;pada saat-saat tertentu, seperti pada Hari Raya Lebaran. Hal itu paling tidak dilakukan oleh perantau sekali dalam setahun. Kegiatan pulang ke kampung asal bukan&lt;/span&gt; hanya untuk sekedar melepas kerinduan &lt;span style="color:black;"&gt;pada keluarga&lt;/span&gt; tetapi juga untuk membantu pembangunan kampung asal &lt;span style="color:black;"&gt;mereka, seperti pembangunan masjid, jalan raya, pendirian sekolah, Listrik Masuk Kampung, dan sebagainya. Kegiatan pulang kampung biasanya juga dilakukan untuk merayakan hari pengangkatan&lt;/span&gt; Penghulu atau untuk mengisi liburan sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penduduk Maninjau sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani. Namun demikian, ada juga penduduk menangkap ikan di Danau Maninjau sebagai usaha sampingan. Ikan yang biasa ditangkap oleh &lt;span style="color:black;"&gt;penduduk &lt;/span&gt;adalah ikan Nila, Mujair, &lt;i style=""&gt;Supareh, Rinuak&lt;/i&gt;, dan jenis ikan air tawar lainnya. Selain itu penduduk Maninjau juga mengambil &lt;i style=""&gt;pensi&lt;/i&gt; dari danau. Hasil yang mereka dapatkan, selain digunakan untuk kebutuhan mereka sehari-hari juga mereka jual &lt;span style="color:black;"&gt;ke pasar-pasar di sekitar Kabupaten Agam.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selain mengusahakan padi sawah &lt;span style="color:black;"&gt;penduduk&lt;/span&gt; Maninjau juga menanami ladang-ladang mereka dengan berbagai tanaman seperti pala, kopi, cengkeh, dan kulit manis. Pada tahun 1970 sampai tahun 1980-an budi daya tanaman cengkeh di Maninjau pernah memberi perubahan besar terhadap kehidupan penduduk Maninjau. Saat itu cengkeh dari Maninjau tidak hanya dikenal di Sumatra Barat, tetapi juga sampai ke luar daerah. Harga 1 kilogram cengkeh pada waktu itu setara dengan harga 7,5 gram emas. Akibatnya, pola kehidupan penduduk Maninjau berubah menjadi konsumtif. Namun demikian, kejayaan &lt;i style=""&gt;Mahoyak Cengkeh&lt;/i&gt; tidak berlangsung lama karena pada tahun 1980 tanaman cengkeh yang ada di Maninjau terkena hama penyakit sehingga produksi cengkeh di Maninjau mengalami penurunan yang drastis. Hal tersebut mengakibatkan perekonomian masyarakat Maninjau kembali mengalami kemerosotan sehingga semakin banyak penduduk Maninjau yang meninggalkan kampung halamannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kepergian &lt;span style="color:black;"&gt;penduduk Maninjau ke luar kampung untuk melangsungkan aktivitas ekonomi mengakibatkan&lt;/span&gt; banyak rumah-rumah penduduk yang kosong di Maninjau. Sebagian penduduk yang memiliki rumah kosong di tepian Danau Maninjau memanfaatkan rumah mereka sebagai tempat penginapan. Usaha penginapan tersebut kemudian berkembang menjadi &lt;i style=""&gt;Homestay&lt;/i&gt; dan Hotel Melati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;A.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lintasan Sejarah dan Folklore&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maninjau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Asal usul penamaan daerah Maninjau dan Danau Maninjau memiliki beberapa versi. Ada dua versi dari cerita rakyat yang masih berkembang dalam kehidupan penduduk Maninjau. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, cerita yang menyatakan bahwa nenek moyang penduduk Maninjau berasal dari &lt;i style=""&gt;Luhak Nan Tigo&lt;/i&gt; di ranah Minang, terutama Luhak Tanah Data dan Luhak Agam. Para pemukim pertama yang berasal dari &lt;i style=""&gt;Luhak Nan Tigo &lt;/i&gt;itu datang ke Maninjau melalui daerah perbukitan Padang Galanggang, salah satu nagari yang berada dalam wilayah administratif Kecamatan Matur. Daerah perbukitan Padang Galanggang terletak pada ketinggian yang strategis dan tempat beristirahat sementara bagi pendatang. Mereka meninjau atau mengamati daerah dataran rendah di sebelah barat dari Padang Galanggang, sampai akhirnya mereka melihat adanya sebuah danau. Mereka mendatangi danau tersebut dan memberinya nama Danau Maninjau yang berasal dari proses “meninjau-meninjau” yang mereka lakukan. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, kisah &lt;i style=""&gt;Bujang Sambilan&lt;/i&gt; yang menjelaskan asal usul nama nagari-nagari yang ada di &lt;i style=""&gt;salingka &lt;/i&gt;Danau Maninjau. &lt;i style=""&gt;Folklore&lt;/i&gt; ini mengisahkan bahwa daerah Maninjau pada masa dahulunya merupakan sebuah gunung yang bernama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gunung Tinjau. Menurut suatu cerita di lereng Gunung Tinjau ini hiduplah sepuluh orang bersaudara yatim piatu, yang paling bungsu perempuan bernama Siti Rasani. Sembilan orang lainnya adalah laki-laki yang diberi gelar &lt;i style=""&gt;Bujang Sambilan&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Siti Rasani menjalin hubungan cinta dengan Sigiran, anak Dt. Limbatang yang juga merupakan mamak Siti Rasani. Kisah cinta mereka ditentang oleh &lt;i style=""&gt;Bujang Sambilan&lt;/i&gt; dengan menyebarkan fitnah bahwa Siti Rasani dan Sigiran telah melakukan perbuatan zina. Untuk membuktikan ketidakbenaran fitnah tersebut maka Siti Rasani dan Sigiran menceburkan diri ke kawah Gunung Tinjau. Ketika itu terjadilah badai topan yang diiringi dengan meletusnya Gunung Tinjau sebagai penolakan jasad mereka yang tidak berdosa. Letusan Gunung Tinjau akhirnya membentuk gugusan bukit yang melingkar dan bekas kawahnya menjadi danau. Danau tersebut kemudian dinamakan Danau Maninjau karena diyakini berasal dari kawah Gunung Tinjau.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selain itu, penamaan daerah dan nagari-nagari yang terdapat di &lt;i style=""&gt;salingka&lt;/i&gt; Danau Maninjau merupakan upaya untuk mengenang nama tokoh-tokoh yang ada dalam kisah &lt;i style=""&gt;Bujang Sambilan&lt;/i&gt;. Nagari Sungai Batang berasal dari nama Dt. Limbatang. Nagari Bayur berasal dari nama Panglimo Bayur. Tanjung Raya dari nama Panglimo Rayo. Nagari Koto Malintang berasal dari nama Panglimo Malintang. Tanjung Sani diambil dari nama Siti Rasani. Nagari Sigiran berasal dari nama Sigiran demikian juga halnya dengan nagari-nagari lainnya. Ada pun &lt;i style=""&gt;Bujang Sambilan &lt;/i&gt;dipercaya masyarakat Maninjau berubah menjadi &lt;i style=""&gt;ikan rayo&lt;/i&gt; yang tetap menghuni Danau Maninjau sampai sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Daerah Maninjau disebut juga dengan istilah &lt;i style=""&gt;Lubuak Danau Nan Sapuluah&lt;/i&gt;. Istilah &lt;i style=""&gt;Lubuak Danau Nan Sapuluah&lt;/i&gt; berdasarkan pada keberadaaan sepuluh buah koto yang terdapat di &lt;i style=""&gt;Salingka&lt;/i&gt; Danau Maninjau (Hamka, 1982). Sepuluh koto terdiri dari: Sungai Batang, Tanjung Sani, Maninjau, Bayur, Koto Baru, Koto Tinggi, Paninjauan, Koto Kaciak, Koto Gadang, dan Koto Malintang. Di antara sepuluh koto tersebut, Nagari Sungai Batang merupakan daerah yang pertama kali dijadikan tempat bermukim oleh pemukim-pemukim pertama yang datang ke daerah Maninjau. Daerah Sungai Batang dijadikan tempat bermukim pertama karena Nagari Sungai Batang memiliki dataran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rendah yang lebih luas dibandingkan dengan daerah lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pertambahan penduduk yang terjadi di Maninjau menyebabkan pola pemukiman &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;penduduk&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; mulai menyebar ke daerah lainnya yang ada di &lt;i style=""&gt;salingka&lt;/i&gt; Danau Maninjau. Penyebaran &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;penduduk&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berlangsung untuk mencari lokasi baru untuk menambah areal pertanian dalam upaya meneruskan keberlangsungan hidup &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;penduduk&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; yang tidak dapat terpenuhi lagi oleh areal pertanian yang ada di Sungai Batang. Penyebaran masyarakat tersebut terus berlangsung sampai akhirnya terbentuklah sepuluh buah nagari sebagai tempat menetap &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;penduduk&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada masa Pemerintahan Kolonial&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; Belanda, Maninjau ditetapkan sebagai salah satu wilayah &lt;i style=""&gt;Onder Afdeeling&lt;/i&gt; di bawah wilayah &lt;i style=""&gt;Afdeeling&lt;/i&gt; Agam. Wilayah &lt;i style=""&gt;Onder Afdeeling Distrik &lt;/i&gt;Maninjau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencakup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;daerah Matur, Palembayan, Lubuk Basung, sampai ke Tiku. Berkuasanya Pemerintahan Kolonial Belanda di Maninjau menyebabkan struktur pemerintahan nagari yang berlaku di Maninjau juga mengalami perubahan. Pemerintahan Kolonial Belanda membagi daerah Maninjau menjadi dua kelarasan yaitu kelarasan IV Koto dan kelarasan VI Koto (Gusti Asnan, 2006). Kelarasan IV Koto mencakup daerah-daerah yang berada di sebelah timur yaitu Nagari Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Nagari Maninjau, dan Nagari Bayur. Kelarasan VI Koto mencakup daerah-daerah yang ada di sebelah barat dan utara yaitu Nagari Koto Baru, Nagari Koto Tinggi, Paninjauan, Koto Kaciak, Koto Gadang, dan Koto Malintang. Masing-masing kelarasan tersebut diperintah oleh seorang Tuanku Lareh dan pada tiap-tiap nagari diangkat seorang Penghulu Kepala. Tuanku Lareh &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;IV Koto berkedudukan di Sungai Batang dan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tuanku Lareh &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;VI Koto berkedudukan di Koto Kaciak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Keberadaan Tuanku Lareh dan Penghulu Kepala (&lt;i style=""&gt;Angku Palo&lt;/i&gt;) merupakan sarana penghubung antara pemerintah Kolonial Belanda dengan rakyat jajahannya. Tuanku Lareh dan Angku Palo merupakan perpanjangan tangan pemerintahan Kolonial Belanda untuk menguasai ruang lingkup terkecil terhadap masyarakat yang berada dalam wilayah jajahannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada tahun 1914 pemerintah Belanda menghapuskan jabatan Tuanku Lareh sebagai kepala adat federasi nagari dan menggantinya dengan jabatan Demang. Perubahan yang terjadi dalam struktur pemerintahan Kolonial Belanda ini juga menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur pemerintahan yang berlaku di Maninjau. Dalam hirarkinya, di bawah Demang terdapat Asisten Demang. Kedemangan Maninjau memiliki empat asisten demang yaitu di Maninjau, Palembayan, Matur, dan Lubuk Basung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada permulaan kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, bekas daerah &lt;i style=""&gt;Afdeeling&lt;/i&gt; Agam diubah menjadi Kabupaten Agam yang terdiri dari tiga kewedanaan yaitu Kewedanaan Agam Tuo, Kewedanaan Maninjau, dan Kewedanaan Talu. Pada tahun 1949, berdasarkan SK Gubernur Militer Sumatra Tengah No. 171 tahun 1949, daerah Kabupaten Agam diperkecil yaitu dengan memindahkan Kewedanaan Talu ke dalam wilayah Kabupaten Pasaman dan mengalihkan beberapa nagari yang ada di sekitar Kota Bukittinggi ke dalam wilayah administratif Kotamadya Bukittinggi. Keputusan Gubernur Militer Sumatra Tengah dikukuhkan dengan UU No. 12 tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II. Dengan demikian, maka daerah Maninjau tetap menjadi bagian daerah Tingkat II Kabupaten Agam sampai sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada tahun 1979 pemerintahan Republik Indonesia mengeluarkan Undang-Undang No. 5/1979 yang menetapkan desa sebagai unit pemerintahan terendah dalam wilayah Indonesia. Undang-Undang tersebut dikuatkan pula oleh Surat Keputusan Gubernur Sumatra Barat No. 162/1982 tentang penghapusan pemerintahan nagari dan menggantinya menjadi sistem pemerintahan desa. Sistem pemerintahan desa tersebut memiliki cakupan yang lebih kecil dari pada pemerintahan nagari karena daerah yang dijadikan desa bukanlah hanya nagari-nagari yang telah ada di Maninjau saja tetapi ada beberapa jorong yang dijadikan desa. Akibatnya wilayah Maninjau yang pada awalnya memiliki sepuluh nagari akhirnya menjadi 16 desa yaitu Desa&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Pantai Panjang, Sungai Batang Selatan, Sungai Batang Utara, Pasar Maninjau, Koto Baru, Koto Tinggi, Paninjauan, Balai Belo, Koto Kaciak, Pasar Rabaa, Koto Gadang, Koto Malintang, Dalko, Duo Sidang, Bayua, Pantai Barat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Keberadaan 16 desa ini tetap bertahan sampai diterapkannya kembali pemerintahan nagari pada tahun 2001.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;B.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Keadaan Sosial Budaya &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penduduk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; Maninjau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Minangkabau terdiri atas kesatuan-kesatuan geografis, politik-ekonomis dan kultur-historis dibedakan atas dua bagian yaitu &lt;i style=""&gt;Darek&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;Rantau. Darek &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;merupakan daerah pertama yang dihuni oleh penduduk Minangkabau dan tempat lahirnya adat dan budaya Minangkabau. Wilayah &lt;i style=""&gt;Darek &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mencakup &lt;i style=""&gt;Luhak &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Nan Tigo&lt;/i&gt; yaitu luhak Agam, Luhak Tanah Data, dan Luhak 50 Koto. Kedua adalah wilayah yang disebut dengan &lt;i style=""&gt;Rantau&lt;/i&gt; yang merupakan daerah perluasan &lt;i style=""&gt;Darek&lt;/i&gt; yang ditempati atau dihuni oleh orang-orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari &lt;i style=""&gt;Darek&lt;/i&gt;. Selanjutnya daerah &lt;i style=""&gt;Rantau&lt;/i&gt; ini berdasarkan letaknya dapat dibedakan menjadi dua bagian pula. Ada &lt;i style=""&gt;Rantau&lt;/i&gt; yang terletak di pesisir Barat pulau Sumatra yaitu Air&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bangis sampai dengan Indrapura dan &lt;i style=""&gt;Rantau &lt;/i&gt;Timur berada di pesisir Timur Sumatra daerah yang termasuk didalamnya adalah Siak, Kampar, dan lain-lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maninjau merupakan daerah &lt;i style=""&gt;Ikua Darek Kapalo Rantau. &lt;/i&gt;Artinya, Maninjau terletak antara &lt;i style=""&gt;Luhak&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;Nan Tigo&lt;/i&gt; yaitu Luhak Agam dan Rantau Pariaman. Dilihat dari adat dan budaya yang dipakai, pengaruh budaya &lt;i style=""&gt;Darek&lt;/i&gt; jauh lebih dominan dalam penduduk Maninjau dari pada budaya &lt;i style=""&gt;Rantau&lt;/i&gt;. Dalam sistem pemerintahan tradisional penduduk Maninjau mengenal sosok pemimpin suku dengan penghulu dan bukan &lt;i style=""&gt;Rajo&lt;/i&gt; seperti di daerah &lt;i style=""&gt;Rantau.&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Adat yang dipakai penduduk adalah kombinasi aliran Bodi Chaniago dan Koto Piliang dengan falsafah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Adat Batanggo Naik, Bajanjang Turun.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Masyarakat Maninjau terbagi dalam kelompok-kelompok berdasarkan persukuan. Suku-suku yang dominan dalam masyarakat Maninjau adalah Caniago, Piliang, Guci, Malayu, Tanjung, Koto, Sikumbang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hubungan dan kedekatan persukuan dibina atas rasa keyakinan berasal dari satu nenek moyang yang sama hingga persukuan menjadi ikatan yang erat dan tidak dibenarkan adanya kawin sasuku. Masing-masing suku ini di pimpin oleh Penghulu yang dibantu oleh staf-stafnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di antaranya Panungkek dan Imam Khatib. Panungkek&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertugas untuk membantu penghulu dalam tugasnya sehari-hari. Panungkek&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;biasanya diangkat dari orang terdekat penghulu, seperti kemenakannya. Orang ini nantinya sekalian menjadi calon penghulu berikutnya. Panungkek atau calon penghulu diberi gelar Datuak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selain Panungkek, penghulu masih dilengkapi lagi dengan staf lainnya, berupa Imam dan Khatib. Imam dan Khatib ini bertugas sebagai badan penerangan dan agama. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sepuluh Koto Maninjau menyebut penghulu beserta kaumnya dengan &lt;i style=""&gt;Payung,&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;misalnya suku Tanjung dengan penghulunya bergelar Dt. Indo Kayo, maka menyebutnya kepayungan &lt;i style=""&gt;Angku&lt;/i&gt; Dt. Indo Kayo dan sebutan seperti ini masih terdapat di Maninjau. Besarnya peran penghulu diibaratkan dengan payung sebagai tempat berteduh dalam arti penghulu melindungi kaum dan nagarinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang penghulu punya tanggung jawab yang besar terhadap kaumnya, yang mematuhi perkataan dan perintah penghulu. Kebutuhan hidup sehari-hari penghulu dibantu secara gotong–royong oleh kaumnya. Kaumnya menyediakan sawah dan ladang secukupnya untuk digarap oleh penghulu sebagai penunjang kehidupan sehari-hari. Pengerjaannya dilakukan secara gotong-royong oleh kaum tersebut, sehingga memperlihatkan pada kaum lain bahwa mereka &lt;i style=""&gt;sabulek&lt;/i&gt; atau mencerminkan kekompakan dan persatuan dalam kaum (suku) mereka. Namun demikian, seiring dengan perkembangan dan pola hidup masyarakat maka penghulu tidak lagi dibantu secara penuh oleh kaumnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-5506476795524055426?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/5506476795524055426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=5506476795524055426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5506476795524055426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/5506476795524055426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/08/artikel_27.html' title='WAJAH MANINJAU DI LIDAH TINTA'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZblYSloxq1w/SLVeShBzzOI/AAAAAAAAAC0/6Tu6ODBgQko/s72-c/Buo4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-2895179976693817880</id><published>2008-08-07T17:28:00.004+07:00</published><updated>2011-10-09T08:31:26.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Prangko Sebagai Alat Bukti Sejarah</title><content type='html'>.&lt;br /&gt;Oleh: DM. Thanthar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai sejarah tentunya tidak begitu asing bagi kita. Secara sederhana, sejarah dapat diartikan sebagai sebuah rekonstruksi terhadap masa lampau. Ketika rekonstruksi akan dilakukan maka seorang sejarahwan akan mencari informasi (baca: data) yang berkaitan dengan peristiwa yang akan direkonstruksi. Pencarian itu adalah usaha untuk mendapatkan bukti-bukti yang akurat dan akan mempengaruhi proses penulisan sejarah (baca: historiografi). Berkaitan dengan historiografi itu, bisakah prangko masuk dalam kategori bukti-bukti sejarah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini akan dijelaskan sekilas mengenai hubungan prangko dengan sejarah. Banyak orang yang belum memahami arti dari prangko dan perannya sebagai alat bukti sejarah. Prangko berbeda dengan bukti-bukti sejarah yang lain, seperti : piagam, prasasti, monumen, candi, tugu, dan bukti-bukti sejarah lainnya yang sama-sama bersifat artefak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak prangko memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan bukti sejarah yang lain. Kelebihan prangko adalah : pertama, prangko adalah bukti sejarah yang dapat dibawa kemanapun tanpa ada pihak yang menghalangi dan melarangnya. Kedua, prangko adalah bukti sejarah yang dapat dikoleksi. Ketiga, prangko lebih mudah didapat tanpa mengeluarkan banyak biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prangko pada umumnya melukiskan peristiwa-peristiwa besar dan tokoh-tokoh besar saja dan ini merupakan kelemahan prangko sebagai bukti sejarah. Prangko hanya akan melihat sebuah peristiwa dari sudut pandang pihak yang sedang berkuasa. Sebut saja prangko dengan seri Pekan Olahraga Nasional (PON), seri Olimpiade, seri Pembangunan Lima Tahun (PELITA), seri tokoh-tokoh penting, dan berbagai peristiwa besar lainnya sering menjadi tema dalam sebuah seri prangko. Namun demikian, prangko juga memiliki tema-tema lain seperti flora dan fauna, budaya-budaya tradisional Inonesia, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicetaknya prangko dengan tema yang beragam itu secara tidak langsung telah merekam suatu kejadian dari satu sudut pandang. Artinya, dalam satu seri penerbitannya prangko telah menyimpan serangkaian catatan sejarah mengenai peristiwa yang pernah terjadi. Catatan-catatan sejarah yang ada pada prangko tersebut menunggu interpretasi (penafsiran) dari para sejarahwan. Sampai saat ini sudah banyak prangko, dalam berbagai seri, yang dicetak dan beredar ditengah-tengah masyarakat, namun prangko masih sering luput dari perhatian sejarahwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya perhatian para sejarahwan terhadap prangko tentunya menimbulkan pertanyaan, apakah prangko memang tidak bisa menjadi kajian seorang sejarahwan? Kalau bisa menjadi kajian sejarah, mengapa prangko luput dari perhatian sejarahwan ketika mengumpulkan data-data untuk sebuah historiografi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran prangko memang tidak sebesar peran dokumen dalam proses historiografi, tetapi prangko tetap menyimpan catatan sejarah dengan caranya sendiri. Dengan demikian, dapatkah prangko disebut sebagai alat bukti sejarah? Mungkin akan banyak pendapat tentang wacana ini, namun yang terpenting dari tulisan ini adalah mengajak kita untuk berfikir tentang sesuatu yang sering luput dari perhatian kita. Tulisan ini tidak bermaksud menggurui, tetapi lebih bersifat berbagi pendapat dan interpretasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-2895179976693817880?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/2895179976693817880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=2895179976693817880' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/2895179976693817880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/2895179976693817880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/08/prangko-sebagai-alat-bukti-sejarah-oleh.html' title='Prangko Sebagai Alat Bukti Sejarah'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8457638551865677473.post-1194403831251352293</id><published>2008-08-07T17:20:00.004+07:00</published><updated>2011-10-09T08:38:14.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SHALAWAT DULANG; Tradisi seni yang kian pudar</title><content type='html'>.&lt;br /&gt;Oleh: DM. Thanthar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat dulang merupakan salah satu tradisi seni Minangkabau yang mulai pudar digilas arus globalisasi. Kondisi ini sebenarnya cukup memprihatinkan karena Shalawat dulang merupakan salah satu kekayaan seni yang patut dipertahankan. Namun demikian, Shalawat dulang masih dapat ditemui, walau hanya pada daerah-daerah tertentu saja. Salah satu daerah di Minangkabau yang masih melestarikan Shalawat dulang adalah Nagari Tuo Minangkabau, yaitu Nagari Pariangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat dulang memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari alat yang digunakan sebagai sumber musik untuk mengiringi syair-syair yang didendangkan, yaitu dulang. Dulang adalah sebuah benda yang berbentuk seperti piring, tetapi ukurannya lebih besar dibandingkan piring yang biasa digunakan untuk makan. Dulang terbuat dari bahan sejenis tembaga, jadi ketika dipukul dulang tersebut akan mengeluarkan nada yang khas. Nada yang berasal dari dulang itulah yang digunakan sebagai musik pengiring syair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair-syair yang dilantunkan oleh pendulang sarat dengan nasihat yang sangat berguna dalam kehidupan bermasyarakat. Syair-syair tersebut ditujukan untuk seluruh masyarakat, baik yang tua maupun untuk para generasi muda. Akan tetapi secara keseluruhan nasihat yang disampaikan dalam syair Shalawat dulang lebih dominan ditujukan kepada kalangan muda-mudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair-syair yang dilantunkan oleh pendulang tidak hanya mengandung nilai estetika tetapi juga berisikan nilai-nilai etika yang sangat sesuai dengan adat dan syara’ (baca : agama). Nilai-nilai etika tersebut disampaikan pendulang melalui syair-syairnya dalam bentuk pesan moral. Misalnya mengenai pergaulan muda-mudi di Minangkabau yang pada umumnya telah menjurus kepada pergaulan bebas sehingga terkesan seperti jaman jahiliah. Malu dan sopan yang tidak lagi tercermin dalam keseharian generasi muda Minangkabau. Untuk menyikapi kondisi itu para pendulang mendendangkan syair-syair yang menganjurkan generasi muda Minangkabau menjauhi pergaulan bebas agar tidak lahir penyesalan dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shalawat Sebagai Syair Pembukaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan salah tafsir ketika mendengar istilah Shalawat dulang. Shalawat dulang tidaklah sepenuhnya menggunakan syair-syair shalawat yang berbahasa Arab. Shalawat hanya didendangkan pendulang pada saat pembukaan saja. Setelah pendulang menaiki panggung, pendulang tidak langsung memukul dulangnya. Mereka terlebih dahulu mengucapkan shalawat. Setelah mengucapkan shalawat, pendulang akan mengucapkan kata-kata kehormatan untuk para penonton dan ucapan terima kasih kepada tuan rumah atau pihak penyelenggara. Ucapan shalawat, kata-kata kehormatan dan ucapan terima kasih disampaikan pendulang dengan menggunakan irama dendang. Setelah pembukaan selesai, barulah pendulang memukul dulang dan mulai mendendangkan syair-syair dalam bahasa Minang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaannya pendulang tampil berpasangan (berdua). Sambil serentak memukul dulang, mereka berbalasan mendendangkan syair. Bila disimak secara saksama, maka akan jelas terdengar bahwa mereka melakukan tanya jawab dalam dendang. Sangat menarik, apalagi melihat gerakan tubuh pendulang yang cukup unik mengiringi musik dan syair yang mereka dendangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shalawat Dulang Sebagai Sebuah Identitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tradisi seni Shalawat dulang memang semakin langka dari masa ke masa. Salah satu penyebab langkanya tradisi ini adalah kurangnya minat generasi muda Minangkabau untuk mempelajari Shalawat dulang. Padahal jika kita lihat dari segi manfaat, Shalawat dulang jelas lebih bermanfaat bila dibandingkan dengan sarana hiburan modern. Cobalah bandingkan dengan Orgen tunggal dan sarana hiburan modern lainnya yang telah menjadi pilihan utama masyarakat Minangkabau sebagai sarana hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pilihan akan sarana hiburan merupakan hak masyarakat, tetapi yang perlu menjadi pertimbangan adalah sejauhmana kita menghargai seni tradisional kita. Akankah kita diam saja melihat seni tradisional kita satu persatu menghilang? Sudah saatnya masyarakat Minangkabau sadar dan berpartisipasi aktif melestarikan tradisi seni Minangkabau yang kian lama kian pudar. Sangat disayangkan, masyarakat Minangkabau yang dulunya kaya akan seni tradisional sekarang terhanyut oleh seni modern yang asalnya tidak banyak masyarakat yang mengetahuinya. Padahal seni tradisional dapat dikategorikan sebagai salah satu identitas bagi masyarakat Minangkabau. Artinya, ketika satu persatu tradisi seni Minangkabau punah maka secara berangsur-angsur – tanpa disadari – identitas orang Minangkabau pun akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga identitas itu, sudah sepatutnya kita sebagai orang Minangkabau secara bersama-sama, baik yang berada di perantauan maupun yang berada di ranah Minang sendiri, melestarikan dan mengembangkan tradisi seni yang telah mulai langka. Salah satu cara pelestarian yang sederhana adalah dengan menjadikan seni tradisional sebagai pilihan utama untuk hiburan, baik dalam pesta keluarga, acara pemerintahan, terutama sekali dalam perhelatan alek nagari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya untuk pengembangan. Belajar dan menyukai seni modern tidaklah salah, tetapi akan lebih bermanfaat jika seni modern tersebut kita manfaatkan untuk memperkaya seni tradisional. Dengan demikian, perkembangan seni modern tidak akan menggusur atau bahkan menghilangkan seni tradisional. Mungkinkah semua itu bisa terwujud? Semuanya dipulangkan kembali kepada masyarakat Minangkabau, jika tidak ingin kehilangan identitas tentunya semua pihak harus segera mengambil andil dalam melestarikan tradisi seni yang masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8457638551865677473-1194403831251352293?l=kingdon181.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kingdon181.blogspot.com/feeds/1194403831251352293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8457638551865677473&amp;postID=1194403831251352293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/1194403831251352293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8457638551865677473/posts/default/1194403831251352293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kingdon181.blogspot.com/2008/08/shalawat-dulang-tradisi-seni-yang-kian.html' title='SHALAWAT DULANG; Tradisi seni yang kian pudar'/><author><name>DM Thanthar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09444630737421620464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-4R-QRE-NBmU/TrikdzKnBRI/AAAAAAAAAI0/iGrsM_OljoQ/s220/Ayah%2BZha.1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
